Ketua Kadin Soroti Potensi Besar Industri Kreatif: Sudah di Depan Mata, Tinggal Dikapitalisasi
Minggu, 30 November 2025 - 19:47 WIB
loading...
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan, bahwa industri kreatif memiliki potensi luar biasa dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan, bahwa industri kreatif memiliki potensi luar biasa dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya industri kreatif adalah sektor yang pertumbuhannya sangat cepat, menuntut pelaku usaha untuk adaptif, namun mampu menghasilkan nilai tambah besar.
"Kami melihat industri kreatif ini luar biasa. Enggak banyak yang tahu, tapi yang menekuni tahu benar manfaatnya," kata Ketua Kadin Anindya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Park Hyatt Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Tak Punya Tambang dan Sawit, Daerah Didorong Andalkan Industri Kreatif
Ia juga menyoroti capaian sejumlah karya kreatif nasional yang belakangan menjadi sorotan publik, termasuk film dan konten lokal yang berhasil melampaui kesuksesan film luar negeri dan sukses mencetak rekor penonton seperti Jumbo.
"Itu bagi saya sih mengagetkan. Karena biasanya kita bicara mengenai tentunya brand-brand luar negeri. Dulu suka nonton Nickelodeon, lalu Disney, tapi Jumbo bisa, ini justru lebih besar," ujarnya.
Contoh lain yang Ua sebut adalah film yang mampu menembus 1 juta penonton hanya dalam tiga hari penayangan seperti Agak Laen. Menurutnya, pencapaian semacam ini merupakan pucuk gunung es dari potensi industri kreatif Indonesia yang jauh lebih besar.
Melihat perkembangan tersebut, Anindya mengatakan bahwa momentum untuk mengkapitalisasi sektor kreatif sudah sangat jelas terlihat. Baca Juga: Kadin: Industri Serap 43% Kebutuhan Listrik, Investasi Harus Digeber
"Ada dua yang saya lihat kayaknya sudah ada di depan mata, tinggal dikapitalisasi. Pertama ya tentunya industri kreatif, manusianya sudah ada. Dan yang kedua asetnya sudah ada bagaimana kita menindaklanjutinya," pungkas Anindya.
"Kami melihat industri kreatif ini luar biasa. Enggak banyak yang tahu, tapi yang menekuni tahu benar manfaatnya," kata Ketua Kadin Anindya dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kadin Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Park Hyatt Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Tak Punya Tambang dan Sawit, Daerah Didorong Andalkan Industri Kreatif
Ia juga menyoroti capaian sejumlah karya kreatif nasional yang belakangan menjadi sorotan publik, termasuk film dan konten lokal yang berhasil melampaui kesuksesan film luar negeri dan sukses mencetak rekor penonton seperti Jumbo.
"Itu bagi saya sih mengagetkan. Karena biasanya kita bicara mengenai tentunya brand-brand luar negeri. Dulu suka nonton Nickelodeon, lalu Disney, tapi Jumbo bisa, ini justru lebih besar," ujarnya.
Contoh lain yang Ua sebut adalah film yang mampu menembus 1 juta penonton hanya dalam tiga hari penayangan seperti Agak Laen. Menurutnya, pencapaian semacam ini merupakan pucuk gunung es dari potensi industri kreatif Indonesia yang jauh lebih besar.
Melihat perkembangan tersebut, Anindya mengatakan bahwa momentum untuk mengkapitalisasi sektor kreatif sudah sangat jelas terlihat. Baca Juga: Kadin: Industri Serap 43% Kebutuhan Listrik, Investasi Harus Digeber
"Ada dua yang saya lihat kayaknya sudah ada di depan mata, tinggal dikapitalisasi. Pertama ya tentunya industri kreatif, manusianya sudah ada. Dan yang kedua asetnya sudah ada bagaimana kita menindaklanjutinya," pungkas Anindya.
(akr)
Lihat Juga :