BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok

Jum'at, 21 November 2025 - 11:39 WIB
loading...
BPS dan Kemendag Perkuat...
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dan Mendag saat meninjau harga pangan menjelang Nataru. FOTO/BPS
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat sinergi penyediaan data harga bahan pokok untuk mendukung kebijakan pengendalian inflasi yang lebih cepat dan terarah. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting karena data lapangan yang akurat dan terkini dibutuhkan untuk merespons dinamika harga kebutuhan pokok yang berdampak pada daya beli masyarakat.

"BPS setiap minggu menghitung Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proxy indicator inflasi. IPH dihitung dari data harga yang diperoleh BPS dari Kemendag melalui SP2KP," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan tetrtulis, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Aktivitas Ekonomi Meningkat, Didorong Sektor Pariwisata dan Stabilitas Inflasi

Kemendag selama ini memiliki jejaring kontributor pemantauan harga yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Data harian yang dihimpun dari lapangan ini kemudian dimanfaatkan BPS untuk menghitung Indeks Perkembangan Harga (IPH), indikator mingguan yang menjadi gambaran awal tekanan inflasi.

Sinergi penyediaan data ini sekaligus menjadi salah satu bentuk konkret kerjasama statistik sektoral antar lembaga. Setiap hari Senin, Kepala BPS memaparkan hasil IPH dalam rapat koordinasi inflasi daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri. Kecepatan pemerintah merespons pergerakan harga sangat ditentukan oleh kualitas data lapangan serta koordinasi antarlembaga yang solid.



Amalia menegaskan IPH yang kini memasuki tahun keempat penyusunannya telah menjadi instrumen penting dalam pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemendag atas kolaborasi yang selama ini berjalan baik, yang menurutnya berkontribusi pada terjaganya daya beli masyarakat di seluruh Indonesia.

Sementara, Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya menjaga akurasi data dalam pemantauan harga. "Terima kasih BPS atas kerjasama dan kepercayaan selama ini atas data yang kami kumpulkan. Akurasi data harus kita utamakan. Bila melihat harga naik, bukan angka atau datanya yang diubah, tapi intervensi kebijakan yang harus dijalankan untuk menurunkan harga," kata dia.

BPS juga memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah Kemendag dalam memperkuat SP2KP. Integrasi pelaporan elektronik, perbaikan mekanisme validasi, serta peningkatan kapasitas petugas melalui program e-learning dinilai mampu memperkokoh ekosistem data harga pangan nasional yang lebih transparan dan dapat diandalkan.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Guncangan Global

Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada koordinasi di tingkat pusat, tetapi juga menyentuh lapangan. Di sela-sela pelaksanaan Rakernas Pemantauan Barang Kebutuhan Pokok Kemendag, Menteri Perdagangan dan Kepala BPS turun langsung mencermati harga sejumlah komoditas strategis di Pasar Cihapit, Bandung (20/11). Mereka meninjau harga beras, cabai merah, daging ayam, daging sapi, dan komoditas lain yang rentan berfluktuasi.

Sinergi BPS dan Kemendag menunjukkan bahwa pengendalian inflasi membutuhkan pendekatan data yang kuat dan tindakan intervensi yang tepat. Dengan penyediaan data yang makin terintegrasi, pemerintah memiliki landasan lebih kokoh untuk menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang cepat berubah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Aliansi Rusia-China...
Aliansi Rusia-China Semakin Kuat Meskipun Ada Tekanan Barat
Rekomendasi
Janji Tesla 10 Tahun...
Janji Tesla 10 Tahun Lalu Diwujudkan Xiaomi: Robot Charger EV Otomatis
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved