Aspebindo Energy Executive Forum 2025 Tekankan Kolaborasi Menuju Swasembada Energi

Jum'at, 21 November 2025 - 09:22 WIB
loading...
Aspebindo Energy Executive...
Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO) bersama Indonesian Petroleum Association (IPA) menyelenggarakan ASPEBINDO Energy Executive Forum 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo) bersama Indonesian Petroleum Association (IPA) menyelenggarakan ASPEBINDO Energy Executive Forum 2025, sebuah forum eksekutif yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor untuk membahas ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Ketua Umum Aspebindo, Anggawira menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi. Ia menyoroti persoalan aktual terkait pasokan batu bara untuk PLN.

"PLN saat ini menghadapi dinamika harga batu bara yang tidak match dengan struktur kebutuhan mereka. Mudah-mudahan melalui forum ini kita bisa menemukan titik temu harga yang lebih ideal dan berkeadilan bagi semua pihak," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Aspebindo Sukses Gelar Indonesia Energy Outlook 2025 dan Rakernas, Ajang Kolaborasi dan Inovasi Industri Energi

Ia menambahkan, energi merupakan salah satu komitmen utama Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah tengah mendorong optimalisasi migas, minerba, serta potensi energi masyarakat sebagai future business strategis.

Ketua Panitia, Mahendra, melaporkan bahwa forum dihadiri 212 peserta dari berbagai sektor energi. "Kegiatan ini bukan hanya ruang dialog, tetapi wadah kolaborasi. Kami berharap forum ini menghasilkan insight strategis dan kerja sama konkret bagi masa depan energi Indonesia," paparnya.

Paparan dari sektor batu bara disampaikan oleh Gita Mahyarani, Plt. Direktur Eksekutif APBI dan Singgih Widagdo. Gita menjelaskan bahwa realisasi produksi batu bara tahun ini mendekati 90% dari target, namun industri masih menghadapi tantangan signifikan.



Gita juga menyoroti tantangan RKAB, perizinan, dan perlunya keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor. Singgih menambahkan bahwa biaya produksi terus meningkat, tambang semakin tua, sementara kewajiban DMO dan dinamika pasar global khususnya dari China dan India, masih sangat mempengaruhi. Kebijakan harga harus fair agar industri tetap berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan IPA, Marjolin Wajong memaparkan outlook migas Indonesia yang menunjukkan kebutuhan minyak dan gas akan terus meningkat dalam beberapa dekade ke depan.

"Tren produksi migas menurun, sementara sekitar 50% potensi migas Indonesia belum dieksplorasi dan membutuhkan biaya serta teknologi tinggi. Indonesia harus semakin kompetitif untuk menarik investor global," ujarnya.

Baca Juga: ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi

IPA juga menekankan pentingnya kepastian kontrak jangka panjang dan revisi regulasi migas untuk memperkuat iklim investasi serta menarik modal eksplorasi dan produksi. Pada sesi energi terbarukan, Fabby Tumewa dari IESR, menyoroti peluang percepatan pemanfaatan PLTS atap, biofuel, waste-to-energy, hingga potensi co-firing biomassa di PLTU sebagai langkah praktis dalam mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

Fabby menambahkan bahwa tanpa ketersedian energi bersih dengan harga yang terjangkau, investor akan mencari tempat lain untuk investasi. Akademisi dan pengamat energi dari Tri Sakti, Komaidi Notonegoro menekankan pentingnya keseimbangan dalam menentukan harga energi. Setiap kenaikan harga energi akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat. Pada saat yang sama, harga energi yang terlalu rendah akan mematikan industri energi dan mengamcam ketahanan energi nasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Kejar Swasembada...
Prabowo Kejar Swasembada Energi: Paling Lambat Akhir 2029
Pemerataan Energi Bersih...
Pemerataan Energi Bersih lewat 70 Ribu Jaringan Transmisi Pintar, Hashim Ajak Siap Hadapi Transisi Energi
Pertamina Paparkan Strategi...
Pertamina Paparkan Strategi Swasembada Energi dan Penguatan Ekonomi Rakyat di DPR
Sinergi BUMN Bisa Percepat...
Sinergi BUMN Bisa Percepat Swasembada Energi Nasional
BRI Dukung Program Sapi...
BRI Dukung Program Sapi Merah Putih, Dorong Swasembada Pangan Nasional
HUT ke-80 RI, PHE Tegaskan...
HUT ke-80 RI, PHE Tegaskan Posisi Sebagai Kontributor Utama Kedaulatan Energi dan Swasembada Migas
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Ancaman Konflik Global,...
Ancaman Konflik Global, Prabowo: Kita Percepat Swasembada Pangan dan Energi
Rekomendasi
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved