BNN-Kemendes Dorong Perluasan Program Desa Bersinar dan Mandiri Ekonomi
Senin, 17 November 2025 - 11:33 WIB
loading...
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong perluasan program Desa Bersinar. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong perluasan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai gerakan nasional berbasis desa. Desa Sido Luhur di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Bengkulu, secara resmi ditetapkan sebagai Desa Bersinar pada kegiatan Konsolidasi Pemberdayaan Masyarakat, Minggu (16/11).
Program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pembangunan desa dengan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Desa Bersinar ditujukan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat desa sebagai basis pertahanan terdepan melawan narkoba.
"Sinergi antar-kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah adalah kunci mewujudkan Desa Bersinar yang berkelanjutan dan adaptif," ujar Sekretaris Utama BNN, Tantan Sulistyana dalam keterangan pers.
Baca Juga: Acaraki Jamu Festival 2025 Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya Nusantara
Ia menegaskan bahwa pencegahan narkoba harus dilakukan dari level paling dasar, yaitu desa. Tantan menyebut program Desa Bersinar selaras dengan agenda pembangunan desa yang menekankan kemandirian dan daya saing. Desa yang kuat secara ekonomi, menurutnya, akan lebih tahan terhadap infiltrasi jaringan narkoba dan tidak mudah terjerumus dalam aktivitas ilegal.
Data intelijen BNN mencatat masih terdapat lima kawasan rawan narkoba di Provinsi Bengkulu. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya keterlibatan aktif kepala daerah, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dalam memperluas implementasi Desa Bersinar berbasis pemberdayaan masyarakat.
Selain pencegahan, program Desa Bersinar juga diarahkan untuk mendukung pemulihan dan penguatan kapasitas ekonomi desa. Semangat gotong royong menjadi elemen penting agar masyarakat tidak hanya terbebas dari narkoba, tetapi juga semakin berdaya secara ekonomi.
Baca Juga: BNN Sita 503 Kg Narkoba pada Agustus-September 2025
Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menegaskan, komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan desa terhadap ancaman sosial, termasuk narkoba. "Ayo kita bangun desa kita masing-masing. Galakkan gotong royong di semua bidang, terutama dalam mencegah narkoba," ujarnya.
BNN berharap Desa Sido Luhur menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun lingkungan sehat dan produktif. Model pemberdayaan berbasis komunitas ini diharapkan menjadi pilot project bagi penguatan desa-desa lain di Indonesia.
BNN dan Kemendes menargetkan lahirnya semakin banyak Desa Bersinar yang mandiri ekonomi, inklusif, dan mampu menjaga masyarakatnya dari ancaman jaringan narkoba. Program ini disebut sebagai fondasi strategis untuk memperkuat pembangunan dari desa dan memastikan pemerataan kesejahteraan nasional.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan pembangunan desa dengan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Desa Bersinar ditujukan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat desa sebagai basis pertahanan terdepan melawan narkoba.
"Sinergi antar-kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah adalah kunci mewujudkan Desa Bersinar yang berkelanjutan dan adaptif," ujar Sekretaris Utama BNN, Tantan Sulistyana dalam keterangan pers.
Baca Juga: Acaraki Jamu Festival 2025 Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya Nusantara
Ia menegaskan bahwa pencegahan narkoba harus dilakukan dari level paling dasar, yaitu desa. Tantan menyebut program Desa Bersinar selaras dengan agenda pembangunan desa yang menekankan kemandirian dan daya saing. Desa yang kuat secara ekonomi, menurutnya, akan lebih tahan terhadap infiltrasi jaringan narkoba dan tidak mudah terjerumus dalam aktivitas ilegal.
Data intelijen BNN mencatat masih terdapat lima kawasan rawan narkoba di Provinsi Bengkulu. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya keterlibatan aktif kepala daerah, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa dalam memperluas implementasi Desa Bersinar berbasis pemberdayaan masyarakat.
Selain pencegahan, program Desa Bersinar juga diarahkan untuk mendukung pemulihan dan penguatan kapasitas ekonomi desa. Semangat gotong royong menjadi elemen penting agar masyarakat tidak hanya terbebas dari narkoba, tetapi juga semakin berdaya secara ekonomi.
Baca Juga: BNN Sita 503 Kg Narkoba pada Agustus-September 2025
Menteri Desa PDTT Yandri Susanto menegaskan, komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan desa terhadap ancaman sosial, termasuk narkoba. "Ayo kita bangun desa kita masing-masing. Galakkan gotong royong di semua bidang, terutama dalam mencegah narkoba," ujarnya.
BNN berharap Desa Sido Luhur menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun lingkungan sehat dan produktif. Model pemberdayaan berbasis komunitas ini diharapkan menjadi pilot project bagi penguatan desa-desa lain di Indonesia.
BNN dan Kemendes menargetkan lahirnya semakin banyak Desa Bersinar yang mandiri ekonomi, inklusif, dan mampu menjaga masyarakatnya dari ancaman jaringan narkoba. Program ini disebut sebagai fondasi strategis untuk memperkuat pembangunan dari desa dan memastikan pemerataan kesejahteraan nasional.
(nng)
Lihat Juga :