Konsumsi Masyarakat Bakal Ngebut di Peak Season Nataru Bikin Sektor Ritel Pede Menatap 2026

Kamis, 27 November 2025 - 12:30 WIB
loading...
Konsumsi Masyarakat...
Sektor ritel Indonesia memasuki periode emas seiring lonjakan kunjungan ke pusat perbelanjaan, seiring dimulainya peak season menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sektor ritel Indonesia memasuki periode emas. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengkonfirmasi adanya lonjakan kunjungan ke pusat perbelanjaan, seiring dimulainya peak season menjelang Natal dan Tahun Baru ( Nataru ) 2025/2026.

Alphonzus menyebut tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan sudah mulai meningkat dan diperkirakan akan terus bertumbuh karena memasuki masa peak season kedua penjualan ritel, setelah Ramadan-Idul Fitri.Kinerja positif ini diperkuat oleh fenomena konser, libur akhir tahun, dan meningkatnya wisata domestik. Pergerakan masyarakat, baik untuk tujuan wisata maupun mudik, secara langsung berdampak positif pada industri ritel.

Baca Juga: Konsumsi Masyarakat Menggeliat, Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Makin Kuat

"Tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan akan mulai meningkat sehubungan industri usaha ritel di Indonesia mulai memasuki periode menjelang Natal - Tahun Baru yang mana sebagaimana biasanya adalah merupakan 'peak season' kedua penjualan ritel di Indonesia setelah Ramadan - Idul Fitri," kata Alphonzus ketika dikonfirmasi, Rabu (26/11).



Momentum ini ditambah dengan tingginya minat masyarakat pada investasi emas dan gaya hidup (lifestyle), menciptakan ekspektasi positif terhadap konsumsi masyarakat hingga awal tahun depan.Menurut Alphonzus, aktivitas ekonomi yang menggeliat pada kuartal IV ini merupakan kesempatan terakhir bagi peritel untuk mendongkrak penjualan dan menentukan kinerja sepanjang tahun 2025.

Tren peningkatan sudah terlihat sejak kuartal III menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dimana konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89% secara tahunan (yoy) pada kuartal III 2025. Meski sedikit melambat dibanding triwulan sebelumnya, konsumsi masyarakat tetap menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi sekitar 53%.

Pertumbuhan terutama didorong oleh pengeluaran transportasi, komunikasi, restoran, dan hotel yang meningkat seiring naiknya mobilitas masyarakat. BPS menyebut perlambatan pertumbuhan konsumsi pada triwulan III merupakan siklus musiman, bukan karena penurunan tajam daya beli.

Meskipun kondisi global tidak kondusif, Alphonzus menilai pertumbuhan ritel didukung oleh faktor fundamental Indonesia sebagai pasar yang besar dan stabil. Selain itu gaya hidup masyarakat, terutama di kota besar, menjadi pendorong kuat terhadap permintaan barang.

"Faktor lain yang sangat mempengaruhi juga adalah gaya hidup (lifestyle) masyarakat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Gaya hidup (lifestyle) telah menjadi salah satu pendorong yang kuat dalam peningkatan antusiasme terhadap permintaan barang dengan merek-merek baru di Indonesia," jelasnya.

Hal menarik lain adalah minat masyarakat pada investasi emas. Sejalan dengan data tingginya minat investasi emas, pusat perbelanjaan tidak hanya mengalami peningkatan trafik kunjungan ke toko perhiasan, tetapi juga terjadi peningkatan permintaan ruang sewa untuk membuka toko perhiasan baru.

"Ya benar demikian, bukan hanya terjadi peningkatan kunjungan ke toko-toko perhiasan tetapi juga terjadi peningkatan permintaan ruang sewa untuk membuka toko-toko perhiasan di pusat perbelanjaan," ungkap Alphonzus.

Baca Juga: Konsumsi Masyarakat Terus Tumbuh Memasuki Kuartal IV, Keyakinan Konsumen Naik

Pusat perbelanjaan juga berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan optimalisasi belanja. Alphonzus menyebut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian secara aktif mengkoordinasikan berbagai program kegiatan penjualan melalui asosiasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait, termasuk Pemerintah Daerah, untuk memastikan pencapaian kinerja penjualan ritel yang maksimal.

Mengenai peluang bagi UMKM, APPBI melihat pusat perbelanjaan akan berfungsi sebagai tempat pembelajaran untuk meningkatkan kapasitas UMKM dalam berbagai aspek ritel, membantu mereka menembus pasar ekspor yang menuntut kemampuan ritel lebih tinggi.

Momentum kuat kuartal IV-2025 diperkirakan akan berlanjut. Alphonzus menekankan, bahwa kuartal IV-2025 dan kuartal I-2026 adalah periode penting. Kuartal I-2026 adalah peak season pertama dan menjadi pembuka periode penjualan ritel tahunan.

"Demikian juga dengan triwulan I-2026 adalah merupakan 'peak season' pertama dan menjadi pembuka periode penjualan ritel pada awal 2026 di Indonesia yang mana nantinya akan berpengaruh ataupun berdampak serta akan menentukan terhadap pencapaian kinerja secara keseluruhan tahun 2026," pungkas Alphonzus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Watsons Apotek Bintaro...
Watsons Apotek Bintaro Sektor 9 Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Health & Beauty Retail di Indonesia
Iduladha, The Park Pejaten...
Iduladha, The Park Pejaten Bagikan Hewan Kurban bagi Masyarakat Sekitar
Minimarket, Warung,...
Minimarket, Warung, dan Emosi yang Perlu Didisiplinkan
Razia Pak Ogah di Pusat...
Razia 'Pak Ogah' di Pusat Perbelanjaan Tanah Abang
Rekomendasi
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Berita Terkini
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved