Kontribusi Keberlanjutan, Lippo Karawaci Raih Top SDGs Award 2025
Kamis, 27 November 2025 - 11:57 WIB
loading...
Presiden Direktur LPKR Marlo Budiman usai menerima penghargaan prestisius TOP SDGs AWARD 2025 di Jakarta, Rabu (26/11/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil meraih penghargaan prestisius TOP SDGs AWARD 2025. Hal ini mencerminkan pengakuan terhadap upaya LPKR yang telah berhasil menjalankan program social development dalam strategi bisnisnya maupun berkontribusi terhadap pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals ( SDGs ).
Presiden Direktur LPKR Marlo Budiman mengatakan, LPKR bangga menerima penghargaan tersebut dan diharapkan menjadi bekal motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi. Sekaligus terus berkomitmen menjalankan program social development dalam strategi bisnis perusahaan serta berkontribusi terhadap pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Baca juga: Wujudkan SDGs 2030, LAN Perkuat Tata Kelola Pemerintahan di Pusat dan Daerah
"Kami sangat gembira karena penghargaan ini bukan sekedar seremoni, akan tetapi juga menjadi tolok ukur kredibilitas, kualitas, dan integritas bagi pelaku industri dalam mewujudkan komitmen untuk penyelenggaraan program social development dalam strategi bisnis perusahaan maupun kontribusi terhadap pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," katanya usai menerima langsung TOP SDGs Award 2025 di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, LPKR mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp368 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp6,51 triliun dan EBITDA sebesar Rp997 miliar. LPKR juga menjaga posisi likuiditas yang solid sebesar Rp2,2 triliun, menegaskan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, dukungan manajemen, serta kepercayaan para pemangku kepentingan yang terus mendorong LPKR untuk terus maju, meningkatkan kinerja, dan memastikan pertumbuhan jangka panjang,” lanjutnya.
Hingga Kuartal III 2025, segmen real estat mencatat pra penjualan sebesar Rp4,02 triliun, atau 64% dari target tahun penuh. Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang 70% dari total pra penjualan.
Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.
Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun didukung serah terima unit yang tepat waktu. Sementara EBITDA mencapai Rp843 miliar, hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal. Baca juga: Keberlanjutan Lingkungan, Lippo Karawaci Perkuat Komitmen Efisiensi Penggunaan Air
Bisnis gaya hidup (lifestyle) LPKR juga menunjukkan pemulihan yang stabil. Sepanjang periode berjalan, segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp994 miliar, dengan laba kotor naik 8% menjadi Rp758 miliar, serta EBITDA meningkat 21% menjadi Rp335 miliar.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan tingkat okupansi tenant mal, optimalisasi biaya operasional, dan pemulihan bisnis perhotelan. Rata-rata tarif kamar hotel naik 2% menjadi Rp635.000, sementara kunjungan mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan kepercayaan konsumen yang terus meningkat terhadap destinasi ritel LPKR.
Presiden Direktur LPKR Marlo Budiman mengatakan, LPKR bangga menerima penghargaan tersebut dan diharapkan menjadi bekal motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi. Sekaligus terus berkomitmen menjalankan program social development dalam strategi bisnis perusahaan serta berkontribusi terhadap pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Baca juga: Wujudkan SDGs 2030, LAN Perkuat Tata Kelola Pemerintahan di Pusat dan Daerah
"Kami sangat gembira karena penghargaan ini bukan sekedar seremoni, akan tetapi juga menjadi tolok ukur kredibilitas, kualitas, dan integritas bagi pelaku industri dalam mewujudkan komitmen untuk penyelenggaraan program social development dalam strategi bisnis perusahaan maupun kontribusi terhadap pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan," katanya usai menerima langsung TOP SDGs Award 2025 di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, LPKR mencatat laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp368 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp6,51 triliun dan EBITDA sebesar Rp997 miliar. LPKR juga menjaga posisi likuiditas yang solid sebesar Rp2,2 triliun, menegaskan manajemen keuangan yang sehat dan terkendali.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, dukungan manajemen, serta kepercayaan para pemangku kepentingan yang terus mendorong LPKR untuk terus maju, meningkatkan kinerja, dan memastikan pertumbuhan jangka panjang,” lanjutnya.
Hingga Kuartal III 2025, segmen real estat mencatat pra penjualan sebesar Rp4,02 triliun, atau 64% dari target tahun penuh. Kinerja ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap hunian tapak terjangkau dan premium, yang menyumbang 70% dari total pra penjualan.
Produk-produk tersebut diminati oleh pembeli rumah pertama (first-time buyers) maupun end-user yang mencari hunian berkualitas dengan nilai investasi tinggi. Dua proyek unggulan, yaitu Park Serpong tahap 4 & 5 serta Metropolis Marq Estate di Kota Tangerang, menjadi pendorong utama pencapaian ini.
Secara finansial, pendapatan segmen real estat tumbuh 74% year-on-year menjadi Rp5,5 triliun didukung serah terima unit yang tepat waktu. Sementara EBITDA mencapai Rp843 miliar, hasil dari efisiensi operasional dan eksekusi proyek yang optimal. Baca juga: Keberlanjutan Lingkungan, Lippo Karawaci Perkuat Komitmen Efisiensi Penggunaan Air
Bisnis gaya hidup (lifestyle) LPKR juga menunjukkan pemulihan yang stabil. Sepanjang periode berjalan, segmen ini membukukan pendapatan sebesar Rp994 miliar, dengan laba kotor naik 8% menjadi Rp758 miliar, serta EBITDA meningkat 21% menjadi Rp335 miliar.
Peningkatan ini didorong oleh kenaikan tingkat okupansi tenant mal, optimalisasi biaya operasional, dan pemulihan bisnis perhotelan. Rata-rata tarif kamar hotel naik 2% menjadi Rp635.000, sementara kunjungan mal stabil di atas 11 juta pengunjung per bulan, mencerminkan kepercayaan konsumen yang terus meningkat terhadap destinasi ritel LPKR.
(poe)
Lihat Juga :