Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:11 WIB
loading...
Ada Kabar Baik dari...
Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa (28/7) di tengah meningkatnya harapan pasar terhadap penyelesaian diplomatik antara AS dengan Iran. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Selasa (28/7) di tengah meningkatnya harapan pasar terhadap penyelesaian diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai dapat meredakan gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Namun demikian, pelaku pasar masih mewaspadai perkembangan negosiasi kedua negara dinilai dapat kembali memicu volatilitas harga minyak.

"Untuk saat ini, kelegaan karena telah ditemukan jalan keluar dari eskalasi konflik telah mengurangi tekanan pada harga minyak serta meredakan kekhawatiran terkait potensi serangan Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi. Namun, situasi masih sangat dinamis," ujar Analis IG Tony Sycamore dalam catatan kepada klien dikutip dari Reuters, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%

Pada perdagangan pukul 00.46 GMT, harga minyak mentah Brent turun USD0,54 atau 0,6% menjadi USD87,82 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah USD0,66 atau 0,8% menjadi USD81,95 per barel. Sebelumnya, kedua kontrak sempat merosot sekitar 1% ke level terendah dalam lebih dari sepekan.

Sentimen pasar dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut pembicaraan dengan Iran berlangsung positif dan masih membuka peluang penyelesaian konflik. Namun, Trump juga menegaskan operasi militer AS dapat kembali dilakukan apabila perundingan gagal. Di sisi lain, Iran turut memperingatkan kemungkinan melakukan serangan balasan apabila situasi kembali memburuk.


Selain mencermati hubungan AS-Iran, pasar juga memantau situasi keamanan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah. Menteri Luar Negeri terpilih Yaman Afrah al-Zouba mengatakan kelompok Houthi berupaya meniru strategi Iran dalam memberikan tekanan terhadap jalur pelayaran internasional melalui Bab el-Mandeb, sebagaimana Iran memengaruhi Selat Hormuz.

Analis Marex Edward Meir menilai kemampuan Houthi untuk menerapkan blokade penuh masih diragukan mengingat tekanan militer yang terus dilakukan Arab Saudi. Meski demikian, ia mengakui aktivitas pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz telah mengalami penurunan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
AS-Iran Mendadak Gencatan...
AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Ramalan Goldman Sachs...
Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Takut dengan Ancaman...
Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Rekomendasi
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Kritik Gagasan KDM Soal...
Kritik Gagasan KDM Soal Sayembara Tangkap Begal, Pakar Hukum: Picu Main Hakim Sendiri
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Berita Terkini
Perkuat Operasional...
Perkuat Operasional Rendah Karbon, Danone Indonesia Operasikan PLTS di 11 Pabrik
Tingkatkan Produktivitas...
Tingkatkan Produktivitas Petani, Mahindra-RMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved