OKX Perluas Layanan Perdagangan lewat Fitur Terintegrasi
Minggu, 23 November 2025 - 18:42 WIB
loading...
Platform kripto global OKX resmi meluncurkan fitur terbaru bernama CeDeFi. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Platform kripto global OKX resmi meluncurkan fitur terbaru bernama CeDeFi, yang memungkinkan pengguna mengakses jutaan token dari berbagai blockchain melalui satu aplikasi terpadu. Integrasi ini menghubungkan layanan langsung ke sejumlah decentralized exchange (DEX) di jaringan Base, Solana, dan XLayer, yakni jaringan layer-2 yang dikembangkan OKX. Peluncuran CeDeFi diklaim membawa pengalaman perdagangan aset kripto ke level baru dengan menggabungkan kenyamanan layanan tersentralisasi (CeFi) dan kemandirian penuh dari decentralized finance (DeFi).
Melalui CeDeFi, pengguna dapat berpindah secara mulus antara order book tersentralisasi dan pasar terdesentralisasi. Seluruh aktivitas perdagangan terintegrasi dalam satu tampilan portofolio, memudahkan pengguna memantau performa aset dengan lebih efisien. Setelah mengatur passkey, pengguna dapat mengakses data harga real-time serta mengeksekusi transaksi secara self-custody dengan harga terbaik dari lebih dari 100 pool likuiditas global.
"Melalui CeDeFi, kami ingin menghapus batas antara dunia CeFi dan DeFi. Pengguna kini dapat menjelajahi jutaan token, berdagang dengan harga terbaik, dan tetap memegang kendali penuh atas aset mereka—semua dari satu aplikasi OKX,” ujar Ferry, Senior Growth, OKX Wallet dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025). "Langkah ini memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman trading yang aman, efisien, dan inklusif bagi seluruh pengguna di seluruh dunia."
Baca Juga: Naik 75%, OKX Catat Total Aset Pelanggan USD35,4 Miliar
Fitur CeDeFi juga menghadirkan pembuatan wallet non-kustodial otomatis saat pengguna mengaktifkan perdagangan DEX. Wallet tersebut menggunakan teknologi passkey yang menjamin keamanan sekaligus memudahkan pengelolaan aset digital tanpa perlu mengingat seed phrase. Selain itu, pengguna dapat menelusuri berbagai token baru melalui fitur global search bar, mirip dengan pengalaman pada sejumlah aplikasi wallet populer seperti Rainbow dan Phantom.
Peluncuran CeDeFi dilakukan di tengah menguatnya tren global integrasi perdagangan on-chain di berbagai bursa besar dunia. Coinbase sebelumnya menambah dukungan perdagangan DEX untuk aset berbasis Base, sementara Binance memperluas akses serupa lewat integrasi Pancakeswap melalui Binance Alpha. Pada Oktober 2025, volume perdagangan DEX global mencapai rekor tertinggi USD613,3 miliar, meningkat dari hampir USD500 miliar pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: OKX Catatkan Total Aset Pengguna Capai Rp463 Triliun
Pertumbuhan pesat tersebut mencerminkan meningkatnya minat pengguna terhadap perdagangan aset terdesentralisasi. Dengan inovasi ini, OKX berupaya memperkuat posisinya sebagai pelopor integrasi CeFi–DeFi, menawarkan akses terpadukan ke ekosistem multi-rantai tanpa mengorbankan keamanan maupun likuiditas. OKX menegaskan bahwa peluncuran CeDeFi sekaligus menandai arah baru strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan pengguna yang semakin mengutamakan kemandirian, transparansi, dan efisiensi dalam perdagangan aset digital.
Melalui CeDeFi, pengguna dapat berpindah secara mulus antara order book tersentralisasi dan pasar terdesentralisasi. Seluruh aktivitas perdagangan terintegrasi dalam satu tampilan portofolio, memudahkan pengguna memantau performa aset dengan lebih efisien. Setelah mengatur passkey, pengguna dapat mengakses data harga real-time serta mengeksekusi transaksi secara self-custody dengan harga terbaik dari lebih dari 100 pool likuiditas global.
"Melalui CeDeFi, kami ingin menghapus batas antara dunia CeFi dan DeFi. Pengguna kini dapat menjelajahi jutaan token, berdagang dengan harga terbaik, dan tetap memegang kendali penuh atas aset mereka—semua dari satu aplikasi OKX,” ujar Ferry, Senior Growth, OKX Wallet dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025). "Langkah ini memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman trading yang aman, efisien, dan inklusif bagi seluruh pengguna di seluruh dunia."
Baca Juga: Naik 75%, OKX Catat Total Aset Pelanggan USD35,4 Miliar
Fitur CeDeFi juga menghadirkan pembuatan wallet non-kustodial otomatis saat pengguna mengaktifkan perdagangan DEX. Wallet tersebut menggunakan teknologi passkey yang menjamin keamanan sekaligus memudahkan pengelolaan aset digital tanpa perlu mengingat seed phrase. Selain itu, pengguna dapat menelusuri berbagai token baru melalui fitur global search bar, mirip dengan pengalaman pada sejumlah aplikasi wallet populer seperti Rainbow dan Phantom.
Peluncuran CeDeFi dilakukan di tengah menguatnya tren global integrasi perdagangan on-chain di berbagai bursa besar dunia. Coinbase sebelumnya menambah dukungan perdagangan DEX untuk aset berbasis Base, sementara Binance memperluas akses serupa lewat integrasi Pancakeswap melalui Binance Alpha. Pada Oktober 2025, volume perdagangan DEX global mencapai rekor tertinggi USD613,3 miliar, meningkat dari hampir USD500 miliar pada bulan sebelumnya.
Baca Juga: OKX Catatkan Total Aset Pengguna Capai Rp463 Triliun
Pertumbuhan pesat tersebut mencerminkan meningkatnya minat pengguna terhadap perdagangan aset terdesentralisasi. Dengan inovasi ini, OKX berupaya memperkuat posisinya sebagai pelopor integrasi CeFi–DeFi, menawarkan akses terpadukan ke ekosistem multi-rantai tanpa mengorbankan keamanan maupun likuiditas. OKX menegaskan bahwa peluncuran CeDeFi sekaligus menandai arah baru strategi perusahaan dalam menjawab kebutuhan pengguna yang semakin mengutamakan kemandirian, transparansi, dan efisiensi dalam perdagangan aset digital.
(nng)
Lihat Juga :