UMKM Kian Kompetitif di Era E-Commerce, Akademisi: Produsen Besar Hadapi Tantangan Baru

Rabu, 26 November 2025 - 20:38 WIB
loading...
UMKM Kian Kompetitif...
iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (26/11). FOTO/Dinar Fitra M
A A A
JAKARTA - Pergeseran pola distribusi ritel ke platform digital membuka ruang persaingan yang semakin luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanegara (FEB Untar), Sawidji Widoatmodjo, menyampaikan era e-commerce menciptakan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang sebelumnya didominasi raksasa ritel. Penetrasi pasar dari berbagai platform digital dinilai memberi ruang yang sama bagi produsen kecil dari berbagai daerah untuk memperluas jangkauan penjualannya.

"UMKM bisa membuat pasar mereka, artinya siapapun kita, dari daerah manapun kita bisa berjualan seluas mungkin, that's opportunity," ujar Sawidji dalam Moneyfestasi iNews Media Group Campus Connect di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Rabu (26/11).

Baca Juga: Transformasi Ritel: Konsumen Tinggalkan Toko Fisik, Beralih ke Belanja Online

Ia menuturkan perkembangan ritel ke arah digital juga berdampak langsung pada struktur industri. Menurutnya, produsen kecil kini memiliki kesempatan sama untuk bersaing dengan produsen besar yang sebelumnya mendominasi pasar kebutuhan sehari-hari.



Sawidji mencontohkan tren produk kecantikan yang berkembang pesat di pasar UMKM, dan diikuti oleh para pelaku kecil. "Ini akan menggerogoti pasar-pasar produsen besar seperti Martha Tilaar, Mustika Ratu, dan segala macam itu, karena mereka lebih dekat dengan konsumen,” katanya.

Baca Juga: Dirjen AHU: Penguatan Beneficial Ownership Kunci Mencegah Pelaku Pencucian Uang

Produsen skala kecil pada berbagai kategori bisnis juga disebut mulai muncul sebagai pesaing nyata bagi perusahaan besar. Hal ini dinilai menciptakan tantangan baru bagi raksasa-raksasa ritel yang sebelumnya mendominasi pangsa pasar konsumen domestik.

Ia menyebut pola pemasaran digital memberi fleksibilitas bagi produsen kecil untuk membangun kedekatan dengan konsumen. Sementara produsen besar menghadapi dinamika pasar yang lebih kompetitif. "Produsen kecil mulai mempunyai kesempatan untuk mengalahkan yang besar-besar," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marketplace kian ‘Sesak’,...
Marketplace kian ‘Sesak’, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Lewat LinkUMKM BRI,...
Lewat LinkUMKM BRI, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Instan Berbahan Kakao Khas Lampung
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Buktikan Dampak Nyata, Evanti Sukses Usaha Rumahan hingga Jadi Agen BRILink
SRC Perkuat Pemberdayaan...
SRC Perkuat Pemberdayaan UMKM, Dorong Omzet Toko Kelontong
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Rekomendasi
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Penuh Tantangan, Beban...
Penuh Tantangan, Beban Kelas Menengah Kian Berat di 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved