Pemulihan Banjir Sumatera Dihitung Butuh Rp50 Triliun, Menko AHY: Tak Boleh Grasah-grusuh
Selasa, 09 Desember 2025 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak boleh ada hal-hal yang tidak kita lakukan secara cepat, tapi juga tidak boleh grasah-grusuh, karena membangun kembali juga bukan berarti yang penting cepat. Tapi juga harus kualitasnya bagus, karena jangan sampai kemudian juga tetap rentan terhadap bencana itu,” kata Menko AHY.
Secara keseluruhan, bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah berdampak pada 52 kabupaten. Kerusakan yang tercatat sangat masif, termasuk 1,2 ribu fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 435 jembatan, 101 jalan terputus, 156.500 rumah (dengan rincian 143.427 rusak berat).
Baca Juga: Biaya Pemulihan Bencana Sumatera Diperkirakan Rp51,82 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY mengumumkan akan kembali bertolak ke Sumatera Utara dan Aceh Tamiang pada siang hari ini untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan taktis dan efektif pascabencana.
“Saya siang hari ini akan kembali ke Sumatera Utara dan ke Aceh, khususnya Aceh Tamiang, yang juga merupakan salah satu daerah yang paling buruk terdampak bencana. Saya ingin lihat secara langsung, sekaligus memastikan pekerjaan di lapangan ini bisa berjalan dengan taktis dan efektif,” ungkap AHY.
Secara keseluruhan, bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah berdampak pada 52 kabupaten. Kerusakan yang tercatat sangat masif, termasuk 1,2 ribu fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 435 jembatan, 101 jalan terputus, 156.500 rumah (dengan rincian 143.427 rusak berat).
Baca Juga: Biaya Pemulihan Bencana Sumatera Diperkirakan Rp51,82 Triliun
Dalam kesempatan yang sama, Menko AHY mengumumkan akan kembali bertolak ke Sumatera Utara dan Aceh Tamiang pada siang hari ini untuk memastikan pekerjaan di lapangan berjalan taktis dan efektif pascabencana.
“Saya siang hari ini akan kembali ke Sumatera Utara dan ke Aceh, khususnya Aceh Tamiang, yang juga merupakan salah satu daerah yang paling buruk terdampak bencana. Saya ingin lihat secara langsung, sekaligus memastikan pekerjaan di lapangan ini bisa berjalan dengan taktis dan efektif,” ungkap AHY.
(akr)
Lihat Juga :