Pengamat Soroti Pentingnya Kejujuran dalam Memasarkan Produk
Selasa, 25 November 2025 - 16:37 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - Pembahasan mengenai praktik komunikasi pemasaran sebuah merek air minum kemasan kembali mengemuka setelah adanya informasi mengenai kerja sama perusahaan tersebut dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Subang. Informasi mengenai adanya pembayaran rutin dari perusahaan kepada PDAM, yang terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR, memunculkan pertanyaan publik tentang bentuk kemitraan yang berlangsung antara kedua pihak.
Selama ini, perusahaan air minum kemasan tersebut dikenal luas melalui citra produk berbasis sumber air pegunungan. Munculnya informasi mengenai hubungan finansial dengan PDAM membuat sebagian masyarakat mempertanyakan kesesuaian antara narasi pemasaran dan realitas operasional yang berlangsung. Keraguan ini berkembang terutama karena belum adanya penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai dasar kerja sama tersebut.
Baca Juga: Anggota DPR Pertanyakan Pembatasan Truk AMDK di Jabar Awal 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kesepakatan antara perusahaan dan PDAM telah berlangsung sejak 1994. Pada masa itu, keduanya disebut memanfaatkan sumber air pada wilayah yang sama. Seiring berjalannya waktu, perusahaan diketahui mengembangkan pengambilan air dari titik lain, sehingga publik mempertanyakan relevansi kerja sama yang tetap berjalan hingga kini.
Pengamat menilai situasi ini menunjukkan pentingnya kejelasan dalam komunikasi publik. Dosen Ilmu Komunikasi, Algooth Putranto, menilai bahwa ketidaktepatan dalam menyampaikan informasi kepada publik dapat menimbulkan persepsi yang membingungkan. Menurut dia, konsistensi pesan merupakan unsur esensial dalam menjaga kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek.
"Dalam komunikasi pemasaran, bukan hanya akurasi informasi yang penting, tetapi juga kejelasan narasi yang disampaikan kepada masyarakat," ujar Algooth dalam pernyataannya, Selasa (25/11/2025). Ia menekankan bahwa publik wajar mengharapkan transparansi dari merek-merek besar yang telah lama hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat
Pandangan serupa disampaikan pengamat strategi komunikasi, Safaruddin Husada. Ia menilai bahwa kejujuran dan keterbukaan merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Tanpa penjelasan yang memadai, kata dia, celah persepsi mudah terbentuk dan dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap sebuah produk.
Para pengamat sepakat bahwa perusahaan perlu memberikan penjelasan komprehensif terkait bentuk kerja sama yang dijalankan. Kejelasan ini dinilai penting tidak hanya untuk menjaga reputasi, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab komunikasi perusahaan kepada masyarakat.
Selama ini, perusahaan air minum kemasan tersebut dikenal luas melalui citra produk berbasis sumber air pegunungan. Munculnya informasi mengenai hubungan finansial dengan PDAM membuat sebagian masyarakat mempertanyakan kesesuaian antara narasi pemasaran dan realitas operasional yang berlangsung. Keraguan ini berkembang terutama karena belum adanya penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai dasar kerja sama tersebut.
Baca Juga: Anggota DPR Pertanyakan Pembatasan Truk AMDK di Jabar Awal 2026
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam keterangannya menyebutkan bahwa kesepakatan antara perusahaan dan PDAM telah berlangsung sejak 1994. Pada masa itu, keduanya disebut memanfaatkan sumber air pada wilayah yang sama. Seiring berjalannya waktu, perusahaan diketahui mengembangkan pengambilan air dari titik lain, sehingga publik mempertanyakan relevansi kerja sama yang tetap berjalan hingga kini.
Pengamat menilai situasi ini menunjukkan pentingnya kejelasan dalam komunikasi publik. Dosen Ilmu Komunikasi, Algooth Putranto, menilai bahwa ketidaktepatan dalam menyampaikan informasi kepada publik dapat menimbulkan persepsi yang membingungkan. Menurut dia, konsistensi pesan merupakan unsur esensial dalam menjaga kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek.
"Dalam komunikasi pemasaran, bukan hanya akurasi informasi yang penting, tetapi juga kejelasan narasi yang disampaikan kepada masyarakat," ujar Algooth dalam pernyataannya, Selasa (25/11/2025). Ia menekankan bahwa publik wajar mengharapkan transparansi dari merek-merek besar yang telah lama hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat
Pandangan serupa disampaikan pengamat strategi komunikasi, Safaruddin Husada. Ia menilai bahwa kejujuran dan keterbukaan merupakan fondasi penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Tanpa penjelasan yang memadai, kata dia, celah persepsi mudah terbentuk dan dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap sebuah produk.
Para pengamat sepakat bahwa perusahaan perlu memberikan penjelasan komprehensif terkait bentuk kerja sama yang dijalankan. Kejelasan ini dinilai penting tidak hanya untuk menjaga reputasi, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab komunikasi perusahaan kepada masyarakat.
(nng)
Lihat Juga :