Kolaborasi Membangun SDM Unggul Menuju Generasi Emas 2045

Rabu, 19 November 2025 - 19:40 WIB
loading...
Kolaborasi Membangun...
Pemali Boarding School di Bangka Belitung telah mendidik lebih dari 880 siswa dari Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) masih menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar Indonesia menuju cita-cita Generasi Emas 2045. Meski berbagai program telah berjalan, kesenjangan akses, minimnya tenaga pendidik berkualitas, serta kondisi infrastruktur yang tertinggal terus membatasi peluang anak-anak di pelosok negeri untuk mengenyam pendidikan bermutu.

Data Dapodik Kemendikdasmen per November 2024 menunjukkan, tantangan akses digital masih memengaruhi kualitas pembelajaran. Tercatat 42.159 sekolah atau setara 19% dari seluruh sekolah di Indonesia belum memiliki akses internet. Mayoritas berada pada jenjang SD 32.914 sekolah dan SMP 7.178 sekolah. Kondisi yang timpang ini menghambat pelaksanaan pembelajaran digital maupun administrasi berbasis daring.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen, Yudistira Nugraha, menegaskan bahwa ketimpangan ini berkontribusi langsung pada kualitas pembelajaran di wilayah 3T. Akses internet yang tidak merata dan kondisi geografis sulit membuat banyak sekolah tertinggal dalam transformasi digital pendidikan.

"Ketimpangan ini perlu diselesaikan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak jika kita ingin mencetak generasi unggul pada 2045," ujarnya dalam sebuah Forum Evaluasi Pendidikan Nasional, belum lama ini.

Baca Juga: Prabowo Kejar Uang Koruptor untuk Dana Pendidikan

Tingkat putus sekolah juga menjadi sorotan. Pada Tahun Ajaran 2024/2025, angka putus sekolah tertinggi terjadi di SMK, yakni 0,19%. Sementara pada jenjang SD, 38.540 siswa tercatat berhenti sekolah atau setara 0,16% populasi siswa SD. Di daerah 3T, angka ini lebih tinggi akibat terbatasnya transportasi, kondisi ekonomi keluarga hingga rendahnya motivasi belajar.

Di sisi tenaga pendidik, persoalan tidak kalah pelik. Hingga 70% sekolah di kawasan 3T kekurangan guru mata pelajaran kritis matematika, fisika, hingga bahasa Inggris. Insentif rendah, fasilitas terbatas, dan beban penugasan yang berat membuat banyak guru enggan bertugas di daerah terpencil. Akibatnya, kualitas belajar di wilayah ini tertinggal jauh dari rata-rata nasional.

Persoalan lain muncul dari kondisi fisik sekolah. Berdasarkan data Dapodik per November 2024, hanya 35,1% ruang kelas di wilayah 3T berada dalam kondisi baik. Sisanya mengalami kerusakan ringan hingga berat. Kesulitan distribusi material, keterbatasan anggaran daerah, dan hambatan mobilitas membuat proses renovasi berjalan lambat.

Peran Korporasi

Di tengah berbagai tantangan tersebut, sejumlah inisiatif dari korporasi nasional turut memberikan kontribusi nyata. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial MIND ID, yang berupaya memperkuat ekosistem pendidikan terutama di wilayah sekitar operasional tambang. Salah satu contoh yang telah berjalan pendirian Pemali Boarding School di Bangka Belitung, yang giat menerima siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Sejak 2000, boarding school ini telah mendidik lebih dari 880 siswa dari Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau. Selama periode 2022–2024, 69 alumninya berhasil menembus perguruan tinggi negeri favorit seperti ITB, UGM, dan UNPAD. Fasilitas asrama dan kurikulum terstruktur membantu siswa dari daerah terpencil belajar dalam lingkungan yang lebih kondusif.

Sejak 2024, MIND ID juga menggandeng TIMAH untuk memperkuat pendampingan belajar siswa kelas XI dan XII melalui Ruangguru. Sebanyak 72 siswa mengikuti bimbingan intensif selama satu tahun. Selain itu, MIND ID juga memberikan dukungan dana pendidikan bagi 108 siswa aktif, memastikan mereka dapat berfokus pada studi.

Baca Juga: Tinjau Belajar dengan Smartboard di SMPN 4 Bekasi, Prabowo Ingin Digitalisasi Pendidikan Menyeluruh dan Inklusif

Model dukungan serupa juga dijalankan Freeport Indonesia melalui Program Pendidikan Pola Asrama sejak 2006. Program ini menyasar lebih dari 956 siswa di Papua, dengan fokus meningkatkan literasi, numerasi, dan partisipasi sekolah. Dengan fasilitas asrama modern, sekolah berakreditasi A, serta pendekatan karakter berbasis budaya lokal, program ini memberi kesempatan setara bagi anak-anak dari daerah terpencil.

Antam, anak perusahaan MIND ID, turut memperkuat kualitas pendidikan melalui bantuan beasiswa dan pelatihan guru di wilayah operasi, termasuk Konawe Utara. Bekerja sama dengan dinas pendidikan dan lembaga zakat, program pelatihan guru ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pengajaran khususnya pada mata pelajaran yang selama ini kekurangan tenaga pengajar.

Berbagai program tersebut menunjukkan dukungan MIND ID dapat menjadi pelengkap dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional. Mulai dari penyediaan fasilitas, pendampingan belajar, hingga pelatihan guru, kontribusi ini membantu menjembatani kesenjangan yang sulit dijangkau oleh pemerintah akibat keterbatasan sumber daya demi membangun generasi emas.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NHM Dorong Pembelajaran...
NHM Dorong Pembelajaran Berbasis Lapangan dalam Study Club SEG UNPAD SC
Elnusa Petrofin Perkuat...
Elnusa Petrofin Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Sinergi dengan Korlantas Polri dan BPH Migas, Pastikan Subsidi BBM Tepat Sasaran
SIG Buka Peluang Kolaborasi...
SIG Buka Peluang Kolaborasi Global di INTERCEM Asia 2026
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva dan InJourney IAS Jajaki Sinergi Layanan di Pelabuhan Benoa
Tingkatkan Kesadaran...
Tingkatkan Kesadaran Asuransi di Masyarakat, 2026 Jadi Tahun Kolaborasi
Kolaborasi Generasi...
Kolaborasi Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved