BUMA Lunasi Sisa Obligasi 2026 Senilai USD212,25 Juta
Rabu, 19 November 2025 - 11:59 WIB
loading...
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) melunasi sisa obligasi 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), mempercepat pembayaran atau full early redemption atas sisa Senior Notes 2026 sebesar USD212,25 juta dengan kupon tetap 7,75%.
Direktur BUMA , Silfanny Bahar mengatakan, pelunasan dilakukan sebelum jatuh tempo pada Februari 2026. Penyelesaian utang lebih awal akan memperkokoh profil kredit perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
"Pelunasan Senior Notes 2026 yang kami percepat ini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko pembayaran jangka pendek dan memperkuat posisi likuiditas BUMA , menegaskan kembali kedisiplinan kami dalam pengelolaan modal," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Sukses Terbitkan Global Bond Senilai USD1 Miliar
Senior Notes 7,75% tersebut awalnya diterbitkan pada Februari 2021 dengan nilai pokok USD400 juta, kemudian diamandemen melalui perjanjian tambahan pada Juni 2022 dan Maret 2024. Dengan pembayaran terakhir ini, seluruh kewajiban atas Senior Notes 2026 dinyatakan telah selesai, dan bunga tidak lagi berjalan.
Adapun pelunasan ini sebagian besar didanai melalui fasilitas sindikasi yang diperoleh BUMA dari sejumlah bank besar di Indonesia, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca Juga: Cetak Sejarah! Pegadaian Raih Dana Rp 8,14 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk
Silfanny menyebut, dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap kinerja BUMA dan solidnya akses perusahaan terhadap likuiditas. Ke depan, BUMA akan terus menjalankan strategi pendanaan yang disiplin dan terdiversifikasi, termasuk memanfaatkan fasilitas perbankan konvensional, syariah, sukuk, obligasi dolar AS dan rupiah, hingga pembiayaan leasing.
"Senior Notes tersebut telah mendukung berbagai inisiatif strategis BUMA dalam beberapa tahun terakhir, dan kami berterima kasih kepada para pemegang obligasi atas kepercayaannya," ujar Silfanny.
Direktur BUMA , Silfanny Bahar mengatakan, pelunasan dilakukan sebelum jatuh tempo pada Februari 2026. Penyelesaian utang lebih awal akan memperkokoh profil kredit perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
"Pelunasan Senior Notes 2026 yang kami percepat ini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko pembayaran jangka pendek dan memperkuat posisi likuiditas BUMA , menegaskan kembali kedisiplinan kami dalam pengelolaan modal," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Sukses Terbitkan Global Bond Senilai USD1 Miliar
Senior Notes 7,75% tersebut awalnya diterbitkan pada Februari 2021 dengan nilai pokok USD400 juta, kemudian diamandemen melalui perjanjian tambahan pada Juni 2022 dan Maret 2024. Dengan pembayaran terakhir ini, seluruh kewajiban atas Senior Notes 2026 dinyatakan telah selesai, dan bunga tidak lagi berjalan.
Adapun pelunasan ini sebagian besar didanai melalui fasilitas sindikasi yang diperoleh BUMA dari sejumlah bank besar di Indonesia, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Baca Juga: Cetak Sejarah! Pegadaian Raih Dana Rp 8,14 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk
Silfanny menyebut, dukungan tersebut mencerminkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap kinerja BUMA dan solidnya akses perusahaan terhadap likuiditas. Ke depan, BUMA akan terus menjalankan strategi pendanaan yang disiplin dan terdiversifikasi, termasuk memanfaatkan fasilitas perbankan konvensional, syariah, sukuk, obligasi dolar AS dan rupiah, hingga pembiayaan leasing.
"Senior Notes tersebut telah mendukung berbagai inisiatif strategis BUMA dalam beberapa tahun terakhir, dan kami berterima kasih kepada para pemegang obligasi atas kepercayaannya," ujar Silfanny.
(nng)
Lihat Juga :