Pembangunan Infrastruktur Era Prabowo Butuh Uang 3 Kali Lipat dari Periode Jokowi

Sabtu, 06 Desember 2025 - 11:51 WIB
loading...
Pembangunan Infrastruktur...
Pembangunan infrastruktur di Era Prabowo (Subianto) jauh lebih besar ketimbang 2 periode Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rachmat Kaimuddin mengungkapkan, rencana pembangunan infrastruktur di Era Prabowo (Subianto) jauh lebih besar ketimbang 2 periode Joko Widodo (Jokowi).

Kaimudin membandingkan, bahwa dua periode Joko Widodo menghabiskan uang senilai Rp6.206 triliun untuk membangun infrastruktur, yang terdiri dari kontribusi badan usaha dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ). Terdiri dari Rp2.896 triliun pada periode pertama, dan Rp3.307 triliun pada periode kedua.

"Di zaman pak Jokowi yang pertama dan kedua, itu kenaikannya (kebutuhan pembiayaan infrastruktur ) sebetulnya tidak seberapa. Tetapi begitu zaman pak Prabowo, yang (periode) pertama, itu dibutuhkan 3 kali lipat pendanaan infrastruktur," ujarnya dalam acara Rakorbangwil Kementerian PU, tengah pekan kemarin.

Baca Juga: Setahun Pemerintahan, Program Prabowo-Gibran Berhasil Sentuh Masyarakat Papua

Ia menjelaskan, kebutuhan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur di periode pertama Presiden Prabowo tembus Rp10.303 triliun. Hal ini berdasarkan hitung-hitungan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun yang dicanangkan.

"Pembangunan infrastruktur pasti butuh uang yang sangat luar biasa jumlahnya. Itu mencapai 3 kali lipat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen," lanjutnya.



Meski demikian, Kaimudin menjelaskan bahwa kebutuhan pendanaan untuk proyek-proyek infrastruktur di era Presiden Prabowo punya struktur pembiayaan yang berbeda dari era Presiden Jokowi. Porsi keterlibatan swasta di proyek-proyek infrastruktur diharapkan jauh lebih besar ketimbang APBN.

Baca Juga: AHY Ungkap Arah Pembangunan Infrastruktur untuk Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8%

Berdasarkan paparannya, kontribusi sektor swasta selama dua periode era Jokowi sebesar Rp1.241 triliun, periode pertama Rp495 triliun dan periode kedua Rp746 triliun. Sementara di era Prabowo, kontribusi sektor swasta ditargetkan tembus Rp3.091 triliun selama 5 tahun mendatang.

"Ini adalah PR (pekerjaan rumah) kita bersama. Perlu kita pikirkan cara-cara baru untuk membiayai pendanaan infrastruktur kita, karena kita tidak bisa bergantung APBN," kata Kaimudin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Berita Terkini
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Infografis
Jokowi 6 Kali Reshuffle...
Jokowi 6 Kali Reshuffle Kabinet di Periode kedua 2019-2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved