Kredit Pintar Kolaborasi Bantu UMKM Melek Keuangan
Kamis, 27 November 2025 - 19:50 WIB
loading...
Platform pinjaman daring Kredit Pintar berkolaborasi dengan CBI SME Bureau dan komunitas Sahabat UMKM menggelar edukasi Kelas Pintar Bersama. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Platform pinjaman daring Kredit Pintar berkolaborasi dengan CBI SME Bureau dan komunitas Sahabat UMKM menggelar edukasi “Kelas Pintar Bersama” bertema Kiat Sukses Mendapatkan Modal Usaha di Depok, Jawa Barat, Rabu (26/11). Program ini ditujukan untuk memperluas literasi keuangan sekaligus membantu pelaku usaha kecil memahami cara mengakses pembiayaan dengan lebih efektif.
Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, khususnya penggiat UMKM. “Jumlah ini akan terus bertambah seiring komitmen Kredit Pintar dalam menyediakan edukasi yang merata, memperluas inklusi keuangan, serta membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/11).
Baca Juga: Kredit Pintar Ajak Mahasiswa Melek Keuangan sejak di Bangku Kuliah
Sejak 2022 hingga Oktober 2025, program Kelas Pintar Bersama telah menjangkau lebih dari 3.150 peserta di 42 kota di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong kapasitas pelaku usaha sekaligus memperluas akses UMKM terhadap pembiayaan formal.
CEO & Founder PT Kreasi Dewe Indonesia, Dewi Astuti, yang menjadi narasumber dalam pelatihan, menekankan bahwa pinjaman modal dapat menjadi pendorong bagi UMKM untuk tumbuh. Ia menilai pembiayaan dapat dimanfaatkan sebagai “kendaraan” untuk masuk ke pasar baru, meningkatkan kapasitas produksi, serta menangkap peluang usaha yang tidak dapat ditunda.
Namun, Dewi mengingatkan pentingnya pelaku UMKM untuk memastikan usaha mereka layak dibiayai. Ia menyebut sejumlah aspek yang perlu diperhatikan, seperti laporan keuangan yang rapi, alur produksi jelas, permintaan stabil, reputasi pemilik usaha, manajemen stok terukur, serta perencanaan bisnis yang realistis dan memiliki rekam jejak positif.
Narasumber lainnya, Head of Business SME Bureau Credit Bureau Indonesia, Tiffany Octaviana, menekankan perlunya ketertiban administrasi bagi UMKM, termasuk legalitas usaha seperti PT atau CV. Menurut dia, legalitas menjadi salah satu fondasi penting untuk memperluas pasar, terutama ketika ingin masuk ke ekosistem bisnis yang lebih besar seperti B2B, supermarket, restoran, dan kafe.
Baca Juga: Kredit Pintar Kolaborasi Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan
Selain materi mengenai pembiayaan, peserta juga mendapatkan panduan praktis tentang menjaga kesehatan kredit, mempersiapkan dokumen usaha, hingga memanfaatkan teknologi finansial secara bijak. Materi tersebut diharapkan membantu UMKM memahami peluang dan tantangan dalam mendapatkan modal usaha.
Head of Business Strategy Kredit Pintar, M. Ary Mulyono, menyampaikan bahwa Kelas Pintar Bersama merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kredit Pintar dalam memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ia menegaskan pentingnya edukasi agar pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing dan memperoleh modal secara lebih efektif.
Kredit Pintar mencatatkan penyaluran pinjaman hingga Rp8,8 triliun sepanjang 2024. Sejak berdiri pada 2017, total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp58,8 triliun, menjadi salah satu kontribusi perusahaan dalam mendorong akses pendanaan bagi masyarakat dan UMKM.
Brand Manager Kredit Pintar, Puji Sukaryadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat, khususnya penggiat UMKM. “Jumlah ini akan terus bertambah seiring komitmen Kredit Pintar dalam menyediakan edukasi yang merata, memperluas inklusi keuangan, serta membekali masyarakat dengan pengetahuan untuk mengambil keputusan finansial yang cerdas, aman, dan berkelanjutan di era digital,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (27/11).
Baca Juga: Kredit Pintar Ajak Mahasiswa Melek Keuangan sejak di Bangku Kuliah
Sejak 2022 hingga Oktober 2025, program Kelas Pintar Bersama telah menjangkau lebih dari 3.150 peserta di 42 kota di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, Bali, dan Kalimantan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong kapasitas pelaku usaha sekaligus memperluas akses UMKM terhadap pembiayaan formal.
CEO & Founder PT Kreasi Dewe Indonesia, Dewi Astuti, yang menjadi narasumber dalam pelatihan, menekankan bahwa pinjaman modal dapat menjadi pendorong bagi UMKM untuk tumbuh. Ia menilai pembiayaan dapat dimanfaatkan sebagai “kendaraan” untuk masuk ke pasar baru, meningkatkan kapasitas produksi, serta menangkap peluang usaha yang tidak dapat ditunda.
Namun, Dewi mengingatkan pentingnya pelaku UMKM untuk memastikan usaha mereka layak dibiayai. Ia menyebut sejumlah aspek yang perlu diperhatikan, seperti laporan keuangan yang rapi, alur produksi jelas, permintaan stabil, reputasi pemilik usaha, manajemen stok terukur, serta perencanaan bisnis yang realistis dan memiliki rekam jejak positif.
Narasumber lainnya, Head of Business SME Bureau Credit Bureau Indonesia, Tiffany Octaviana, menekankan perlunya ketertiban administrasi bagi UMKM, termasuk legalitas usaha seperti PT atau CV. Menurut dia, legalitas menjadi salah satu fondasi penting untuk memperluas pasar, terutama ketika ingin masuk ke ekosistem bisnis yang lebih besar seperti B2B, supermarket, restoran, dan kafe.
Baca Juga: Kredit Pintar Kolaborasi Perluas Literasi dan Inklusi Keuangan
Selain materi mengenai pembiayaan, peserta juga mendapatkan panduan praktis tentang menjaga kesehatan kredit, mempersiapkan dokumen usaha, hingga memanfaatkan teknologi finansial secara bijak. Materi tersebut diharapkan membantu UMKM memahami peluang dan tantangan dalam mendapatkan modal usaha.
Head of Business Strategy Kredit Pintar, M. Ary Mulyono, menyampaikan bahwa Kelas Pintar Bersama merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kredit Pintar dalam memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ia menegaskan pentingnya edukasi agar pelaku UMKM dapat meningkatkan daya saing dan memperoleh modal secara lebih efektif.
Kredit Pintar mencatatkan penyaluran pinjaman hingga Rp8,8 triliun sepanjang 2024. Sejak berdiri pada 2017, total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp58,8 triliun, menjadi salah satu kontribusi perusahaan dalam mendorong akses pendanaan bagi masyarakat dan UMKM.
(nng)
Lihat Juga :