Serakahnomics Sektor Pertanian Sudah Lama Tumbuh di RI, Mentan: Ribuan Penggilingan Kecil Mati
Rabu, 19 November 2025 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
Mentan Amran juga menyinggung bahwa pelaku besar menikmati manfaat dari skema yang sejatinya ditujukan untuk rakyat kecil, termasuk subsidi tertentu di sektor pangan. Ia menilai sistem pangan nasional perlu dibenahi total agar kelompok kecil tidak terus menjadi korban.
“Negara hari ini perlu berpihak kepada yang selama ini dirugikan. Sistemnya harus dibenahi menyeluruh agar petani, penggilingan kecil, dan konsumen tidak lagi dikorbankan," tegasnya.
Sebelumnya, aktivis nasional dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menggaungkan bahaya praktik serakahnomics yang ia nilai telah mencengkram sektor-sektor vital.
Ia menyampaikan bahwa akar dari carut-marut tata kelola perekonomian adalah dengan hilangnya ruang usaha kelompok kecil yang tak bisa dilepaskan dari menguatnya budaya ekonomi serakah yang mengorbankan rakyat oleh para pelaku besar.
Said menegaskan, bahwa serakahnomics membuat oligarki mampu membeli apa saja, termasuk partai, hukum, bahkan ruang demokrasi. “Karena dengan dia menguasai ekonomi, maka dia mau membeli ketua partai politik, dia membeli aparat hukum, dia membeli semua. Untung masih ada kampus yang tidak dibeli," ujarnya.
“Negara hari ini perlu berpihak kepada yang selama ini dirugikan. Sistemnya harus dibenahi menyeluruh agar petani, penggilingan kecil, dan konsumen tidak lagi dikorbankan," tegasnya.
Sebelumnya, aktivis nasional dan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menggaungkan bahaya praktik serakahnomics yang ia nilai telah mencengkram sektor-sektor vital.
Ia menyampaikan bahwa akar dari carut-marut tata kelola perekonomian adalah dengan hilangnya ruang usaha kelompok kecil yang tak bisa dilepaskan dari menguatnya budaya ekonomi serakah yang mengorbankan rakyat oleh para pelaku besar.
Said menegaskan, bahwa serakahnomics membuat oligarki mampu membeli apa saja, termasuk partai, hukum, bahkan ruang demokrasi. “Karena dengan dia menguasai ekonomi, maka dia mau membeli ketua partai politik, dia membeli aparat hukum, dia membeli semua. Untung masih ada kampus yang tidak dibeli," ujarnya.
(akr)
Lihat Juga :