India Mundur dari Dedolarisasi, BRICS Redam Ambisi Gulingkan Dolar AS

Selasa, 02 Desember 2025 - 07:54 WIB
loading...
India Mundur dari Dedolarisasi,...
Sikap lebih lunak mencerminkan ketakutan negara-negara BRICS terhadap kebijakan konfrontatif Trump. FOTO/Asia Times
A A A
JAKARTA - Aliansi BRICS sebelumnya tampil agresif dalam menantang dominasi dolar AS, terutama setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap Rusia pada 2022. Upaya mencabut hegemoni dolar melalui penggunaan mata uang lokal dan rencana pembentukan mata uang bersama sempat menjadi fokus utama kelompok ekonomi tersebut. Dorongan itu bahkan menguat ketika dedolarisasi menjadi arus besar di sejumlah negara berkembang.



Momentum itu mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Biden, ketika negara-negara BRICS merasa memiliki ruang untuk menyuarakan kepentingannya kepada Barat. Namun situasi berubah setelah Donald Trump kembali ke Gedung Putih. Kekhawatiran terhadap potensi kebijakan tarif tambahan membuat retorika antidosis dolar yang sebelumnya lantang kini meredup, dan BRICS terlihat lebih hati-hati.

India menjadi negara pertama yang mengambil langkah berbeda dengan kembali merapat ke Washington dan menegaskan penolakannya terhadap dedolarisasi. Mereka bahkan menyangsikan kelayakan pembentukan mata uang BRICS. "Bayangkan berbagi mata uang dengan China," ujar Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal dikutip dari Watcher Guru, Selasa (1/12/2025).

Baca Juga: Tinggalkan Dolar AS, Ekspor Daging Babi Rusia ke China Tembus 80.000 Ton

Brasil dan Afrika Selatan kemudian mengikuti langkah serupa, memperlihatkan pendekatan lebih pragmatis terhadap AS. Sikap ini menandai pergeseran besar dari sikap agresif BRICS dalam beberapa tahun terakhir yang sempat dianggap sebagai ancaman bagi dominasi dolar di pasar global.

Sejumlah analis menilai sikap lebih lunak tersebut mencerminkan ketakutan negara-negara BRICS terhadap kebijakan konfrontatif Trump. Di sisi lain, sebagian pengamat menilai sikap tersebut merupakan strategi jangka panjang, mengingat dinamika politik global dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca Juga: 6 Alasan NATO Diprediksi Akan Tetap Menang dalam Perang Melawan Rusia

Negara-negara BRICS bisa saja kembali menghidupkan agenda dedolarisasi jika AS kembali dipimpin dengan gaya diplomasi yang lebih moderat. Jika sosok seperti Biden kembali berkuasa, peluang dedolarisasi dipandang akan kembali terbuka dan mendorong BRICS melanjutkan ambisinya untuk menantang dolar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved