Tinggalkan Dolar AS, Ekspor Daging Babi Rusia ke China Tembus 80.000 Ton

Senin, 01 Desember 2025 - 09:12 WIB
loading...
Tinggalkan Dolar AS,...
Rusia memproyeksikan ekspor daging babi ke China mencapai 80.000 ton tahun ini. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Rusia memproyeksikan ekspor daging babi ke China mencapai 80.000 ton tahun ini. Selain lonjakan volume, yang mencolok dari kerja sama ini adalah terkait kesepakatan kedua negara untuk menuntaskan seluruh pembayaran menggunakan mata uang lokal, rubel dan yuan tanpa melibatkan dolar Amerika Serikat (AS).



Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi dedolarisasi yang terus dikembangkan negara-negara aliansi BRICS. Komoditas pertanian termasuk daging babi diposisikan sebagai instrumen untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan lintas negara dan memperkuat integrasi ekonomi di kawasan.

Direktur Jenderal National Union of Swine Breeders Rusia, Yuri Kovalev, mengatakan volume ekspor menunjukkan tren peningkatan signifikan. Ia menjelaskan pada tahun sebelumnya, ekspor baru berjalan efektif di paruh kedua 2024, namun tetap mampu menembus sekitar 40.000 ton. "Tahun ini kami memperkirakan penjualan mencapai 75.000–80.000 ton," ujar dia dikutip dari Watcher Guru, Senin (1/11/2025).

Baca Juga: Dolar AS Kian Tersisih, Transaksi Rp86 Triliun Kini Dibayar Pakai Mata Uang Lokal
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rekomendasi
JPU Tolak Seluruh Pledoi...
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem, Ada Niat Jahat dalam Kasus Chromebook
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
Berita Terkini
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved