RupiahCepat Perluas Edukasi Keuangan lewat Program Inklusi
Selasa, 02 Desember 2025 - 18:49 WIB
loading...
RupiahCepat menegaskan komitmennya dalam memperluas literasi keuangan dan mendorong inklusi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) menegaskan komitmennya dalam memperluas literasi keuangan dan mendorong inklusi keuangan melalui serangkaian kegiatan edukatif sepanjang Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025. Sejumlah program dijalankan untuk memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus memperluas cakupan edukasi keuangan secara bertahap, mulai dari kelompok disabilitas hingga pelaku usaha mikro dan mahasiswa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, RupiahCepat menitikberatkan pendekatan yang lebih inklusif, termasuk dukungan sosial melalui penyerahan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Donasi disalurkan kepada Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan kelompok rentan. RupiahCepat menyerahkan dana CSR sebesar Rp 100 juta kepada Penyandang Disabilitas melalui Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
"Kami sangat mengapresiasi dukungan khusus RupiahCepat kepada kalangan disabilitas. Kontribusi ini adalah bentuk nyata perhatian dan support yang sangat berharga bagi PPDI," ujar perwakilan dari PPDI. Dukungan ini diberikan bersamaan dengan pelaksanaan CSR Celebration dan Media Gathering yang diselenggarakan awal Oktober.
Baca Juga: Rupiah Sepekan Fluktuatif, Ditutup Menguat Tipis ke Rp16.716
Selain itu, perusahaan juga mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha kecil melalui Seminar Literasi Keuangan untuk UMKM Ultra Mikro. Lebih dari 50 pelaku UMKM dari sektor kuliner, fesyen, seni, hingga kesehatan mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai bentuk keberpihakan terhadap usaha kecil, perusahaan turut memberikan dukungan finansial kepada UMKM terpilih.
RupiahCepat juga memperluas edukasi keuangan ke ranah akademik. Melalui seminar “Fintalks: Communication in Action to Distinguish Legal, Mitigate Risk, and Drive Financial Inclusion” di BINUS University Kampus Anggrek, perusahaan menyampaikan materi mengenai literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta mitigasi risiko penipuan digital kepada mahasiswa dan tenaga pengajar.
Seminar tersebut dihadiri oleh Direktur Utama RupiahCepat N. Balandina T. Siburian, perwakilan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), serta akademisi dari program Magister Ilmu Komunikasi. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap mahasiswa semakin memahami perkembangan teknologi finansial sekaligus mampu mengenali potensi risiko yang menyertainya.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas Diberdayakan Melalui Digitalisasi Ekonomi Kreatif
Seluruh rangkaian kegiatan RupiahCepat pada BIK 2025 kemudian ditutup melalui partisipasi perusahaan dalam FinExpo Surabaya 2025. Keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat dialog dengan masyarakat mengenai layanan fintech serta pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan produk keuangan digital. Seminar UMKM diadakan pada 14 Oktober 2025, seminar Fintalks berlangsung di BINUS University, sementara FinExpo Surabaya 2025 diselenggarakan OJK pada 23–26 Oktober 2025 di Tunjungan Plaza Mall 3.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, RupiahCepat menitikberatkan pendekatan yang lebih inklusif, termasuk dukungan sosial melalui penyerahan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Donasi disalurkan kepada Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan kelompok rentan. RupiahCepat menyerahkan dana CSR sebesar Rp 100 juta kepada Penyandang Disabilitas melalui Perhimpunan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI).
"Kami sangat mengapresiasi dukungan khusus RupiahCepat kepada kalangan disabilitas. Kontribusi ini adalah bentuk nyata perhatian dan support yang sangat berharga bagi PPDI," ujar perwakilan dari PPDI. Dukungan ini diberikan bersamaan dengan pelaksanaan CSR Celebration dan Media Gathering yang diselenggarakan awal Oktober.
Baca Juga: Rupiah Sepekan Fluktuatif, Ditutup Menguat Tipis ke Rp16.716
Selain itu, perusahaan juga mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha kecil melalui Seminar Literasi Keuangan untuk UMKM Ultra Mikro. Lebih dari 50 pelaku UMKM dari sektor kuliner, fesyen, seni, hingga kesehatan mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai bentuk keberpihakan terhadap usaha kecil, perusahaan turut memberikan dukungan finansial kepada UMKM terpilih.
RupiahCepat juga memperluas edukasi keuangan ke ranah akademik. Melalui seminar “Fintalks: Communication in Action to Distinguish Legal, Mitigate Risk, and Drive Financial Inclusion” di BINUS University Kampus Anggrek, perusahaan menyampaikan materi mengenai literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta mitigasi risiko penipuan digital kepada mahasiswa dan tenaga pengajar.
Seminar tersebut dihadiri oleh Direktur Utama RupiahCepat N. Balandina T. Siburian, perwakilan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), serta akademisi dari program Magister Ilmu Komunikasi. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap mahasiswa semakin memahami perkembangan teknologi finansial sekaligus mampu mengenali potensi risiko yang menyertainya.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas Diberdayakan Melalui Digitalisasi Ekonomi Kreatif
Seluruh rangkaian kegiatan RupiahCepat pada BIK 2025 kemudian ditutup melalui partisipasi perusahaan dalam FinExpo Surabaya 2025. Keikutsertaan dalam pameran tersebut menjadi momentum untuk memperkuat dialog dengan masyarakat mengenai layanan fintech serta pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan produk keuangan digital. Seminar UMKM diadakan pada 14 Oktober 2025, seminar Fintalks berlangsung di BINUS University, sementara FinExpo Surabaya 2025 diselenggarakan OJK pada 23–26 Oktober 2025 di Tunjungan Plaza Mall 3.
(nng)
Lihat Juga :