Pantau Jaringan Fiber dan Baca Potensi Gangguan, Telkom Akses Punya Pusat Kendali

Senin, 08 Desember 2025 - 20:35 WIB
loading...
Pantau Jaringan Fiber...
Fasilitas pusat kendali digital Telkom Akses Command Center (TACC) dirancang untuk memantau kondisi jaringan fiber secara nasional dan membaca potensi gangguan lebih awal. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kebutuhan internet cepat dan stabil terus meningkat, Telkom Akses menghadirkan fasilitas pusat kendali digital yang kini menjadi tumpuan operasional mereka, Telkom Akses Command Center (TACC). Ruang kendali ini dirancang untuk memantau kondisi jaringan fiber secara nasional dan membaca potensi gangguan lebih awal, sehingga perbaikan bisa dilakukan sebelum pelanggan merasakannya.

TACC menghimpun data real-time dari seluruh perangkat jaringan dan mengolahnya menggunakan analitik otomatis serta pemetaan GIS (Geographic Information System). Kehadiran sistem ini mengubah pola penanganan gangguan yang sebelumnya bergantung pada laporan pelanggan.

“TACC tidak hanya memantau, tetapi mampu memprediksi gangguan sebelum terjadi. Ini membuat penanganan gangguan jauh lebih cepat karena tim teknis bisa langsung bergerak bahkan sebelum pelanggan melapor,” tegas Direktur Operation Telkom Akses, Ambari di Jakarta.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2025 Berdampak Positif bagi Ekonomi Lokal, Telkom Andil Perkuat Akses Konektivitas Internet

Salah satu fungsi penting di dalamnya adalah Proaktif Gamas, sistem yang memungkinkan deteksi gangguan massal secara otomatis. Ketika muncul anomali seperti putusnya kabel fiber, padamnya ONT, atau kerusakan feeder akibat cuaca ekstrem maupun aktivitas pihak ketiga, sistem langsung menandai lokasi terdampak dan mengirimkan notifikasi kepada teknisi di lapangan.

“Begitu ada kabel putus, sistem langsung mengidentifikasi lokasi ODP dan ONT yang terdampak. Alert otomatis terkirim ke teknisi terdekat,” kata Ambari.



Selain pengawasan jaringan, TACC juga memuat tiga fungsi operasional lain yang saling terhubung. Pertama, Active Network Enabler yang menangani pemulihan jarak jauh serta otomatisasi proses.

Kedua, GIS-Based Plant Record untuk memastikan data infrastruktur fiber selalu terbarui. Ketiga, layanan Order Management yang mengatur bantuan teknis, pengendalian pekerjaan, hingga pelaporan kinerja secara berkesinambungan.

Telkom Akses juga memperbaiki sisi internal, khususnya pengelolaan teknisi dan material. Ambari menyebut kualitas SDM menjadi perhatian utama, disertai pelatihan dan sertifikasi yang lebih terukur. Pada saat yang sama, pemantauan material dan alat kerja kini digerakkan melalui sistem digital agar lebih presisi dan meminimalkan selisih data.

Pelaksanaan operasional sehari-hari di bawah Direktorat Operation kini ditopang oleh Workforce Management (WFM) yang sepenuhnya dikelola Telkom Akses. Seluruh kebutuhan teknisi, mulai dari absensi, penerimaan order hingga quality control, tersedia dalam aplikasi Lensa dan bisa dipantau melalui aplikasi Lensa Flow secara realtime.

Baca Juga: IBrite, Inovasi Telkom Akses Permudah Monitoring Penggelaran Fiber Optik

“Dulu pengelolaan teknisi dilakukan oleh Telkom. Sekarang seluruh manajemen teknisi -dari absensi, manajemen order hingga quality control-dikelola sendiri oleh Telkom Akses. Telkom hanya mengirimkan order,” ujar Ambari.

Dengan sistem yang lebih terpusat dan berbasis data, perusahaan menargetkan proses perbaikan gangguan yang lebih cepat dan terkendali. “Tujuan akhirnya sederhana, layanan harus semakin cepat, presisi, dan berkualitas. Transformasi operasional ini adalah fondasinya,” tutup Ambari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Layanan Kelistrikan...
Layanan Kelistrikan Kini Lebih Praktis Lewat PLN Mobile
Traveloka Perkuat Loyalitas...
Traveloka Perkuat Loyalitas Konsumen lewat Gebyar Traveloka 2025
MyPertamina Buktikan...
MyPertamina Buktikan Inovasi Digital Berorientasi Pelanggan
Saat Kualitas Jaringan...
Saat Kualitas Jaringan Menjadi Bagian Penting dari Produktivitas Organisasi
Pertamina Fastron Jadi...
Pertamina Fastron Jadi Oli Mobil Pilihan Konsumen di Ajang WOW Brand 2026
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Rekomendasi
Lebaran Anak Yatim:...
Lebaran Anak Yatim: Antara Dalil, Tradisi, dan Makna Kepedulian Sosial
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
BPIP Umumkan 76 Calon...
BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka 2026 Tingkat Pusat, Ini Nama-namanya
Berita Terkini
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Mendag Busan Pastikan...
Mendag Busan Pastikan Harga MinyaKita Tak Jadi Naik
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Infografis
Ingatan Manusia dan...
Ingatan Manusia dan Kera Diklaim Punya Banyak Kesamaan Soal Hubungan Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved