Jabar Petakan Strategi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%

Jum'at, 21 November 2025 - 14:30 WIB
loading...
Jabar Petakan Strategi...
Economics 360° Roundtable Discussions dengan tema Jabar untuk 8 Persen Ekonomi – Menuju Indonesia Emas 2045. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Jawa Barat mematangkan strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target 8% sebagai bagian dari agenda besar Indonesia Emas 2045. Dengan PDRB saat ini berada di kisaran Rp2.823 triliun, Jawa Barat menargetkan peningkatan nilai tersebut menjadi Rp4.000 triliun dalam lima tahun ke depan.

"Sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk mencapai target peningkatan PDRB secara berkelanjutan," ucap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam forum strategis Economics 360° Roundtable Discussions, baru-baru ini.

Dia menegaskan, untuk mencapai akselerasi tersebut, diperlukan integrasi kebijakan yang solid di antara semua pihak. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar, menuturkan pentingnya peran data sebagai tulang punggung pengambilan keputusan. Ia menekankan perlunya pendekatan berbasis data yang akurat untuk memetakan sumber-sumber pertumbuhan potensial dan merumuskan strategi pencapaian PDRB Rp4.000 triliun.

Baca Juga: BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina BA Center, Burhanuddin Abdullah, menggarisbawahi perlunya efisiensi dan tata kelola yang berbasis bukti (evidence-based) dalam kebijakan fiskal daerah. “Kebijakan fiskal daerah yang efisien dan berbasis evidensi menjadi fondasi dalam mendukung pertumbuhan menuju 8%," kata dia.



Aspek akuntabilitas belanja publik menjadi penekanan lain dari Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan. Ia menyebutkan bahwa efektivitas belanja publik dan tata kelola yang baik merupakan pilar yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan ekonomi daerah. Akuntabilitas anggaran menjadi jaminan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan berkontribusi maksimal pada pertumbuhan.

Secara sektoral, ekonomi kreatif, digital, dan koperasi modern ditempatkan sebagai penggerak. Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, menyampaikan bahwa penguatan sektor kreatif dan digital adalah bagian dari strategi nasional untuk memperluas kontribusi ekonomi baru berbasis inovasi di daerah.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Guncangan Global

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koperasi, Rully Nuryanto, menyampaikan bahwa revitalisasi koperasi modern diharapkan mampu menjadi tulang punggung partisipasi ekonomi warga dan meningkatkan pembiayaan produktif. Founder The Economics 360 & Runway Project Indonesia, Poppy Zeidra, menambahkan, forum ini hadir sebagai wadah yang merangkai gagasan lintas pemangku kepentingan, termasuk OJK, BI, Bank BJB, dan dunia usaha. Tujuannya adalah merumuskan langkah percepatan ekonomi secara terukur dan berbasis data.

Melalui sinergi antara pemerintah, regulator, lembaga riset, dan sektor swasta ini, Jawa Barat diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi terintegrasi. Ekosistem ini diharapkan mampu mempercepat arus investasi, memperkuat sektor UMKM, dan mencapai target pertumbuhan 8%, sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Rekomendasi
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved