Perangi Korupsi dan Jaga Nilai Tukar, Ekonom Dukung Kebijakan Redenominasi
Sabtu, 15 November 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Ibrahim melihat munculnya wacana redenominasi saat ini memiliki kaitan erat dengan desakan Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas korupsi dan meminta koruptor mengembalikan dananya.
"Rupanya pernyataan-pernyataan Prabowo itu tidak didengar oleh para koruptor sehingga apa? Sehingga muncullah redenominasi, pemangkasan harga mata uang," kata Ibrahim.
Ia berpendapat bahwa tujuan terselubung redenominasi adalah untuk memaksa para penimbun uang, terutama dari hasil korupsi, untuk menukarkan dananya dengan mata uang baru. Penukaran ini akan memerlukan persyaratan seperti KTP, yang berpotensi mengungkap kepemilikan dana gelap.
Secara ekonomi, Ibrahim menegaskan redenominasi sangat diperlukan untuk membendung pelemahan Rupiah yang kian signifikan. Ia menyoroti posisi Rupiah yang telah melampaui Rp16.700 per dolar AS, jauh di atas level Rp9.081 saat wacana ini pertama kali digulirkan pada 2010.
"Rupanya pernyataan-pernyataan Prabowo itu tidak didengar oleh para koruptor sehingga apa? Sehingga muncullah redenominasi, pemangkasan harga mata uang," kata Ibrahim.
Ia berpendapat bahwa tujuan terselubung redenominasi adalah untuk memaksa para penimbun uang, terutama dari hasil korupsi, untuk menukarkan dananya dengan mata uang baru. Penukaran ini akan memerlukan persyaratan seperti KTP, yang berpotensi mengungkap kepemilikan dana gelap.
Secara ekonomi, Ibrahim menegaskan redenominasi sangat diperlukan untuk membendung pelemahan Rupiah yang kian signifikan. Ia menyoroti posisi Rupiah yang telah melampaui Rp16.700 per dolar AS, jauh di atas level Rp9.081 saat wacana ini pertama kali digulirkan pada 2010.
Lihat Juga :