Jabat Dewan Penasihat, Jokowi Pidato di Bloomberg Economy Forum Hari Ini
Kamis, 20 November 2025 - 07:55 WIB
loading...
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato di acara 7th Annual Bloomberg New Economy Forum. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato di acara 7th Annual Bloomberg New Economy Forum. Pidato itu akan disampaikan dalam kapasitasnya sebagai Dewan Penasihat Bloomberg New Economy.
Hal itu disampaikan Jokowi melalui akun resmi Instagramnya @jokowi. Jokowi menyebut pidato yang akan disampaikan berkaitan dengan arah pembangunan hingga peran ekonomi global Indonesia.
"Sebagai Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, saya dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai arah pembangunan Indonesia dan peran kita dalam ekonomi global pada Jumat mendatang," tulis Jokowi dalam keterangan unggahannya, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Sebut Stres Hadapi Kasus Ijazah, dr Tifa Sarankan Jokowi Berobat ke Luar Negeri
Jokowi menyebut forum itu dibuka pada Rabu hari ini. Forum yang digelar 19-21 November 2025 di Singapura ini juga dihadiri langsung oleh Chairman Michael Bloomberg serta lebih dari 50 tokoh dunia. "Semoga dialog lintas negara dan lintas sektor di forum ini memperkuat kolaborasi dan mendorong inovasi," tulisnya.
Sebagai informasi, Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat (Advisory Board) Bloomberg New Economy. Penunjukan ini dilakukan pada April 2025 dan diumumkan melalui situs resmi organisasi tersebut.
Baca Juga: Terungkap, KPU Solo Musnahkan Arsip Pencalonan Jokowi sebagai Wali Kota
Dalam pernyataannya, Bloomberg New Economy menyebut bahwa Dewan Penasihat Global ini dibentuk untuk membantu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dewan ini diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, bisnis, hingga lembaga multilateral.
"Kami membentuk Dewan Penasihat Global yang baru pada April 2025 untuk membantu menghadapi tantangan kompleks yang dihadapi dunia. Kelompok penasihat ini menghadirkan pengalaman di tingkat tertinggi bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral. Masukan mereka akan sangat penting dalam membimbing upaya kami," tulis Bloomberg New Economy, dikutip Selasa (23/9/2025).
Hal itu disampaikan Jokowi melalui akun resmi Instagramnya @jokowi. Jokowi menyebut pidato yang akan disampaikan berkaitan dengan arah pembangunan hingga peran ekonomi global Indonesia.
"Sebagai Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, saya dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai arah pembangunan Indonesia dan peran kita dalam ekonomi global pada Jumat mendatang," tulis Jokowi dalam keterangan unggahannya, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Sebut Stres Hadapi Kasus Ijazah, dr Tifa Sarankan Jokowi Berobat ke Luar Negeri
Jokowi menyebut forum itu dibuka pada Rabu hari ini. Forum yang digelar 19-21 November 2025 di Singapura ini juga dihadiri langsung oleh Chairman Michael Bloomberg serta lebih dari 50 tokoh dunia. "Semoga dialog lintas negara dan lintas sektor di forum ini memperkuat kolaborasi dan mendorong inovasi," tulisnya.
Sebagai informasi, Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat (Advisory Board) Bloomberg New Economy. Penunjukan ini dilakukan pada April 2025 dan diumumkan melalui situs resmi organisasi tersebut.
Baca Juga: Terungkap, KPU Solo Musnahkan Arsip Pencalonan Jokowi sebagai Wali Kota
Dalam pernyataannya, Bloomberg New Economy menyebut bahwa Dewan Penasihat Global ini dibentuk untuk membantu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dewan ini diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, bisnis, hingga lembaga multilateral.
"Kami membentuk Dewan Penasihat Global yang baru pada April 2025 untuk membantu menghadapi tantangan kompleks yang dihadapi dunia. Kelompok penasihat ini menghadirkan pengalaman di tingkat tertinggi bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral. Masukan mereka akan sangat penting dalam membimbing upaya kami," tulis Bloomberg New Economy, dikutip Selasa (23/9/2025).
(nng)
Lihat Juga :