Audiensi dengan Ditjen Intram, Jababeka Paparkan Potensi Integrasi Transportasi

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:24 WIB
loading...
Audiensi dengan Ditjen...
Rombongan Ditjen Intram Kemenhub berkunjung ke Kota Jababeka untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan kawasan. Foto/Dok. SindoNews
A A A
BEKASI - Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan kontribusi besar bagi perekonomian nasional, dengan Cikarang Raya di Kabupaten Bekasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan utamanya. Kota Jababeka , sebagai kota mandiri berbasis kawasan industri di Cikarang, terus memperkuat posisinya sebagai kota mandiri berbasis industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus menjadi penyangga penting kawasan metropolitan.

Didukung lebih dari 2.000 perusahaan nasional dan multinasional, kawasan ini menjadi motor penggerak ekonomi serta investasi nasional. Pertumbuhan ekonomi dan populasi yang pesat di kota ini dan sekitarnya mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur yang andal, khususnya moda transportasi yang mampu menjaga kelancaran mobilitas harian.

Sebagai hinterland Jabodetabek, konektivitas Kota Jababeka dengan kawasan sekitarnya menjadi faktor krusial dalam memastikan efisiensi pergerakan pekerja dan logistik. Dalam upaya memperkuat integrasi transportasi, Kota Jababeka memasuki tahap pengembangan yang lebih konkret. Baca juga: Transportasi Modern Resmi Mengaspal di Jababeka Cikarang

Pada 21 November 2025 lalu, jajaran Kementerian Perhubungan dan pengembang kawasan industri melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau rencana pengembangan Kabupaten Bekasi dan sekitarnya serta memastikan kesesuaian konsep integrasi jaringan transportasi. Langkah ini memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam percepatan implementasi kawasan TOD (Transit Oriented Development) khususnya di Kota Jababeka sebagai bagian dari kawasan strategis nasional.

Dalam kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) Kementerian Perhubungan hadir untuk mendapatkan gambaran mengenai perkembangan kawasan. Kemudian pergerakan mobilitas masyarakat serta peluang penguatan layanan transportasi publik yang dapat mendukung kelancaran aktivitas penghuni dan pekerja di kawasan Cikarang.

Pertemuan ini memberikan kesempatan bagi Ditjen Intram untuk memperoleh input dan kondisi lapangan yang dapat menjadi bahan pemetaan kebutuhan transportasi publik di wilayah tersebut. “‎Kami mengapresiasi pengembangan kawasan Jababeka dan berbagai inisiatif yang telah dilakukan untuk memperkuat aksesibilitas layanan transportasi publik,” kata Dirjen Intram Risal Wasal.

Informasi terkait pola perjalanan masyarakat, perkembangan moda transportasi, dan rencana integrasi kawasan menjadi masukan penting untuk pemetaan kebutuhan mobilitas di wilayah Cikarang Raya. Risal melihat potensi besar bagi peningkatan kemudahan mobilitas masyarakat melalui konektivitas antarmoda yang mulai terbangun di Kota Jababeka.

”Kami terbuka untuk melanjutkan pembahasan teknis bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan kawasan guna melihat peluang sinergi ke depan, apabila dibutuhkan,” tambahnya.

Sebagai informasi, audiensi ini juga menjadi forum pertukaran informasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan. Membahas dinamika mobilitas masyarakat serta peluang penguatan konektivitas di masa mendatang.
Kajian akademisi saat ini mencatat sekitar 770 ribu perjalanan harian terjadi di Cikarang Raya, dengan 46% di antaranya berasal dan menuju Jababeka. Data ini menegaskan peran strategis Kota Jababeka sebagai pusat ekspansi penduduk dan industri, sekaligus menyoroti urgensi sistem transportasi yang lebih terintegrasi.

Menanggapi kunjungan audiensi dari Ditjen Intram, Jababeka terus memperkuat pengembangan kota mandiri melalui konsep Transit-Oriented Development (TOD). Penyempurnaan konsep ini diharapkan dapat menciptakan sistem mobilitas yang lebih efisien, aksesibel, dan terintegrasi bagi penghuni, pekerja, dan pelaku bisnis.

Penerapan konsep TOD di Kota Jababeka merupakan langkah strategis dalam membangun kota yang berorientasi masa depan. “Kami berkomitmen menciptakan ekosistem perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga Kota Jababeka tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan industri, tetapi juga model kota mandiri modern yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global,” kata Presiden Direktur PT Graha Buana Cikarang Ivonne Anggraini.

Ia pun menegaskan pengembangan infrastruktur kawasan tidak dapat dilakukan secara parsial. “Melalui pembangunan sistem infrastruktur terpadu dan perluasan jaringan transportasi massal, Jababeka membuka peluang kolaborasi strategis dengan pemerintah maupun pelaku industri swasta lainnya.

”Kemitraan multipihak ini menjadi kunci untuk menghadirkan moda transportasi yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sehingga Jababeka mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas jangka panjang dan dinamika pertumbuhan kawasan,” ujarnya.

Saat ini, Kota Jababeka didukung berbagai moda transportasi publik yang mempermudah mobilitas masyarakat. Seperti AO Shuttle yang melayani sejumlah titik strategis di Jakarta—including rute terbaru Hollywood Junction–AEON Deltamas—serta layanan DAMRI rute Jababeka–Bandara Soekarno-Hatta dan Primajasa rute Jababeka–Bandung.

Integrasi kawasan turut diperkuat oleh layanan feeder modern Swatantra S01 dengan rute Stasiun Cikarang–President University–Kota Jababeka. Kehadiran KRL Cikarang dan layanan BISKITA yang terkoneksi dengan LRT semakin menyempurnakan aksesibilitas kawasan. Baca juga: 2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta saat Nataru

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur transportasi berskala besar seperti proyek MRT Fase III Cikarang–Balaraja dan pengembangan Commuter Line dari Cikarang ke Cikampek akan menjadi penghubung vital sistem mobilitas regional serta mempercepat perpindahan antarkoridor barat–timur Jakarta. Dari sisi operasional bisnis, Kota Jababeka ditopang oleh infrastruktur kawasan yang matang.

Cikarang Dry Port berfungsi sebagai pusat logistik terpadu yang meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mempermudah proses distribusi. Lokasi strategis Kota Jababeka—dekat Pelabuhan Patimban dan Bandar Udara Kertajati—menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan akses distribusi cepat dan berkelanjutan.

Dengan peningkatan infrastruktur transportasi, logistik, dan jaringan pendukung kawasan, Jababeka tidak hanya menghadirkan efisiensi mobilitas dan operasional industri, tetapi juga membangun lingkungan kota yang layak huni dan modern. ”Kami yakin upaya ini akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus memberikan nilai tambah bagi para penghuni yang menginginkan kualitas hidup yang baik, aman, dan berkelanjutan,” tutur Ivonne.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
LRT Jabodebek Kian Diminati,...
LRT Jabodebek Kian Diminati, Pengguna Cetak Rekor Tertinggi 129.692
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
KSP Dudung Cek Progres...
KSP Dudung Cek Progres MRT Jakarta Fase 2A, Siap Beroperasi 2027
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
Rekomendasi
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Ultah ke-34, Ayu Ting...
Ultah ke-34, Ayu Ting Ting Pamer Momen Romantis Bareng Kevin Gusnadi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved