Buyback Bank Mandiri Diyakini Bisa Menjaga Kepercayaan Pasar
Jum'at, 05 Desember 2025 - 23:21 WIB
loading...
A
A
A
Heri juga menyoroti pandangan sebagian pihak yang menilai buyback berisiko mengurangi likuiditas saham di pasar dan berpotensi merugikan pemegang saham minoritas. Meski begitu, dari sisi fundamental, Bank Mandiri dinilai masih memiliki kinerja yang kuat.
Hingga akhir September 2025, pertumbuhan kredit tercatat sekitar 11% year-on-year, sementara total aset konsolidasinya naik 10,3% menjadi sekitar Rp2.563 triliun.
Meski profitabilitas sempat tertekan, kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah hanya sekitar 1,03% dan rasio permodalan di atas 20%. Kondisi itu memberi ruang bagi manajemen untuk melaksanakan buyback tanpa mengganggu ekspansi bisnis.
“Dari sisi nominal, nilai buyback Rp1,17 triliun masih relatif kecil, hanya sekitar 0,27% dari kapitalisasi pasar dan 0,65% dari laba bersih tahunan. Secara finansial aman, tapi dampaknya terhadap harga saham mungkin belum signifikan,” jelas Heri.
Hingga akhir September 2025, pertumbuhan kredit tercatat sekitar 11% year-on-year, sementara total aset konsolidasinya naik 10,3% menjadi sekitar Rp2.563 triliun.
Meski profitabilitas sempat tertekan, kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah hanya sekitar 1,03% dan rasio permodalan di atas 20%. Kondisi itu memberi ruang bagi manajemen untuk melaksanakan buyback tanpa mengganggu ekspansi bisnis.
“Dari sisi nominal, nilai buyback Rp1,17 triliun masih relatif kecil, hanya sekitar 0,27% dari kapitalisasi pasar dan 0,65% dari laba bersih tahunan. Secara finansial aman, tapi dampaknya terhadap harga saham mungkin belum signifikan,” jelas Heri.
(akr)
Lihat Juga :