Fenomena Makan Tabungan Warga RI Belum Berakhir, Habis Buat Makan dan Bayar Cicilan

Selasa, 09 Desember 2025 - 18:15 WIB
loading...
Fenomena Makan Tabungan...
Tekanan ekonomi yang berlarut-larut mulai mengguncang ketahanan finansial rumah tangga Indonesia. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Tekanan ekonomi yang berlarut-larut mulai mengguncang ketahanan finansial rumah tangga Indonesia. Hasil survei Inventure–Alvara 2025 terhadap 600 responden menunjukkan pergeseran signifikan dalam perilaku keuangan masyarakat, terutama pada aspek pendapatan, tabungan, dan investasi yang kini didominasi tren penurunan.

Dalam laporan tersebut terungkap bahwa kemampuan masyarakat untuk menyimpan dana mulai tergerus. Sebanyak 35% responden menyatakan tabungannya menurun, sementara hanya 10% yang mengalami kenaikan.

Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan Masih Berlanjut, Kelas Menengah Makin Terjepit Biaya Hidup

Tekanan lebih berat terlihat pada pos investasi, di mana 40% responden melaporkan penurunan investasi dan hanya 7 persen yang mencatat peningkatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kini terpaksa memprioritaskan kebutuhan jangka pendek serta menjaga kestabilan arus kas harian, alih-alih menambah aset jangka panjang.



Managing Partner Inventure, Yuswohady mengatakan pergeseran ini sebagai perubahan mendasar dalam perilaku konsumsi. Penurunan tabungan, merosotnya investasi, dan pendapatan yang stagnan telah memaksa masyarakat masuk ke mode bertahan.

"Di fase dormant economy seperti saat ini, konsumen berubah menjadi frugal consumer, jauh lebih hemat, lebih kritis, dan lebih menuntut nilai. Mereka tidak lagi membeli berdasarkan keinginan, tetapi berdasarkan urgensi dan manfaat nyata," ujarnya dalam Business Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Sementara itu, dinamika pendapatan juga menggambarkan tekanan serupa. Meski 55 persen responden menyebut pendapatannya tetap dan masih cukup, terdapat 14 persen yang mengatakan pendapatannya tetap namun tidak lagi mencukupi kebutuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilnya pendapatan kini tak lagi menjamin kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama ketika biaya hidup terus meningkat.

Baca Juga: Purbaya Ancam Pegawai Bea Cukai yang Dirumahkan Tak Dapat Gaji

Pada kesempatan yang sama, CEO Alvara Research Center, Hasannudin Ali, menilai perubahan perilaku ini sebagai adaptasi realistis masyarakat menghadapi tekanan ekonomi. Data survei yang dilakukan menunjukkan ketahanan finansial rumah tangga mulai rentan.

"Ketika pendapatan tak sebanding dengan kenaikan biaya hidup, fokus masyarakat bergeser dari akumulasi aset menuju pengamanan arus kas harian. Dalam situasi seperti ini, perilaku frugal menjadi strategi untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga," jelasnya.

Kombinasi antara menurunnya tabungan, melemahnya investasi, serta stagnasi pendapatan akhirnya melahirkan pola konsumsi baru yang semakin kuat, Frugal Consumer. Konsumen kini lebih selektif, hemat, dan menuntut nilai terbaik dari setiap pengeluaran. Pergeseran ini menjadi sinyal bahwa pasar memasuki babak baru, di mana efisiensi, kebutuhan esensial, dan keputusan pembelian berbasis manfaat akan menjadi karakter utama dalam lanskap konsumsi Indonesia pada 2026.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Tekan Risiko Turun Kelas,...
Tekan Risiko Turun Kelas, 51,8% Kelas Menengah Pisahkan Pos Pengeluaran
Kondisi Kelas Menengah,...
Kondisi Kelas Menengah, Saat Gaji Satu Pintu Tak Lagi Cukup
Curhat Makki Ungu soal...
Curhat Makki Ungu soal Ekonomi Lesu, Sebut Pendapatan Musisi Menurun Gara-gara Ini
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Fenomena Krisis Merayap...
Fenomena Krisis Merayap dan Kelas Menengah Indonesia
Rekomendasi
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Inggris vs Ghana: The...
Inggris vs Ghana: The Three Lions Menuju Rekor Baru
Berita Terkini
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved