Terimpit Biaya Hidup, Tabungan Warga RI di Bawah Rp100 Juta Menyusut
Selasa, 09 Desember 2025 - 22:09 WIB
loading...
Tekanan biaya hidup yang terus meningkat membuat masyarakat Indonesia semakin berhati-hati dalam mengelola keuangan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tekanan biaya hidup yang terus meningkat membuat masyarakat Indonesia semakin berhati-hati dalam mengelola dana mereka. Di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu, pilihan instrumen keuangan yang aman dan stabil seperti deposito serta tabungan digital kembali menjadi pegangan utama banyak warga.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76 persen (yoy), sedikit turun dari 4,89 persen pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan suku bunga acuan BI turut menahan minat masyarakat menempatkan dana pada produk simpanan.
“Dari survei yang kami lakukan, terlihat jelas bahwa di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, masyarakat semakin menempatkan keamanan dan stabilitas sebagai prioritas utama dalam mengelola dana mereka. Kemudahan pencairan, baik untuk tabungan maupun deposito, juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan dalam memilih layanan digital,” jelas Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla pada Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan Warga RI Belum Berakhir, Habis Buat Makan dan Bayar Cicilan
Hasil riset Ipsos Cost of Living 2025 menunjukkan bahwa hanya 25 persen masyarakat Indonesia merasa kondisi finansial mereka berada dalam kategori “doing alright”. Kondisi tersebut mendorong pengguna semakin cermat saat memilih layanan tabungan digital yang menawarkan keamanan, stabilitas aplikasi, kemudahan pencairan dana, dan efisiensi biaya.
Dalam survei terhadap 300 responden, SeaBank muncul sebagai platform deposito yang dinilai paling aman dan menguntungkan dengan perolehan 39 persen suara. Di bawahnya terdapat Bank Jago (30 persen), Neobank (29 persen), Allo Bank (19 persen), dan Superbank (15 persen).
Kemudahan pencairan bunga tabungan juga menjadi indikator penting. SeaBank kembali menjadi pilihan terbesar responden (46 persen), disusul Bank Jago (31 persen), Neobank (25 persen), Allo Bank (16 persen), dan Superbank (15 persen). Pencairan bunga harian dinilai memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna.
Preferensi masyarakat terhadap efisiensi biaya turut mengemuka. Promo bebas biaya admin menjadi daya tarik signifikan, dengan SeaBank kembali unggul (47 persen), kemudian Bank Jago (33 persen), Neobank (26 persen), Superbank (15 persen), dan Allo Bank (11 persen).
Performa aplikasi yang stabil, minim gangguan, serta mudah digunakan untuk transaksi harian menjadi faktor kunci yang dipertimbangkan masyarakat. Pengguna Gen Z dan Milenial tercatat paling sering memanfaatkan aplikasi bank digital untuk transfer, top-up dompet elektronik, pembayaran QRIS, hingga menempatkan dana pada produk tabungan dan deposito.
Baca Juga: Hadiah Pasti MotionBank, Nabung Jadi Makin Untung!
Hansal kembali menegaskan pergeseran perilaku tersebut. ”Kami melihat generasi pengguna yang lebih muda mendorong perubahan preferensi dalam layanan keuangan. Mereka mengutamakan kepraktisan dan kecepatan, termasuk dalam mengelola tabungan secara digital. Sehingga selain keamanan, platform yang mampu memberikan pengalaman yang lancar dan praktis akan lebih diunggulkan.”
Dengan semakin banyaknya pemain di industri bank digital, temuan ini menunjukkan kedewasaan baru masyarakat dalam mengevaluasi layanan finansial. Fokus pada keamanan, stabilitas, dan efisiensi diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan jangka panjang terhadap layanan perbankan digital.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76 persen (yoy), sedikit turun dari 4,89 persen pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan suku bunga acuan BI turut menahan minat masyarakat menempatkan dana pada produk simpanan.
“Dari survei yang kami lakukan, terlihat jelas bahwa di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, masyarakat semakin menempatkan keamanan dan stabilitas sebagai prioritas utama dalam mengelola dana mereka. Kemudahan pencairan, baik untuk tabungan maupun deposito, juga menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan dalam memilih layanan digital,” jelas Managing Director Ipsos Indonesia, Hansal Savla pada Selasa (9/12/2025).
Baca Juga: Fenomena Makan Tabungan Warga RI Belum Berakhir, Habis Buat Makan dan Bayar Cicilan
Hasil riset Ipsos Cost of Living 2025 menunjukkan bahwa hanya 25 persen masyarakat Indonesia merasa kondisi finansial mereka berada dalam kategori “doing alright”. Kondisi tersebut mendorong pengguna semakin cermat saat memilih layanan tabungan digital yang menawarkan keamanan, stabilitas aplikasi, kemudahan pencairan dana, dan efisiensi biaya.
Dalam survei terhadap 300 responden, SeaBank muncul sebagai platform deposito yang dinilai paling aman dan menguntungkan dengan perolehan 39 persen suara. Di bawahnya terdapat Bank Jago (30 persen), Neobank (29 persen), Allo Bank (19 persen), dan Superbank (15 persen).
Kemudahan pencairan bunga tabungan juga menjadi indikator penting. SeaBank kembali menjadi pilihan terbesar responden (46 persen), disusul Bank Jago (31 persen), Neobank (25 persen), Allo Bank (16 persen), dan Superbank (15 persen). Pencairan bunga harian dinilai memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna.
Preferensi masyarakat terhadap efisiensi biaya turut mengemuka. Promo bebas biaya admin menjadi daya tarik signifikan, dengan SeaBank kembali unggul (47 persen), kemudian Bank Jago (33 persen), Neobank (26 persen), Superbank (15 persen), dan Allo Bank (11 persen).
Performa aplikasi yang stabil, minim gangguan, serta mudah digunakan untuk transaksi harian menjadi faktor kunci yang dipertimbangkan masyarakat. Pengguna Gen Z dan Milenial tercatat paling sering memanfaatkan aplikasi bank digital untuk transfer, top-up dompet elektronik, pembayaran QRIS, hingga menempatkan dana pada produk tabungan dan deposito.
Baca Juga: Hadiah Pasti MotionBank, Nabung Jadi Makin Untung!
Hansal kembali menegaskan pergeseran perilaku tersebut. ”Kami melihat generasi pengguna yang lebih muda mendorong perubahan preferensi dalam layanan keuangan. Mereka mengutamakan kepraktisan dan kecepatan, termasuk dalam mengelola tabungan secara digital. Sehingga selain keamanan, platform yang mampu memberikan pengalaman yang lancar dan praktis akan lebih diunggulkan.”
Dengan semakin banyaknya pemain di industri bank digital, temuan ini menunjukkan kedewasaan baru masyarakat dalam mengevaluasi layanan finansial. Fokus pada keamanan, stabilitas, dan efisiensi diperkirakan akan menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan jangka panjang terhadap layanan perbankan digital.
(nng)
Lihat Juga :