Sisa Dua Bulan, DJP Pede Bisa Kantongi Rp2.076 Triliun Tahun Ini

Selasa, 25 November 2025 - 20:42 WIB
loading...
Sisa Dua Bulan, DJP...
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) optimistis outlook penerimaan pajak tahun ini masih bisa tercapai. FOTO/Deposit Photo
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan keyakinannya bahwa outlook penerimaan pajak sebesar Rp2.076,92 triliun sepanjang tahun 2025 masih dapat tercapai. Keyakinan ini didukung oleh strategi pengawasan kepatuhan yang diperkuat dan optimalisasi penegakan hukum.

Dirjen Pajak, Bimo Wijayanto menjabarkan empat strategi yang disiapkan DJP untuk mengamankan sisa penerimaan pajak. Pertama, mendorong pembayaran dari sektor-sektor ekonomi yang masih mengalami pertumbuhan positif.

"Kedua, realisasi penerimaan dari bahan-bahan kegiatan proses bisnis utama Direktorat Jenderal Pajak dari mulai kegiatan pengawasan pemeriksaan penegakan hukum dan penagihan yang sudah dilakukan sejak awal tahun," jelas Bimo dalam rapat dengan Komisi XI DPR, dikutip Selasa (25/11/2025).

Baca Juga: Dirjen Pajak Respons Fatwa MUI soal Bumi dan Hunian Tak Layak Kena Pajak

Adapun merealisasikan penerimaan adalah bagian dari kegiatan proses bisnis utama DJP, mulai dari pengawasan, pemeriksaan, penegakan hukum, dan penagihan yang telah dilakukan sejak awal tahun. Ketiga, memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum dalam menangani tindak pidana perpajakan yang beririsan dengan kasus korupsi dan pencucian uang. "Untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan dan deterrent effect (efek jera)," katanya.



Terakhir, mengandalkan sistem Coretax untuk meningkatkan efisiensi proses, kualitas data, dan tingkat kepatuhan wajib pajak. Hingga Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp1.459,03 triliun, atau sekitar 70,2 persen dari target outlook. Artinya, DJP harus mengumpulkan Rp617,87 triliun dalam dua bulan terakhir (November dan Desember) agar target tercapai.

DJP memproyeksikan dua pos pajak utama, yakni Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) beserta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), akan menjadi penyumbang terbesar dan tulang punggung dalam mencapai outlook penerimaan pajak hingga akhir tahun 2025.

Secara nominal, PPN & PPnBM diproyeksikan memiliki kenaikan tertinggi dalam dua bulan terakhir, yaitu mencapai Rp339,30 triliun. Hal ini mencerminkan optimisme DJP terhadap peningkatan konsumsi dan aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun, meskipun pos ini masih mencatat realisasi Rp556,61 triliun per Oktober.

Sementara, PPh Nonmigas yang didominasi oleh PPh Badan, diharapkan dapat menyumbang tambahan hingga Rp228,16 triliun, sehingga total penerimaan PPh Nonmigas dapat mencapai Rp987,52 triliun pada akhir tahun. Di sisi lain, PPh Migas juga diproyeksikan memiliki lonjakan yang signifikan di dua bulan terakhir dengan tambahan Rp33,73 triliun, menunjukkan adanya potensi setoran besar dari sektor minyak dan gas bumi menjelang penutupan tahun anggaran.

Baca Juga: Selain Mantan Dirjen Pajak, Direktur Utama PT Djarum juga Dicekal Kejagung

Namun, Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun mengatakan menyoroti mendalam bahwa kegagalan mencapai target outlook pajak dapat menyebabkan defisit APBN 2025 melebar tajam, bahkan berpotensi melanggar batas undang-undang. Misbakhun memaparkan simulasi, berdasarkan target penerimaan perpajakan keseluruhan (termasuk bea dan cukai). Jika realisasi perpajakan mencapai 90 persen dari target, defisit APBN mencapai 3,39 persen terhadap PDB.

Jika realisasi perpajakan mencapai 85 persen dari target, defisit APBN mencapai 3,92 persen terhadap PDB dan jika realisasi perpajakan hanya mencapai 80 persen dari target (Rp1.992,73 triliun), defisit dapat melebar hingga 4,44 persen dari PDB. "Ini mengkhawatirkan. Sementara tadi penerimaan [pajak] kita baru 70,2 persen (per akhir Oktober 2025). Saya mengkhawatirkan di paling ujung, yaitu defisit," ujar Misbakhun.

Simulasi tersebut penting karena Undang-Undang No. 17/2003 tentang Keuangan Negara telah menetapkan batas aman defisit anggaran adalah maksimal 3 persen terhadap PDB. Per akhir Oktober 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp479,7 triliun atau 2,02 persen terhadap PDB, jauh lebih rendah dari desain awal Pemerintah sebesar 2,53 persen atau outlook terbaru 2,78 persen dari PDB. Misbakhun meminta DJP meningkatkan upaya ekstra dan rutin untuk mencegah pelebaran defisit.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Rekomendasi
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Berita Terkini
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved