Terserap Habis, Purbaya Diminta Tambah Kucuran Dana Rp15 Triliun ke Bank Jakarta
Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:05 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Zulfikar, keberhasilan penyerapan dana memperkuat posisi Bank Jakarta sebagai lembaga intermediasi, yang justru mampu menyalurkan likuiditas pemerintah pusat dengan cepat dan tepat sasaran. "Kondisi Bank Jakarta berada dalam kondisi “Sehat” menurut penilaian OJK semester I tahun 2025, likuiditasnya yang kuat, kualitas aset yang baik dan rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali," kata Zulfikar.
![Terserap Habis, Purbaya Diminta Tambah Kucuran Dana Rp15 Triliun ke Bank Jakarta]()
Sehingga, menurut Zulfikar, sangat tepat kementerian keuangan melanjutkan suntikan pendanaan lanjutan Rp10 hingga Rp15 triliun sesuai komitmen yang dibangun dengan Pemda Jakarta pada Oktober lalu. "Hal ini sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi nasional diangka 6% pada tahun 2026 nanti, jakarta juga tercatat menyumbang 16,61 persen terhadap perekonomian Indonesia pada triwulan II 2025," kata Zulfikar.
Baca Juga: Bea Cukai Punya Pengawas Impor Canggih Trade AI, Purbaya: 2 Minggu Digebukin Keluar Hasilnya
Menurut Zulfikar, kelanjutan pencairan dana dari kementerian keuangan sangat dibutuhkan di jakarta untuk mengantisipasi tekanan inflasi akhir tahun, menjaga pasokan pangan, serta memperkuat layanan publik dalam menghadapi siklus ekonomi awal 2026. "Pengawasan kredit tetap menjadi sorotan. Bank Jakarta diminta tetap memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga melalui analisis risiko sektoral, penguatan sistem pengawasan, serta pelaporan dan audit pemanfaatan dana secara berkala," tandas Zulfikar.

Sehingga, menurut Zulfikar, sangat tepat kementerian keuangan melanjutkan suntikan pendanaan lanjutan Rp10 hingga Rp15 triliun sesuai komitmen yang dibangun dengan Pemda Jakarta pada Oktober lalu. "Hal ini sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah sekaligus menopang target pertumbuhan ekonomi nasional diangka 6% pada tahun 2026 nanti, jakarta juga tercatat menyumbang 16,61 persen terhadap perekonomian Indonesia pada triwulan II 2025," kata Zulfikar.
Baca Juga: Bea Cukai Punya Pengawas Impor Canggih Trade AI, Purbaya: 2 Minggu Digebukin Keluar Hasilnya
Menurut Zulfikar, kelanjutan pencairan dana dari kementerian keuangan sangat dibutuhkan di jakarta untuk mengantisipasi tekanan inflasi akhir tahun, menjaga pasokan pangan, serta memperkuat layanan publik dalam menghadapi siklus ekonomi awal 2026. "Pengawasan kredit tetap menjadi sorotan. Bank Jakarta diminta tetap memastikan kualitas pembiayaan tetap terjaga melalui analisis risiko sektoral, penguatan sistem pengawasan, serta pelaporan dan audit pemanfaatan dana secara berkala," tandas Zulfikar.
(nng)
Lihat Juga :