5 Rekomendasi Kadin ke Pemerintah Hasil Rapimnas 2025: Optimistis Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5%

Selasa, 02 Desember 2025 - 22:48 WIB
loading...
5 Rekomendasi Kadin...
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2025 menyampaikan lima rekomendasi utama untuk pemerintah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri ( Kadin ) Indonesia optimis ekonomi bisa tumbuh di atas 5,5% di tahun 2026 mendatang. Hal ini seperti diungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin yang digelar di Park Hyatt Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Anindya menjelaskan, keyakinan tersebut didasarkan pada paparan berbagai Menteri serta pimpinan lembaga teknis, di Rapimnas tersebut. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah dan program-program prioritas menunjukkan tren positif.

"Kita optimis bahwa tahun 2026, Pemerintah bersama dunia usaha bisa menggerakkan ekonomi di atas 5,5%. Kita yakin bahwa 5,5% bisa tercapai. Ada 17 program dan 8 agenda prioritas, mulai menunjukkan optimisme," katanya.

Baca Juga: Hashim Tegaskan Tak Ada Phase Out dari Energi Fosil: Listrik Indonesia Tetap Pakai Batu Bara

Optimisme tersebut juga diperkuat dengan sejumlah program Quick Wins Kadin yang sudah menunjukkan hasil, antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Tenaga Kerja Migran yang dikirim lewat Kadin, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), dan Rumah Terjangkau Layak Huni (RTLH) yang ditargetkan mampu menyentuh 3 juta unit per tahun.

"Jadi ini merupakan hal-hal yang kita tes sendiri selama setahun, dan hasilnya benar-benar menunjukkan optimisme," lanjut Anindya.



Anindya menyampaikan lima rekomendasi utama Kadin untuk pemerintah. Pertama adalah mendorong kolaborasi kuat antara pemerintah dan dunia usaha untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di atas 5,5%, dan yang kedua memberikan perhatian besar pada penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.

Ia menyoroti rencana Pemerintah meningkatkan jumlah peserta program magang dari 20 ribu menjadi 80 ribu orang sebagai langkah penting memperkuat kapasitas tenaga kerja nasional. Hal itu disebutnya sejalan dengan fokus utama Kadin, yakni memberikan perhatian sangat besar terhadap penciptaan lapangan kerja.

"Ini merupakan perhatian khusus, karena kita mengetahui jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Cukup banyak setiap tahunnya, apalagi banyak sekali demografi kita, yang termaksud di dalamnya adalah gen Z, generasi muda yang membutuhkan tentunya lapangan pekerjaan," kata Anindya.

Rekomendasi ketiga berkaitan dengan upaya memperluas investasi dari hulu hingga hilir di berbagai sektor seperti pertanian, industri, dan infrastruktur. Deregulasi dan insentif, menurut Anindya, menjadi kunci agar dunia usaha dapat berkembang lebih cepat sehingga banyak muncul pengusaha-pengusaha baru, dan pendapatan kepada pemerintah melalui pajak juga akan meningkat.

Ia memaparkan bahwa kontribusi investasi terhadap PDB saat ini berada di kisaran 28%, namun idealnya perlu meningkat secara bertahap hingga mencapai 40%. Likuiditas sebesar Rp200 triliun yang tersedia disebutnya dapat mendorong tumbuhnya proyek-proyek baru, asal didukung regulasi yang tepat.

"Itu bisa sampai kepada program-program atau proyek-proyek baru oleh pengusaha-pengusaha yang mudah-mudahan bernaung di dalam Kadin, dan juga pemerintah sadar bahwa untuk meningkatkan atau memperbaiki angka ICOR yang menandakan produktivitas daripada setiap uang yang diberikan, itu juga berkembang atau membaik berbarengan dengan deregulasi dan juga insentif yang diberikan," jelasnya.

Selanjutnya rekomendasi keempat, Anindya menegaskan pentingnya mempercepat hilirisasi dan industrialisasi di sektor padat karya seperti alas kaki, tekstil, dan elektronik. Ia juga menyoroti perlunya mendorong hilirisasi industri masa depan, termasuk industri hijau, elektrifikasi, kendaraan listrik, dan energi terbarukan.

Kemandirian riset nasional juga menjadi aspek penting yang harus diperkuat, sebagaimana arahan Presiden dan Kepala BRIN. Rekomendasi terakhir menyoroti peningkatan produktivitas nasional.

Baca Juga: Ketua Kadin Anindya Bakrie Menyoroti Tingginya Angka Pengangguran Usia Muda

Anindya menilai program MBG bukan hanya memberi manfaat gizi bagi generasi masa depan, tetapi menjadi fondasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas SDM. Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan perlu terus diperkuat.

Selain itu, Kadin juga mengusulkan pemberian insentif untuk riset dan pengembangan teknologi, serta peningkatan perdagangan dengan mitra internasional seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, dan Peru. Pelibatan UMKM dalam rantai nilai global menurut Anindya harus terus diperluas.

"Ada beberapa usulan tambahan, seperti insentif di R&D dan teknologi, itu penting. Lalu peningkatan perdagangan dengan dibukanya, perdagangan-perdagangan baru dengan Uni Eropa, dan dengan Amerika dengan termin yang baru, maupun dengan Peru, maupun Kanada, itu bisa dijalankan. Lalu bagaimana melibatkan UMKM lebih banyak lagi, itu program-program quick win tadi," tandas Anindya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Berita Terkini
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved