Bakal Diberangus Purbaya, Pedagang Thrifting: Kita Siap Bayar Pajak 1.000 Persen

Rabu, 19 November 2025 - 20:13 WIB
loading...
Bakal Diberangus Purbaya,...
Pedagang Thrifting mengusulkan agar pemerintah menetapkan batas kuota barang impor bekas yang boleh dijual setiap tahun dan siap bayar pajak 1.000 persen. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sejumlah pedagang barang bekas ( thrifting ) mengadu ke DPR, menyusul rencana pemerintah yang ingin menertibkan barang bekas impor . Mereka meminta agar usaha thrifting tidak sepenuhnya dilarang, melainkan diatur melalui skema kuota.

Perwakilan pedagang Thrifting Pasar Senen , Rifai Silalahi mengungkapkan, bahwa pelarangan total akan memutus sumber penghidupan ribuan pedagang. Ia mengusulkan agar pemerintah menetapkan batas kuota barang impor bekas yang boleh dijual setiap tahun.

"Mungkin untuk dilegalkan sulit karena negara kita masih belum jelas kenapa thrifting ini tidak bisa dilegalkan, tapi setidaknya minimal barang ini bisa dikasih kuota, dikasih barang terbatas," ungkapnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga: Berantas Thrifting, Purbaya: Pelaku Akan Dilarang Impor Seumur Hidup

Menurutnya kebijakan berbasis kuota akan membuat pedagang lebih tenang dan memberikan kepastian usaha. Rifai juga menegaskan kesiapan para pedagang untuk patuh terhadap regulasi, termasuk membayar pajak dalam jumlah besar demi operasional yang legal dan transparan.

"Oke, kami para pedagang thrifting seluruh Indonesia boleh berjualan, tapi yang bisa kalian jual hanya sekian ton per tahun, nah itu lebih jelas. Kita siap bayar pajak 1.000 persen, daripada sekian ratus juta itu masuk ke oknum-oknum yang enggak jelas, lebih baik kita bayar ke negara," ujar Rifai.



Ia berharap DPR dapat mempertemukan pedagang dengan pemerintah untuk mencari solusi yang adil dan tidak merugikan pihak mana pun. Menurutnya, isu thrifting sering kali menjadi polemik nasional, namun belum ada penyelesaian jangka panjang yang jelas.

"Artinya kita harus cari solusi, jadi jangan tiap hari ini jadi bancakan, tiap hari kita jadi isu Pak. Jadi thrifting ini sangat seksi sekali untuk dinaikkan jadi isu," tegasnya.

Rifai juga menekankan bahwa saat ini merupakan momen penting bagi pedagang, mengingat tingginya permintaan menjelang Natal, Tahun Baru, serta bulan puasa dan Lebaran.

Baca Juga: Pedagang Baju Bekas Impor Janji Bayar Pajak Asal Thrifting Dilegalkan

Ia pun meminta agar saat ini pemerintah menyediakan solusi jangka pendek untuk mendukung kelangsungan usaha para pedagang di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

"Ini momen-momen yang ditunggu sebenarnya. Tapi di saat yang bersamaan Bapak Menteri kita yang terhormat Purbaya itu melarang. Artinya dengan melihat situasi sekarang stok barang, ya mungkin hanya sampai bulan 12 itu sudah enggak bisa lagi," ungkap Rifai.

"Jadi ya kembali lagi Pak, jadi situasi ekonomi kita sudah sulit, ya tolong dong. Artinya apa solusi minimal, jangka pendeknya dulu, baru kita bicara jangka panjangnya seperti apa," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Indonesia Impor Pakaian...
Indonesia Impor Pakaian Bebas dari AS Buntut Nego Tarif Trump, Begini Faktanya
Pedagang Daging Jabodetabek...
Pedagang Daging Jabodetabek Mogok Jualan, Lapak Pasar Kosong Melompong
Purbaya soal Baju Reject...
Purbaya soal Baju Reject Ekspor Buat Bantuan Bencana: Belum Ada Permohonan Resmi
Purbaya Tolak Pemanfaatan...
Purbaya Tolak Pemanfaatan Pakaian Bekas Impor Jadi Bantuan Korban Bencana
Setelah Basmi Thrifting,...
Setelah Basmi Thrifting, Pemerintah Bakal Batasi Barang Impor dari China
Pedagang Korban Tertabrak...
Pedagang Korban Tertabrak Mobil SPPG di Bekasi Meninggal Dunia
Sopir Pajero yang Kabur...
Sopir Pajero yang Kabur usai Tabrak Pedagang di Jaktim Ditangkap
Tabrak Pedagang Buah...
Tabrak Pedagang Buah di Jaktim, Pengemudi Pajero Kabur
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
Siap-siap, Nunggak Bayar...
Siap-siap, Nunggak Bayar Pajak Tak Bisa Urus SIM hingga Paspor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved