UE dan ASEAN Tanam Mangrove Bersama demi Masa Depan Berkelanjutan
Selasa, 18 November 2025 - 10:41 WIB
loading...
Uni Eropa (UE) bersama ASEAN menggelar kegiatan penanaman mangrove di Suaka Margasatwa Angke Kapuk, Jakarta Utara. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) bersama ASEAN menggelar kegiatan penanaman mangrove di Suaka Margasatwa Angke Kapuk, Jakarta Utara, sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga ekosistem pesisir. Aksi tersebut menjadi rangkaian EU Green Diplomacy Weeks 2025 di kawasan ASEAN menegaskan upaya UE dalam mendorong diplomasi hijau dan penanganan perubahan iklim.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 80 peserta yang terdiri atas perwakilan Misi UE untuk ASEAN, negara anggota UE dan ASEAN, Sekretariat ASEAN, pelajar, hingga perwakilan pemuda. Mereka bersama-sama menanam ratusan bibit mangrove di area konservasi sebagai bentuk partisipasi langsung dalam restorasi lingkungan.
"Melalui inisiatif ini, Uni Eropa ingin menunjukkan bahwa diplomasi hijau bukan hanya retorika, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masa depan planet ini,” ujar Duta Besar UE untuk ASEAN, H.E. Sujiro Seam dalam keterangan pers, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Lestarikan Warisan Alam! Ribuan Pohon Mangrove Ditanam di Karawang, Wujudkan Pesisir Lestari
Lebih lanjut, restorasi mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat yang bergantung padanya. "Kami yakin kolaborasi lintas negara dapat memperkuat dampak keberlanjutan di tingkat lokal," kata dia.
Sebelum penanaman, peserta mengikuti sesi edukasi mengenai jenis mangrove dan metode penanaman ramah lingkungan yang dipandu tim konservasi lokal. Kegiatan turut diisi dengan tur keanekaragaman hayati pesisir serta diskusi “Eco Talks” bertema “Masa Depan Hijau, Tanggung Jawab Bersama.”
Upaya restorasi mangrove ini menjadi simbol komitmen bersama UE dan ASEAN dalam mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir. Mangrove diketahui mampu menyerap emisi karbon, menahan abrasi, serta menjaga habitat biota laut.
Baca Juga: Banjir Rob Ancam Rendam Wilayah Pesisir hingga 4 November 2025, Ini Daftar Daerah Terdampak
Dalam pelaksanaannya, inisiatif ini bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi sebagai mitra konservasi. Organisasi tersebut berperan dalam penyediaan bibit, pendampingan teknis, dan edukasi lingkungan bagi peserta.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak pemangku kepentingan untuk mengambil langkah nyata dalam melindungi lingkungan dan memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi penerus," tutup Sujiro Seam.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 80 peserta yang terdiri atas perwakilan Misi UE untuk ASEAN, negara anggota UE dan ASEAN, Sekretariat ASEAN, pelajar, hingga perwakilan pemuda. Mereka bersama-sama menanam ratusan bibit mangrove di area konservasi sebagai bentuk partisipasi langsung dalam restorasi lingkungan.
"Melalui inisiatif ini, Uni Eropa ingin menunjukkan bahwa diplomasi hijau bukan hanya retorika, tetapi komitmen nyata untuk melindungi masa depan planet ini,” ujar Duta Besar UE untuk ASEAN, H.E. Sujiro Seam dalam keterangan pers, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: Lestarikan Warisan Alam! Ribuan Pohon Mangrove Ditanam di Karawang, Wujudkan Pesisir Lestari
Lebih lanjut, restorasi mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat yang bergantung padanya. "Kami yakin kolaborasi lintas negara dapat memperkuat dampak keberlanjutan di tingkat lokal," kata dia.
Sebelum penanaman, peserta mengikuti sesi edukasi mengenai jenis mangrove dan metode penanaman ramah lingkungan yang dipandu tim konservasi lokal. Kegiatan turut diisi dengan tur keanekaragaman hayati pesisir serta diskusi “Eco Talks” bertema “Masa Depan Hijau, Tanggung Jawab Bersama.”
Upaya restorasi mangrove ini menjadi simbol komitmen bersama UE dan ASEAN dalam mengurangi dampak perubahan iklim, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pesisir. Mangrove diketahui mampu menyerap emisi karbon, menahan abrasi, serta menjaga habitat biota laut.
Baca Juga: Banjir Rob Ancam Rendam Wilayah Pesisir hingga 4 November 2025, Ini Daftar Daerah Terdampak
Dalam pelaksanaannya, inisiatif ini bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi sebagai mitra konservasi. Organisasi tersebut berperan dalam penyediaan bibit, pendampingan teknis, dan edukasi lingkungan bagi peserta.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak pemangku kepentingan untuk mengambil langkah nyata dalam melindungi lingkungan dan memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi penerus," tutup Sujiro Seam.
(nng)
Lihat Juga :