Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%
Jum'at, 28 November 2025 - 07:24 WIB
loading...
A
A
A
"Nah ini tugas kita bersama. Jadi kita tidak hanya sekedar menghitung berapa jumlahnya, ya tapi kita juga menghitung kualitasnya, tidak hanya kuantitasnya. Makanya tolong Bapak-Ibu program-program ini diikuti, ya karena ini salah satu bagaimana kita meningkatkan rasio kewirausahaan tadi," lanjutnya.
Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Menko Airlangga Targetkan Jumlah Pengusaha Naik Jadi 5 Persen
Mendag Busan pun mendorong para pelaku UMKM untuk semakin aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana berjualan. Menurutnya, transformasi ke penjualan online bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Mendag berpendapat bahwa transformasi dari offline ke online sebenarnya bukanlah fenomena yang baru. Ia mencontohkan bagaimana ketika minimarket pertama kali muncul banyak yang menganggap akan menghancurkan toko kelontong, namun pada kenyataannya kedua toko bisa berjalan berdampingan sampai saat ini.
"Ini sama dengan offline dan online ya. Offline katanya banyak terganggu dengan online, tetapi kalau kita lihat UMKM kita juga banyak yang bergerak, banyak yang hidup karena online. Karena mereka tidak perlu ada toko, ada tempat yang biaya mahal tapi dia bisa berjualan secara online," jelasnya.
Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Menko Airlangga Targetkan Jumlah Pengusaha Naik Jadi 5 Persen
Mendag Busan pun mendorong para pelaku UMKM untuk semakin aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana berjualan. Menurutnya, transformasi ke penjualan online bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.
Mendag berpendapat bahwa transformasi dari offline ke online sebenarnya bukanlah fenomena yang baru. Ia mencontohkan bagaimana ketika minimarket pertama kali muncul banyak yang menganggap akan menghancurkan toko kelontong, namun pada kenyataannya kedua toko bisa berjalan berdampingan sampai saat ini.
"Ini sama dengan offline dan online ya. Offline katanya banyak terganggu dengan online, tetapi kalau kita lihat UMKM kita juga banyak yang bergerak, banyak yang hidup karena online. Karena mereka tidak perlu ada toko, ada tempat yang biaya mahal tapi dia bisa berjualan secara online," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :