Pupuk Kaltim Dukung Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Menuju Target NZE di 2060

Senin, 08 Desember 2025 - 18:29 WIB
loading...
Pupuk Kaltim Dukung...
Komitmen berkelanjutan Pupuk Kaltim dalam penerapan prinsip ESG kembali diakui di tingkat regional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Komitmen berkelanjutan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) kembali diakui di tingkat regional. Perusahaan meraih predikat Platinum untuk kedelapan kalinya dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025.

Penghargaan tertinggi dari National Center for Corporate Reporting (NCCR) ini mengukuhkan Pupuk Kaltim sebagai salah satu perusahaan paling konsisten dalam praktik ESG di Asia. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan pemenuhan regulasi, tetapi juga inovasi, efisiensi, serta kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

"Penghargaan ini menjadi cerminan inisiatif dan langkah strategis Pupuk Kaltim terhadap tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas dalam aktivitas operasional. Utamanya mendukung pengurangan emisi gas rumagh kaca menuju target net zero emission pada 2060," ujar Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Teguh Ismartono, dalam pernyataannya, Senin (8/11/2025).

Baca Juga: Pertachem dan Pupuk Kaltim Sinergi Perkuat Rantai Pasok Industri Kimia

Teguh menjelaskan, komitmen keberlanjutan merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk memastikan kelangsungan bisnis jangka panjang. Hal ini diwujudkan melalui laporan keberlanjutan yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan energi, penurunan emisi, penguatan aspek sosial, dan tata kelola perusahaan.

"Bagi kami, laporan keberlanjutan bukan sekadar dokumen, tetapi refleksi komitmen dalam menciptakan nilai jangka panjang. Untuk itu, laporan disusun sesuai prinsip keterbukaan agar seluruh pemangku kepentingan mampu memahami apa yang Pupuk Kaltim lakukan," terang Teguh.



Perusahaan dalam operasionalnya terus memperkuat prinsip ESG melalui berbagai terobosan ramah lingkungan. Fokus utama ditempatkan pada efisiensi energi melalui optimalisasi produksi, pemanfaatan teknologi modern, dan peningkatan reliabilitas fasilitas.

Pupuk Kaltim juga aktif memperluas inisiatif dekarbonisasi sebagai strategi jangka panjang. Salah satunya adalah pengembangan energi bersih melalui clean ammonia sebagai sumber energi alternatif rendah karbon, yang mendukung transisi energi nasional sekaligus membuka peluang masuk dalam rantai nilai global energi hijau.

Pada aspek sosial, perusahaan memperkuat kontribusi melalui program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas petani dan nelayan, serta dukungan bagi pendidikan dan kesehatan. "Hal ini ditujukan untuk menciptakan dampak jangka panjang, yang selaras dengan visi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat secara harmonis dan berkesinambungan," lanjut Teguh.

Di sisi tata kelola, integrasi manajemen risiko berbasis ESG menjadi prioritas. Pupuk Kaltim memperbarui kebijakan risiko, mendigitalisasi sistem pemantauan, dan meningkatkan literasi risiko internal untuk memastikan setiap keputusan strategis mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan.

"Transparansi dan akuntabilitas pelaporan menjadi landasan kepercayaan publik terhadap Pupuk Kaltim, sehingga perusahaan terus meningkatkan kualitas penyajian data, metodologi penghitungan, serta evaluasi indikator keberlanjutan," ucap Teguh.

Baca Juga: Kementan dan Pupuk Kaltim Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

Pencapaian predikat Platinum ASRRAT 2025 untuk kedelapan kalinya menjadi bukti kuat konsistensi dan komitmen Pupuk Kaltim terhadap keberlanjutan serta tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi masa depan. Penghargaan ini sekaligus memotivasi perusahaan untuk terus mengakselerasi inovasi guna memperkuat ketahanan bisnis dan berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dekarbonisasi MIND ID,...
Dekarbonisasi MIND ID, Berikut 4 Skenario Utama Menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca
Pertamina Patra Niaga-Princeton...
Pertamina Patra Niaga-Princeton Digital Group Jalin Kemitraan Strategis Pemanfaatan HVO
MMSGI Tunjukkan Konsistensi...
MMSGI Tunjukkan Konsistensi dalam Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca
Tekan Emisi, Industri...
Tekan Emisi, Industri Lirik Biomassa untuk Transisi Energi
Gencar Kurangi Emisi...
Gencar Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, IDSurvey Tanam 2.021 Pohon
Mengulik Langkah TSE...
Mengulik Langkah TSE Group Bagi Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia
Pengelolaan Hutan Berkelanjutan...
Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Tulang Punggung Pencapaian FOLU Net Sink 2030
Rumah Modular Dinilai...
Rumah Modular Dinilai Mampu Dukung Pendinginan Kota
Pertama di Dunia, Negara...
Pertama di Dunia, Negara Uni Eropa Pajaki Kentut Sapi
Rekomendasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved