Purbaya Titip Dana Rp200 Triliun di Himbara, Berikut Rincian Lengkap Realisasinya
Senin, 17 November 2025 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan ini membuat perbankan lebih agresif menyalurkan kredit karena dapat menawarkan bunga yang lebih menarik bagi debitur. "Dengan bunga yang sama ditempatkan di perbankan, cost of fund perbankan menjadi lebih rendah. Akhirnya, mereka menyalurkan dana lebih cepat karena biaya dana yang lebih murah," ujar Febrio.
Baca Juga: Tegas! Purbaya Larang Dana Rp200 Triliun Dialirkan ke Konglomerat
Ia juga menambahkan, penempatan dana pemerintah juga menurunkan bunga Dana Pihak Ketiga (DPK) di sejumlah bank, terutama Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Penurunan ini diperkirakan akan diikuti penurunan suku bunga kredit secara bertahap, sehingga permintaan kredit dapat meningkat dan kegiatan usaha semakin bergerak.
"Setelah Rp200 triliun ditempatkan dengan bunga 3,8 persen, perbankan khususnya Himbara dan BSI menurunkan bunga DPK-nya secara signifikan. Pada gilirannya, hal ini mulai menurunkan suku bunga kredit sejak September, meski penurunannya masih bertahap," ungkap Febrio.
2. Bank Rakyat Indonesia (Rp55 triliun): Terserap 100%
3. Bank Negara Indonesia (Rp55 triliun): Terserap 68%
4. Bank Tabungan Negara (Rp25 triliun): Terserap 41%
5. Bank Syariah Indonesia (Rp10 triliun): Terserap 99%
Baca Juga: Tegas! Purbaya Larang Dana Rp200 Triliun Dialirkan ke Konglomerat
Ia juga menambahkan, penempatan dana pemerintah juga menurunkan bunga Dana Pihak Ketiga (DPK) di sejumlah bank, terutama Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Penurunan ini diperkirakan akan diikuti penurunan suku bunga kredit secara bertahap, sehingga permintaan kredit dapat meningkat dan kegiatan usaha semakin bergerak.
"Setelah Rp200 triliun ditempatkan dengan bunga 3,8 persen, perbankan khususnya Himbara dan BSI menurunkan bunga DPK-nya secara signifikan. Pada gilirannya, hal ini mulai menurunkan suku bunga kredit sejak September, meski penurunannya masih bertahap," ungkap Febrio.
Berikut rincian serapan dana Rp200 triliun di perbankan bumn:
1. Bank Mandiri (Rp55 triliun): Terserap 100%2. Bank Rakyat Indonesia (Rp55 triliun): Terserap 100%
3. Bank Negara Indonesia (Rp55 triliun): Terserap 68%
4. Bank Tabungan Negara (Rp25 triliun): Terserap 41%
5. Bank Syariah Indonesia (Rp10 triliun): Terserap 99%
(akr)
Lihat Juga :