IBCSD dan Kadin Net Zero Hub Dorong Akselerasi Dekarbonisasi di Kawasan Industri MM2100
Kamis, 27 November 2025 - 23:52 WIB
loading...
Lokakarya Levelling Up on Net Zero mendorong peningkatan kapasitas perusahaan di kawasan industri dalam memetakan sumber emisi gas rumah kaca (GRK), serta menyusun strategi dan peta jalan dekarbonisasi. Foto/Dok
A
A
A
BEKASI - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) sebagai salah satu mitra strategis Kadin Net Zero Hub (NZH) , berkolaborasi dengan PT Megalopolis Manunggal Industrial Development sebagai pengelola Kawasan Industri MM2100 , menggelar lokakarya “Levelling Up on Net Zero” di Kawasan Industri MM2100 pada Selasa, 25 November 2025.
Acara ini dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri dalam memetakan sumber emisi gas rumah kaca (GRK) , menghitung dan mengumpulkan data emisi, serta menyusun strategi dan peta jalan dekarbonisasi yang selaras dengan target nasional menuju emisi nol bersih pada 2060.
Program Development Director IBCSD, Aloysius Wiratmo membuka forum dengan menekankan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon harus dilihat sebagai strategi bisnis jangka panjang. “KADIN NZH dibentuk sebagai platform kolaborasi untuk membantu perusahaan meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kesiapan dalam menjalankan agenda dekarbonisasi. Transisi menuju bisnis rendah emisi bukan hanya pertimbangan etis atau kepatuhan regulasi, tetapi strategi penting agar perusahaan tetap kompetitif dan berkelanjutan untuk mencapai net zero di tahun 2060 atau lebih awal,” sebut Aloysius.
Baca Juga: Upaya Pemerintah Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Ini Penjelasannya
Sebagai kawasan industri strategis di Indonesia, MM2100 memegang peran penting dalam mendukung akselerasi transisi rendah karbon nasional. Perwakilan MM2100, Susi Rahmawati menekankan, penting bagi kawasan industri untuk memahami dan mengelola emisi secara akurat.
![IBCSD dan Kadin Net Zero Hub Dorong Akselerasi Dekarbonisasi di Kawasan Industri MM2100]()
“Melalui forum seperti ini, kita bisa memahami apa itu emisi GRK, bagaimana cara mengukurnya, dan langkah apa yang dapat dilakukan perusahaan di kawasan industri untuk mengendalikannya. Kita harus mulai memilah mana aktivitas yang benar-benar berdampak besar dan bagaimana mengelolanya. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama sebagai pelaku industri,” sebut Susi dalam sambutannya.
Sesi dilanjutkan dengan pembahasan strategi teknis dalam memperkuat upaya dekarbonisasi perusahaan-perusahaan di kawasan industri yang disampaikan oleh Muhammad Reza, Net Zero Research Analyst dan Adela Damika Putri, Engagement Officer dari WRI Indonesia, sebagai salah satu knowledge partner dari Kadin NZH. Dalam sesi ini dipaparkan konsep Greenhouse Gas (GHG) Accounting dan pemetaan emisi Scope 1, 2, dan 3 sebagai fondasi penyusunan strategi perusahaan.
Baca Juga: Mendorong Kemajuan Kawasan Industri Indonesia
Kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya teknis yang memfasilitasi peserta untuk memetakan sumber emisi dan mulai menyusun baseline perusahaan menggunakan template data GHG Peserta juga mengidentifikasi titik-titik intervensi potensial di Scope 1 dan 2, termasuk efisiensi energi, elektrifikasi, energi terbarukan, dan penguatan rantai pasok.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi kawasan industri Indonesia menuju ekosistem rendah karbon. Lewat forum ini, diharapkan kawasan industri semakin siap mengambil peran kunci dalam mencapai target net zero Indonesia dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui praktik industri yang lebih berkelanjutan.
Acara ini dirancang untuk mendorong peningkatan kapasitas perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan industri dalam memetakan sumber emisi gas rumah kaca (GRK) , menghitung dan mengumpulkan data emisi, serta menyusun strategi dan peta jalan dekarbonisasi yang selaras dengan target nasional menuju emisi nol bersih pada 2060.
Program Development Director IBCSD, Aloysius Wiratmo membuka forum dengan menekankan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon harus dilihat sebagai strategi bisnis jangka panjang. “KADIN NZH dibentuk sebagai platform kolaborasi untuk membantu perusahaan meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kesiapan dalam menjalankan agenda dekarbonisasi. Transisi menuju bisnis rendah emisi bukan hanya pertimbangan etis atau kepatuhan regulasi, tetapi strategi penting agar perusahaan tetap kompetitif dan berkelanjutan untuk mencapai net zero di tahun 2060 atau lebih awal,” sebut Aloysius.
Baca Juga: Upaya Pemerintah Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Ini Penjelasannya
Sebagai kawasan industri strategis di Indonesia, MM2100 memegang peran penting dalam mendukung akselerasi transisi rendah karbon nasional. Perwakilan MM2100, Susi Rahmawati menekankan, penting bagi kawasan industri untuk memahami dan mengelola emisi secara akurat.

“Melalui forum seperti ini, kita bisa memahami apa itu emisi GRK, bagaimana cara mengukurnya, dan langkah apa yang dapat dilakukan perusahaan di kawasan industri untuk mengendalikannya. Kita harus mulai memilah mana aktivitas yang benar-benar berdampak besar dan bagaimana mengelolanya. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama sebagai pelaku industri,” sebut Susi dalam sambutannya.
Sesi dilanjutkan dengan pembahasan strategi teknis dalam memperkuat upaya dekarbonisasi perusahaan-perusahaan di kawasan industri yang disampaikan oleh Muhammad Reza, Net Zero Research Analyst dan Adela Damika Putri, Engagement Officer dari WRI Indonesia, sebagai salah satu knowledge partner dari Kadin NZH. Dalam sesi ini dipaparkan konsep Greenhouse Gas (GHG) Accounting dan pemetaan emisi Scope 1, 2, dan 3 sebagai fondasi penyusunan strategi perusahaan.
Baca Juga: Mendorong Kemajuan Kawasan Industri Indonesia
Kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya teknis yang memfasilitasi peserta untuk memetakan sumber emisi dan mulai menyusun baseline perusahaan menggunakan template data GHG Peserta juga mengidentifikasi titik-titik intervensi potensial di Scope 1 dan 2, termasuk efisiensi energi, elektrifikasi, energi terbarukan, dan penguatan rantai pasok.
Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi kawasan industri Indonesia menuju ekosistem rendah karbon. Lewat forum ini, diharapkan kawasan industri semakin siap mengambil peran kunci dalam mencapai target net zero Indonesia dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui praktik industri yang lebih berkelanjutan.
(akr)
Lihat Juga :