3.000 Resto di Singapura Bangkrut Massal, 250 Tempat Makan Tutup setiap Bulan

Selasa, 25 November 2025 - 12:31 WIB
loading...
A A A
Seiring melemahnya pembelian hunian belakangan ini, secara khusus membuat ruko menjadi properti yang panas di kalangan investor. Baik lokal maupun asing, yang sedikit banyak “berdampak terhadap biaya sewa," kata Yow.

Namun pemilik properti juga menghadapi tekanan mereka sendiri. “Jika sewa seseorang diperbarui saat ini, tiga tahun setelah COVID,” kata Ethan Hsu dari Knight Frank Singapore,“ bahkan dengan kenaikan sewa 50 hingga 100 persen, mungkin saja itu belum sesuai dengan tingkat pasar saat ini.”

Menurut ahli properti tersebut, biaya konstruksi sejak saat itu telah naik sekitar 30% dan biaya pemeliharaan setidaknya meningkat 10%.

“Banyak orang terpaku pada gagasan tentang pemilik properti serakah, yang terdengar menarik. Realitanya, sewa hanyalah salah satu komponen dari biaya yang harus dihadapi penyewa,” katanya.

Dan biaya-biaya itu lebih tinggi dari sebelumnya. Di Burp Kitchen & Bar, meningkatnya biaya tenaga kerja ditambah dengan penurunan permintaan membuatnya mencapai titik kritis.

Ketika jumlah juru masak yang semakin berkurang, pemain besar menawarkan hingga dua kali lipat dari gaji normal untuk mendapatkan staf. Perusahaan yang lebih kecil seperti Burp Kitchen hanya bisa bertarung untuk jangka waktu tertentu, bahkan setelah menaikkan gaji dan mengurangi jam kerja.

Asosiasi Restoran Singapura mengeluarkan peringatan pada bulan Maret tentang “krisis tenaga kerja yang serius” dan menyerukan agar kuota pekerja asing ditinjau ulang. Namun pihak berwenang melihat masalah ini sebagai akibat dari kejenuhan pasar.

Singapura dipenuhi hampir 23.600 usaha makanan eceran pada tahun lalu, meningkat dari hampir 17.200 pada tahun 2016. Meski 3.047 bisnis tutup tahun lalu, hampir 3.800 bisnis baru dibuka. "Rantai usaha yang berkapasitas besar, bagaimanapun, sedang menyingkirkan usaha independen kecil," kata Chua.

Menurut Indeks Layanan Makanan & Minuman Departemen Statistik pada bulan Juni, penyedia katering dan gerai makanan cepat saji mengalami peningkatan penjualan dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan omset restoran menurun sebesar 5,6%. Kafe, pusat makanan, dan tempat makan lainnya mengalami penurunan sebesar 0,1%.

“Ini adalah perubahan drastis yang kami amati dalam perilaku pelanggan,” kata Ronald Chye, pemilik bersama Burp Kitchen, merujuk pada penurunan pengeluaran.

“Ada begitu banyak pilihan di luar sana,” tambah istrinya sekaligus pemilik bersama, Sarah Lim. “Frekuensi seseorang datang ... turun dari tiga, empat kali seminggu menjadi mungkin sekali sebulan.”

Bagi Tang, dampaknya melampaui neraca keuangan. “Saya sudah mengenal (staf saya) selama 20 tahun,” kata pria berusia 40 tahun itu, “dan kehilangan bagian dari persahabatan itu ... tidak mudah untuk dihadapi.”

Resep Bertahan Hidup?

Seperti dilansir channelnewsasia, untuk menemukan restoran baru, lebih dari setengah warga Singapura — termasuk 59% generasi Z — mengandalkan media sosial. Hal ini menurut survei 2023 yang dilakukan oleh perusahaan teknologi perhotelan SevenRooms.

Dan ada para profesional yang membantu operator F&B untuk mempertajam kehadiran mereka secara online. Talking Point melibatkan salah satunya, Dylan Tan, salah satu pendiri Craft Creative bekerja sama dengan Christopher Lim yang berusia 62 tahun, yang menjalankan Marie’s Lapis Cafe di Bedok North.

Sudah lima tahun sejak kafe ini mulai menyajikan makanan dan kue Peranakan buatan tangan yang turun-temurun.

“Kami hanya bertahan… di atas tali,” kata Lim, yang menjual rumahnya dan mencairkan tabungan Central Provident Fund serta polis asuransinya untuk menjaga agar kafenya tetap hidup.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Inovasi Bahan Masak...
Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
Rekomendasi
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
IPDN Mewisuda 1.404...
IPDN Mewisuda 1.404 Mahasiswa, Mendagri: Telah Lahir Ilmuwan di Bidang Pemerintahan
Berita Terkini
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
Borong 20 Pesawat Boeing...
Borong 20 Pesawat Boeing Rp126 T, Taipan Filipina Selamatkan Maskapai Nasional dari Kebangkrutan
Infografis
5 Tempat Makan Enak...
5 Tempat Makan Enak dan Murah di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved