IHSG Sepekan Naik 0,32% ke 8.660, Sempat Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:00 WIB
loading...
Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 8–12 Desember 2025 ditutup di zona positif. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 8–12 Desember 2025 ditutup di zona positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar BEI bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada awal pekan ini, Senin (8/12). IHSG mencetak rekor pada level 8.710,695 dan kapitalisasi pasar mencapai Rp16.004 triliun pada awal pekan.
“IHSG sepekan mengalami kenaikan sebesar 0,32% yakni ditutup pada level 8.660,499 dari posisi 8.632,761 pada pekan lalu,” tulis P.H Sekretaris Perusahaan BEI, I Gusti Agung Alit Nityaryana dalam keterangannya, dikutip Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: IHSG Mendadak Jeblok Nyaris 1%, Ini Biang Keroknya
Tiga indikator utama aktivitas perdagangan harian di BEI menunjukkan peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Nilai Transaksi Harian mengalami peningkatan tertinggi, yakni sebesar 41,95% menjadi Rp30,29 triliun, dari Rp21,34 triliun pada pekan sebelumnya. Volume Transaksi Harian naik sebesar 27,92% menjadi 59,35 miliar lembar saham, dari 46,39 miliar lembar saham.
Frekuensi Transaksi Harian meningkat sebesar 20,16% menjadi 3,2 juta kali transaksi, dari 2,66 juta kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI secara keseluruhan juga mengalami kenaikan sebesar 0,24% menjadi Rp15.882 triliun dari Rp15.844 triliun pada pekan sebelumnya.
Investor asing pada Jumat (12/12) mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp282,27 miliar, meskipun secara year-to-date (sepanjang tahun 2025) masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp25,67 triliun.
Perdagangan BEI pada awal pekan dibuka dalam rangka pencatatan perdana saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) di Papan Pengembangan. RLCO menjadi perusahaan tercatat ke-25 di BEI pada tahun 2025 dengan total dana dihimpun (fund-raised) sebesar Rp105 miliar.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Menjaga Tren Penguatan di Level 8.713, Transaksi Pagi Rp2,95 T
Selain itu, tiga pencatatan obligasi dan sukuk baru juga resmi dilakukan pada pekan ini. Pada Rabu (10/12), Obligasi dan Sukuk Mudharabah PT Merdeka Battery Materials Tbk dicatatkan dengan total nominal Rp3.100.950.000.000. Pada Kamis (11/12), Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar milik PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) dicatatkan. Pada hari yang sama, Obligasi dan Sukuk Mudharabah PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dengan total nominal Rp1 triliun juga mulai dicatatkan.
Sepanjang tahun 2025, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai 173 emisi dari 79 emiten dengan nilai Rp204,55 triliun. Dalam upaya perluasan akses pembiayaan, pada Rabu (10/11), BEI bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan KreatIPO Workshop Go Public Usaha Ekonomi Kreatif di Bandung sebagai komitmen mendorong perusahaan kreatif memanfaatkan pasar modal sebagai motor pertumbuhan berkelanjutan.
“IHSG sepekan mengalami kenaikan sebesar 0,32% yakni ditutup pada level 8.660,499 dari posisi 8.632,761 pada pekan lalu,” tulis P.H Sekretaris Perusahaan BEI, I Gusti Agung Alit Nityaryana dalam keterangannya, dikutip Sabtu (13/12/2025).
Baca Juga: IHSG Mendadak Jeblok Nyaris 1%, Ini Biang Keroknya
Tiga indikator utama aktivitas perdagangan harian di BEI menunjukkan peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir. Nilai Transaksi Harian mengalami peningkatan tertinggi, yakni sebesar 41,95% menjadi Rp30,29 triliun, dari Rp21,34 triliun pada pekan sebelumnya. Volume Transaksi Harian naik sebesar 27,92% menjadi 59,35 miliar lembar saham, dari 46,39 miliar lembar saham.
Frekuensi Transaksi Harian meningkat sebesar 20,16% menjadi 3,2 juta kali transaksi, dari 2,66 juta kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI secara keseluruhan juga mengalami kenaikan sebesar 0,24% menjadi Rp15.882 triliun dari Rp15.844 triliun pada pekan sebelumnya.
Investor asing pada Jumat (12/12) mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp282,27 miliar, meskipun secara year-to-date (sepanjang tahun 2025) masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp25,67 triliun.
Perdagangan BEI pada awal pekan dibuka dalam rangka pencatatan perdana saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) di Papan Pengembangan. RLCO menjadi perusahaan tercatat ke-25 di BEI pada tahun 2025 dengan total dana dihimpun (fund-raised) sebesar Rp105 miliar.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Menjaga Tren Penguatan di Level 8.713, Transaksi Pagi Rp2,95 T
Selain itu, tiga pencatatan obligasi dan sukuk baru juga resmi dilakukan pada pekan ini. Pada Rabu (10/12), Obligasi dan Sukuk Mudharabah PT Merdeka Battery Materials Tbk dicatatkan dengan total nominal Rp3.100.950.000.000. Pada Kamis (11/12), Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar milik PT Pollux Hotels Group Tbk (POLI) dicatatkan. Pada hari yang sama, Obligasi dan Sukuk Mudharabah PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dengan total nominal Rp1 triliun juga mulai dicatatkan.
Sepanjang tahun 2025, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat mencapai 173 emisi dari 79 emiten dengan nilai Rp204,55 triliun. Dalam upaya perluasan akses pembiayaan, pada Rabu (10/11), BEI bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan KreatIPO Workshop Go Public Usaha Ekonomi Kreatif di Bandung sebagai komitmen mendorong perusahaan kreatif memanfaatkan pasar modal sebagai motor pertumbuhan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :