Apakah Orang Desa Menderita Terdampak Pelemahan Rupiah? Ini Penjelasan Ekonom

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:41 WIB
loading...
Apakah Orang Desa Menderita...
Pelemahan rupiah mendorong harga barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan tak hanya di kota tetapi juga sampai ke pelosok desa. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak berdampak langsung pada masyarakat pedesaan dianggap tidak tepat. Pandangan warga desa aman dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dinilai mengabaikan realitas rantai pasok ekonomi.

"Pernyataan Prabowo merupakan pernyataan yang sama sekali tidak tepat. Masyarakat desa pada kenyataannya masih mengonsumsi barang-barang yang bahan bakunya impor. Kedelai contohnya yang pasti ada kenaikan harga impor ketika rupiah melemah terhadap dolar AS. Belum lagi barang lainnya yang juga ada pengaruhnya dari impor," ungkap Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda saat dihubungi, dikutip pada Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar Kok

Menurut dia ketergantungan impor dari luar negeri ini secara otomatis merambat langsung ke sektor pertanian yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian di pedesaan. Pelemahan rupiah membuat harga pupuk yang memiliki komponen impor membengkak, sehingga memicu lonjakan biaya produksi dan pada akhirnya mengerek harga jual beras di pasaran.

Adapun kondisi ini dinilai kian pelik karena mayoritas petani di Indonesia berada pada posisi ganda, yakni sebagai produsen sekaligus sebagai pembeli beras untuk konsumsi harian mereka. Sebab itu, dampak dari melambungnya nilai dolar AS dipastikan memukul rata daya beli masyarakat, tanpa memandang batasan wilayah baik yang hidup di desa maupun di perkotaan.



Huda mengatakan, sebagai kepala negara, presiden justru wajib menunjukkan kewaspadaan yang tinggi terkait ancaman pelemahan rupiah. Pasalnya, pelemahan mata uang tersebut memiliki efek domino yang nyata terhadap meroketnya harga barang-barang kebutuhan pokok yang menjadi hajat hidup orang banyak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Prabowo: Gaji Hakim...
Prabowo: Gaji Hakim Naik Hampir 300%, Lebih Tinggi dari Singapura
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Rekomendasi
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved