Perangi Korupsi dan Jaga Nilai Tukar, Ekonom Dukung Kebijakan Redenominasi
Sabtu, 15 November 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
"Saat ini kalau seandainya pemerintah tidak cepat-cepat melakukan pemangkasan harga mata uang rupiah, bisa saja harga mata uang rupiah akan terus mengalami kelemahan. Rp17.000 di depan mata. Kalau sudah tembus Rp17.000 bisa saja itu akan menuju ke Rp18.000," tegasnya.
Baca Juga: 10 Negara Ini Pernah Melakukan Redenominasi, Bisa Jadi Contoh Indonesia
Ibrahim juga menyoroti bagaimana Rupiah kini kalah dibandingkan mata uang regional seperti Ringgit Malaysia (yang kini mencapai sekitar Rp4.000 per Ringgit) dan dolar Singapura (Rp12.000 per dolar Singapura). Kondisi geopolitik global yang tidak menentu memperburuk pelemahan nilai tukar.
Sebab itu, Ibrahim mendukung penuh pemerintah untuk menjalankan redenominasi, dan bila perlu, nilai tukar Rupiah dipatok di level Rp15.000 setelah redenominasi untuk menjaga stabilitas. "Ini adalah cara yang tepat untuk menghindari rupiah terus mengalami kelemahan yang cukup signifikan," tambahnya.
Meskipun menyadari adanya tentangan dari beberapa pihak, termasuk anggota Dewan yang mungkin khawatir dana kampanye mereka tertahan akibat proses penukaran uang, Ibrahim berharap pemerintah tetap menjalankan Rancangan Undang-Undang (RUU) ini demi kemajuan bangsa.
Baca Juga: 10 Negara Ini Pernah Melakukan Redenominasi, Bisa Jadi Contoh Indonesia
Ibrahim juga menyoroti bagaimana Rupiah kini kalah dibandingkan mata uang regional seperti Ringgit Malaysia (yang kini mencapai sekitar Rp4.000 per Ringgit) dan dolar Singapura (Rp12.000 per dolar Singapura). Kondisi geopolitik global yang tidak menentu memperburuk pelemahan nilai tukar.
Sebab itu, Ibrahim mendukung penuh pemerintah untuk menjalankan redenominasi, dan bila perlu, nilai tukar Rupiah dipatok di level Rp15.000 setelah redenominasi untuk menjaga stabilitas. "Ini adalah cara yang tepat untuk menghindari rupiah terus mengalami kelemahan yang cukup signifikan," tambahnya.
Meskipun menyadari adanya tentangan dari beberapa pihak, termasuk anggota Dewan yang mungkin khawatir dana kampanye mereka tertahan akibat proses penukaran uang, Ibrahim berharap pemerintah tetap menjalankan Rancangan Undang-Undang (RUU) ini demi kemajuan bangsa.
(nng)
Lihat Juga :