Perkenalkan Layanan Drone Survey, MSIG Indonesia Tingkatkan Manajemen Risiko
Minggu, 30 November 2025 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Dalam pelaksanaannya, drone akan merekam visual menyeluruh dari bangunan yang disurvei. Untuk kasus tertentu, kamera termal juga dapat digunakan guna mendeteksi perubahan temperatur yang menandakan potensi masalah pada sistem kelistrikan atau panel surya. Informasi tersebut membantu nasabah menentukan prioritas tindak lanjut berdasarkan hasil visual yang lebih jelas.
Baca Juga: MSIG Life Tuntaskan Pembayaran Klaim dan Manfaat Rp752 Miliar di 2024
MSIG Indonesia menegaskan bahwa layanan ini tidak dimaksudkan menggantikan pemeriksaan teknis profesional atau vendor inspeksi. Teknologi drone digunakan sebagai alat pendukung penilaian risiko, bukan sebagai layanan inspeksi komersial.
Visual yang diperoleh digunakan untuk memberikan gambaran awal kepada nasabah. Sementara tindak lanjut teknis tetap menjadi kewenangan dan tanggung jawab tim internal atau penyedia jasa profesional yang kompeten.
“Ketika kondisi aset dapat diketahui lebih awal, perusahaan memiliki ruang untuk merespons secara lebih cepat dan menetapkan prioritas penanganan dengan lebih tepat. Pendekatan ini bukan hanya membantu menjaga kelangsungan operasional, tetapi juga memastikan bahwa fasilitas tetap berada dalam kondisi yang mendukung stabilitas dan keberlanjutan bisnis jangka panjang,” tambah Tomosuke Tsuruoka.
Baca Juga: MSIG Life Tuntaskan Pembayaran Klaim dan Manfaat Rp752 Miliar di 2024
MSIG Indonesia menegaskan bahwa layanan ini tidak dimaksudkan menggantikan pemeriksaan teknis profesional atau vendor inspeksi. Teknologi drone digunakan sebagai alat pendukung penilaian risiko, bukan sebagai layanan inspeksi komersial.
Visual yang diperoleh digunakan untuk memberikan gambaran awal kepada nasabah. Sementara tindak lanjut teknis tetap menjadi kewenangan dan tanggung jawab tim internal atau penyedia jasa profesional yang kompeten.
“Ketika kondisi aset dapat diketahui lebih awal, perusahaan memiliki ruang untuk merespons secara lebih cepat dan menetapkan prioritas penanganan dengan lebih tepat. Pendekatan ini bukan hanya membantu menjaga kelangsungan operasional, tetapi juga memastikan bahwa fasilitas tetap berada dalam kondisi yang mendukung stabilitas dan keberlanjutan bisnis jangka panjang,” tambah Tomosuke Tsuruoka.
(akr)
Lihat Juga :