Realisasi Investasi RI Capai Rp1.434 Triliun hingga September 2025
Rabu, 03 Desember 2025 - 09:26 WIB
loading...
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang sebagai Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi primadona investasi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia mencatatkan ketahanan yang kuat sepanjang 2025, tercermin dari realisasi investasi yang terus meningkat di tengah tantangan global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut saat membuka Business Forum Indonesia Economic Outlook 2026: Strategic Partnerships for Business, Trade & Tourism Investment di Jakarta.
Airlangga memaparkan bahwa realisasi investasi Januari–September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau sekitar USD85 miliar, naik hampir 13% secara tahunan dan menyerap 1,95 juta tenaga kerja. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyumbang investasi kumulatif Rp294,4 triliun dan menciptakan 187.000 lapangan kerja, terutama di sektor pariwisata. “Kebijakan ini diperkirakan menciptakan efek pengganda yang besar bagi perekonomian,” ujar Airlangga, Selasa (2/12/2025).
Baca Juga: Rosan Kejar Target Investasi Rp13.032 Triliun, Dua Kali Lipat dari 10 Tahun Terakhir
Pada semester pertama 2025, realisasi investasi tercatat Rp340,2 triliun, setara 60% dari target nasional dan naik 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi asing langsung (FDI) berkontribusi 26%, menunjukkan daya saing Indonesia yang tetap menarik di pasar global. Pemerintah juga memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp3.250 triliun akan mendukung prioritas ketahanan pangan, energi, gizi, dan pendidikan, termasuk Rp450 triliun yang dialokasikan khusus untuk sektor inti tersebut.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menargetkan investasi Rp2.175,26 triliun pada 2026, meningkat 14,2% dari target 2025. Ia menegaskan bahwa hilirisasi tetap menjadi fokus utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada tahun mendatang, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memprediksi pertumbuhan 5,33%.
Penguatan arus investasi juga diharapkan memberi dampak langsung pada sektor pendukung ekonomi, termasuk pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) yang terus berkembang sebagai pendorong aktivitas bisnis dan rantai pasok nasional. Sektor ini dinilai memiliki nilai tambah besar bagi industri kreatif dan jasa.
Dalam forum yang sama, Krista Exhibitions menegaskan komitmennya menyediakan wadah kolaborasi bagi pelaku usaha melalui penyelenggaraan The 3rd Business, Trade & Tourism Investment Business Forum. Kegiatan ini turut menghadirkan pakar ekonomi, perwakilan diplomatik, asosiasi industri, hingga lembaga bisnis internasional untuk membahas perkembangan ekonomi global serta peluang investasi 2026.
Baca Juga: Incar Investasi Triliunan di Pasar Modal, Danantara Ogah Lirik Saham Gorengan
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyebut 2026 sebagai momentum penting bagi akselerasi industri nasional. “Business Forum ini kami selenggarakan untuk memberikan wawasan komprehensif mengenai tren ekonomi global, perkembangan teknologi, serta peluang baru di sektor manufaktur dan MICE yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Serangkaian sesi forum membahas proyeksi ekonomi 2026, dinamika regional, kebijakan percepatan investasi, serta strategi sektor industri dan perdagangan. Industri MICE mendapat perhatian dengan pemaparan mengenai tren pameran internasional, kontribusi sektor B2B, serta strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai hub pameran Asia Tenggara.
Memasuki 2026, Krista Exhibitions menyiapkan agenda pameran lintas sektor di berbagai kota, termasuk Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Jakarta. Rangkaian tersebut mencakup pameran makanan dan minuman, kecantikan, tekstil, kesehatan, hingga teknologi audiovisual dan pencahayaan.
Melalui penyelenggaraan forum dan pameran industri sepanjang tahun, Krista Exhibitions berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional untuk membuka peluang investasi baru, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Airlangga memaparkan bahwa realisasi investasi Januari–September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau sekitar USD85 miliar, naik hampir 13% secara tahunan dan menyerap 1,95 juta tenaga kerja. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyumbang investasi kumulatif Rp294,4 triliun dan menciptakan 187.000 lapangan kerja, terutama di sektor pariwisata. “Kebijakan ini diperkirakan menciptakan efek pengganda yang besar bagi perekonomian,” ujar Airlangga, Selasa (2/12/2025).
Baca Juga: Rosan Kejar Target Investasi Rp13.032 Triliun, Dua Kali Lipat dari 10 Tahun Terakhir
Pada semester pertama 2025, realisasi investasi tercatat Rp340,2 triliun, setara 60% dari target nasional dan naik 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi asing langsung (FDI) berkontribusi 26%, menunjukkan daya saing Indonesia yang tetap menarik di pasar global. Pemerintah juga memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp3.250 triliun akan mendukung prioritas ketahanan pangan, energi, gizi, dan pendidikan, termasuk Rp450 triliun yang dialokasikan khusus untuk sektor inti tersebut.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menargetkan investasi Rp2.175,26 triliun pada 2026, meningkat 14,2% dari target 2025. Ia menegaskan bahwa hilirisasi tetap menjadi fokus utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada tahun mendatang, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memprediksi pertumbuhan 5,33%.
Penguatan arus investasi juga diharapkan memberi dampak langsung pada sektor pendukung ekonomi, termasuk pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) yang terus berkembang sebagai pendorong aktivitas bisnis dan rantai pasok nasional. Sektor ini dinilai memiliki nilai tambah besar bagi industri kreatif dan jasa.
Dalam forum yang sama, Krista Exhibitions menegaskan komitmennya menyediakan wadah kolaborasi bagi pelaku usaha melalui penyelenggaraan The 3rd Business, Trade & Tourism Investment Business Forum. Kegiatan ini turut menghadirkan pakar ekonomi, perwakilan diplomatik, asosiasi industri, hingga lembaga bisnis internasional untuk membahas perkembangan ekonomi global serta peluang investasi 2026.
Baca Juga: Incar Investasi Triliunan di Pasar Modal, Danantara Ogah Lirik Saham Gorengan
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyebut 2026 sebagai momentum penting bagi akselerasi industri nasional. “Business Forum ini kami selenggarakan untuk memberikan wawasan komprehensif mengenai tren ekonomi global, perkembangan teknologi, serta peluang baru di sektor manufaktur dan MICE yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Serangkaian sesi forum membahas proyeksi ekonomi 2026, dinamika regional, kebijakan percepatan investasi, serta strategi sektor industri dan perdagangan. Industri MICE mendapat perhatian dengan pemaparan mengenai tren pameran internasional, kontribusi sektor B2B, serta strategi memperkuat posisi Indonesia sebagai hub pameran Asia Tenggara.
Memasuki 2026, Krista Exhibitions menyiapkan agenda pameran lintas sektor di berbagai kota, termasuk Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Jakarta. Rangkaian tersebut mencakup pameran makanan dan minuman, kecantikan, tekstil, kesehatan, hingga teknologi audiovisual dan pencahayaan.
Melalui penyelenggaraan forum dan pameran industri sepanjang tahun, Krista Exhibitions berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional untuk membuka peluang investasi baru, mendorong inovasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
(nng)
Lihat Juga :