Indonesia Tertinggal dari Negara Tetangga, Rasio Kewirausahaan Baru 3,2%

Jum'at, 28 November 2025 - 07:24 WIB
loading...
Indonesia Tertinggal...
Menurut Mendag Busan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,2%, tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, serta jauh di bawah Singapura. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rasio kewirausahaan Indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga. Hal ini diungkap Menteri Perdagangan ( Mendag ), Budi Santoso atau Busan di sela acara Penganugerahan Penghargaan Perlindungan Konsumen dan Forum Konsultasi Publik UPTP III Tahun 2025 di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (27/11) kemarin.

Menurut Mendag Busan, rasio kewirausahaan Indonesia saat ini baru mencapai 3,2%, tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang sudah berada di atas 4%, serta jauh di bawah Singapura yang mencapai 8,6%. Sementara itu negara-negara maju umumnya memiliki rasio kewirausahaan di kisaran 10 hingga 12%.

Baca Juga: Jumlah Pengusaha RI Masih Sedikit, Bisa Jadi Negara Maju?

“Rasio kewirausahaan kita itu baru 3,2 persen. Malaysia, Thailand sudah di atas 4 persen, Singapura 8,6 persen, negara maju rata-rata 10-12 persen. Nah syarat untuk menjadi negara maju ya 10-12, kita masih 3,2. Kita UMKM-nya banyak, tetapi kan tidak semua itu mempunyai daya saing, baru 3,2 persen," kata Mendag Busan.



Ia menekankan bahwa meski Indonesia memiliki jumlah UMKM yang besar, tidak semuanya memiliki daya saing yang memadai. Karena itu peningkatan rasio kewirausahaan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelaku usahanya, bukan sekadar penambahan jumlah.

Mendag Busan pun mengimbau seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, untuk mendukung program-program peningkatan kapasitas pelaku usaha. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mendorong kenaikan rasio kewirausahaan nasional.

"Nah ini tugas kita bersama. Jadi kita tidak hanya sekedar menghitung berapa jumlahnya, ya tapi kita juga menghitung kualitasnya, tidak hanya kuantitasnya. Makanya tolong Bapak-Ibu program-program ini diikuti, ya karena ini salah satu bagaimana kita meningkatkan rasio kewirausahaan tadi," lanjutnya.

Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Menko Airlangga Targetkan Jumlah Pengusaha Naik Jadi 5 Persen

Mendag Busan pun mendorong para pelaku UMKM untuk semakin aktif memanfaatkan platform digital sebagai sarana berjualan. Menurutnya, transformasi ke penjualan online bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan perilaku konsumen.

Mendag berpendapat bahwa transformasi dari offline ke online sebenarnya bukanlah fenomena yang baru. Ia mencontohkan bagaimana ketika minimarket pertama kali muncul banyak yang menganggap akan menghancurkan toko kelontong, namun pada kenyataannya kedua toko bisa berjalan berdampingan sampai saat ini.

"Ini sama dengan offline dan online ya. Offline katanya banyak terganggu dengan online, tetapi kalau kita lihat UMKM kita juga banyak yang bergerak, banyak yang hidup karena online. Karena mereka tidak perlu ada toko, ada tempat yang biaya mahal tapi dia bisa berjualan secara online," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Rekomendasi
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Hentikan Latsarmil KDMP setelah 5 Peserta Meninggal
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 7: Mila Tidak Sanggup Lagi Mempertahankan Rumah Tangganya
Berita Terkini
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved