Peran Penting Dunia Usaha dalam Mendorong Pencapaian NDC Indonesia 2035

Jum'at, 05 Desember 2025 - 22:58 WIB
loading...
Peran Penting Dunia...
Perusahaan berperan sebagai penggerak adopsi teknologi rendah karbon, kontributor data dalam SRN, pendorong pertumbuhan rendah emisi, serta mitra strategis dalam pembiayaan iklim dan pengembangan pasar karbon. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) memperkenalkan dokumen ringkasan terbaru berjudul “Peran Dunia Usaha dalam Mewujudkan NDC Indonesia 2035”. Dokumen ini disusun bersama We Mean Business Coalition (WMBC) dan diperkenalkan dalam rangkaian Rapat Umum Tahunan Anggota IBCSD pada Rabu, 3 Desember 2025. Acara ini ini sekaligus mempertemukan pemerintah, dunia usaha , dan mitra pembangunan untuk membahas percepatan aksi iklim Indonesia.

Sebelumnya dokumen ringkasan ini telah diluncurkan secara resmi di tengah momentum COP30 di Belém, yang menegaskan pentingnya komitmen iklim terbaru negara-negara menuju 2035. Indonesia sendiri telah menetapkan Second Nationally Determined Contribution (SNDC) 2031–2035 yang selaras dengan RPJPN dan visi net-zero 2060 . Namun kebutuhan pendanaan transisi sangat besar, hingga mencapai USD 757,6 miliar.

Dalam acara ini, Bappenas dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menegaskan bahwa sektor swasta adalah penggerak utama ekonomi hijau Indonesia. Perusahaan berperan sebagai penggerak adopsi teknologi rendah karbon, kontributor data dalam SRN, pendorong pertumbuhan rendah emisi, serta mitra strategis dalam pembiayaan iklim dan pengembangan pasar karbon. Pemerintah juga menyoroti berbagai kebijakan dan insentif yang sedang dipersiapkan untuk memudahkan investasi hijau.

Dokumen ringkasan yang disusun menyebut bahwa transisi ekonomi rendah emisi membuka peluang investasi hingga USD3,8 triliun. Lebih dari 100 perusahaan Indonesia telah menetapkan target net-zero berdasarkan science-based target.

Baca Juga: IBCSD dan Kadin Net Zero Hub Dorong Akselerasi Dekarbonisasi di Kawasan Industri MM2100

Namun, hambatan struktural masih menghambat implementasi. RUPTL 2025-2034 menunjukkan komitmen untuk meningkatkan porsi energi terbarukan namun tetap memperluas infrastruktur batu bara dan gas, sehingga memberi sinyal pasar yang beragam. Ketidakpastian regulasi, terbatasnya akses energi terbarukan bagi bisnis, dan belum adanya definisi nasional investasi hijau turut menahan arus investasi.

Kesimpulan dari dokumen ringkasan ini menegaskan bahwa keunggulan kompetitif Indonesia kini sangat bergantung pada kepastian bahwa NDC dapat diinvestasikan.



“Perusahaan-perusahaan Indonesia telah menunjukkan kesiapan untuk berinvestasi dalam dekarbonisasi dan selaras dengan tujuan iklim jangka panjang nasional. Namun perlunya modal yang besar untuk dekarbonisasi masih menjadi tantangan. Kerangka implementasi yang jelas, terkoordinasi, memberikan kepastian, serta insentif fiskal dan pengembangan teknologi, bisa menjadi kunci dalam mewujudkan target NDC 2035,” sebut Direktur Eksekutif IBCSD, Dr. Indah Budiani.

Peran Penting Dunia Usaha dalam Mendorong Pencapaian NDC Indonesia 2035


CEO WMBC, Maria Mendiluce, mengatakan “Jajak pendapat menunjukkan bahwa 88% pemimpin bisnis Indonesia menginginkan pemerintah beralih dari bahan bakar fosil menuju sistem ketenagalistrikan berbasis energi terbarukan pada tahun 2035"."

"Ini memberikan sinyal yang jelas bahwa dunia usaha siap berinvestasi. Dengan melaksanakan NDC 2035 melalui kebijakan yang jelas dan konsisten, Indonesia dapat membuka sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing industri, dan memperkuat ketahanan energi," paparnya.

Baca Juga: Dorong Akselerasi Transisi Energi, IBCSD dan Jababeka NZICC Gelar Workshop

Pada sesi dialog, tiga perusahaan anggota IBCSD mempresentasikan kontribusi mereka terhadap NDC. APRIL Group menunjukkan penerapan ekonomi sirkular dan energi bersih skala besar, termasuk target 90% energi terbarukan dan pengurangan signifikan limbah ke landfill.

Solusi Bangun Indonesia (SBI) menampilkan langkah dekarbonisasi industri semen melalui bahan bakar alternatif, efisiensi proses, dan inovasi produk rendah karbon. APP Sinar Mas menyoroti peran strategis program perlindungan hutan yang berkontribusi pada FOLU net sink Indonesia 2030 dan investasi berkelanjutan melalui program Regenesis.

NDC 2035 perlu menjadi kerangka payung bagi kolaborasi pemerintah dan bisnis melalui koordinasi lebih kuat, kejelasan investasi hijau, dan pelacakan kemajuan berbasis data. Diskusi yang diadakan menegaskan kesiapan dunia usaha dan komitmen pemerintah untuk bersama mempercepat implementasi dan memastikan transisi hijau Indonesia berjalan efektif.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
Solusi Logistik Modern:...
Solusi Logistik Modern: Kunci Sukses Bisnis Tekan Biaya dan Efisiensi Operasional
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
IBCSD Dorong Percepatan...
IBCSD Dorong Percepatan Investasi Iklim untuk Dekarbonisasi Industri melalui Forum Bisnis
Menuju Industri Hijau:...
Menuju Industri Hijau: PGN Rintis Ekosistem CCS demi Amonia Rendah Karbon
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Pramono Jadi Wakil Ketua...
Pramono Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Fahira Idris: Dunia Akui Peran Strategis Jakarta
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved