BUMA Internasional Lanjutkan Pemulihan Kinerja di Kuartal III-2025

Sabtu, 29 November 2025 - 09:01 WIB
loading...
BUMA Internasional Lanjutkan...
PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) mencatat pemulihan kinerja operasional dan keuangan yang semakin kuat hingga kuartal III-2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID) mencatat pemulihan kinerja operasional dan keuangan yang semakin kuat hingga kuartal III-2025. Momentum perbaikan yang mulai terlihat pada kuartal II terus berlanjut, ditopang meningkatnya efektivitas kerja alat serta efisiensi operasional di sejumlah lokasi tambang utama.

Perbaikan tersebut terlihat dari kenaikan pemindahan lapisan tanah penutup (overburden/OB removal), efisiensi jam kerja alat, serta penurunan jam non-produktif, terutama akibat kondisi cuaca yang lebih mendukung. Di sisi lain, pembenahan pada area pembuangan material, jalan angkut, dan penanganan material geologi membuat waktu siklus (cycle time) tercatat membaik signifikan.

"Kinerja kuartal ketiga menunjukkan bahwa pemulihan kami semakin menguat. Jam kerja efektif yang lebih tinggi, cycle-time yang lebih singkat, dan pengendalian biaya yang lebih ketat menghasilkan volume yang lebih baik dan EBITDA yang lebih kuat," ujar Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga: BUMA Lunasi Sisa Obligasi 2026 Senilai USD212,25 Juta

Sepanjang kuartal III-2025, OB removal mencapai 128 juta bank cubic meter (MBCM) dan produksi batu bara menembus 22 juta ton, masing-masing tumbuh 18 persen dan 12 persen secara kuartalan. Perbaikan tersebut didorong pemulihan pascahujan yang lebih cepat serta pelaksanaan shift yang lebih disiplin. Efektivitas operasional itu turut menurunkan berbagai komponen biaya, termasuk biaya tunai per BCM yang turun 28 persen dibandingkan 1Q.



Dampak pemulihan juga tercermin pada kinerja keuangan. Pendapatan kuartal III-2025 meningkat menjadi USD400 juta atau naik 6 persen secara QoQ, sementara EBITDA menguat menjadi USD63 juta dengan margin 19 persen. Rugi bersih berhasil ditekan menjadi USD1 juta, didukung peningkatan operasional dan keuntungan nilai wajar dari investasi di 29Metals.

Kendati demikian, performa year-to-date (YTD) masih mencerminkan dampak gangguan besar pada kuartal I-2025, termasuk insiden keselamatan yang menyebabkan penghentian operasi selama 27 hari di dua lokasi utama. Penurunan volume akibat ramp-down di sejumlah site serta berakhirnya kontrak di Australia turut mempengaruhi capaian sembilan bulan pertama tahun ini.

Hingga September, OB removal tercatat 337 MBCM dan produksi batu bara 60 juta ton, turun masing-masing 20 persen dan 8 persen secara tahunan. Pendapatan turun menjadi USD1,131 miliar atau merosot 16 persen YoY, sementara EBITDA 9M25 berada pada level USD127 juta. Setelah memperhitungkan beban pesangon, EBITDA dapat mencapai USD148 juta.

Baca Juga: OID Raih Kontrak Tambang Baru di Australia Rp3,22 Triliun

Di tengah tekanan tersebut, BUMA Internasional tetap meningkatkan investasi strategis dengan realisasi belanja modal (capex) mencapai USD149 juta, meningkat 12 persen YoY. Sebanyak 54 persen digunakan untuk menjaga keandalan armada, sementara 46 persen diarahkan untuk meningkatkan kapasitas di sejumlah site utama. Perusahaan juga mencatat perbaikan kinerja lingkungan dengan penurunan intensitas emisi Scope 1 dan 2 hingga 17 persen secara kuartalan.

Peningkatan kinerja sosial juga terlihat melalui program PT BISA Ruang Vokasi (BIRU), yang kini menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Berdasarkan pemantauan, 30 persen lulusan berhasil bekerja dan 10 persen melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain itu, perusahaan telah menyelesaikan Social Impact Theory of Change sebagai kerangka penguatan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
TBS Energi Catat Pendapatan...
TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan...
Tumbuh 19%, CDIA Bukukan Pendapatan USD41,2 Juta di Kuartal I-2026
XL Axiata Dinilai Sanggup...
XL Axiata Dinilai Sanggup Tumbuhkan Kinerja di Masa Pandemik
Baca Peluang di Era...
Baca Peluang di Era COVID-19, Shield-On Service Siapkan Aplikasi Smart Clean
Kinerja Bank BJB Tetap...
Kinerja Bank BJB Tetap Positif di Masa Pandemi Corona
Rekomendasi
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved