Ekspor Agustus Anjlok, Industri Pengolahan Turun 4,91%
Selasa, 15 September 2020 - 19:29 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan terbesar ekspor non-migas Agustus 2020 terhadap Juli 2020 terjadi pada logam mulia, dan perhiasan/permata sebesar USD169,6 juta (16,62%). Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, terak, dan abu logam sebesar USD102,2 juta (50,22%).
Menurut sektor, ekspor non-migas hasil industri pengolahan Januari-Agustus 2020 turun 1,18%, dibanding periode yang sama tahun 2019. Demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 22,45%, sementara ekspor hasil pertanian naik 8,59%.
Ekspor non-migas Agustus 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD2,46 miliar, disusul Amerika Serikat USD1,62 miliar, dan Jepang USD0,98 miliar. Dimana, kontribusi ketiganya mencapai 40,68%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar USD1,02 miliar.
"Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Agustus 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD16,79 miliar (16,28% ), diikuti Jawa Timur USD13,36 miliar (12,95% ), dan Kalimantan Timur USD8,70 miliar (8,44%)," jelasnya.
Menurut sektor, ekspor non-migas hasil industri pengolahan Januari-Agustus 2020 turun 1,18%, dibanding periode yang sama tahun 2019. Demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 22,45%, sementara ekspor hasil pertanian naik 8,59%.
Ekspor non-migas Agustus 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD2,46 miliar, disusul Amerika Serikat USD1,62 miliar, dan Jepang USD0,98 miliar. Dimana, kontribusi ketiganya mencapai 40,68%. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar USD1,02 miliar.
"Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari-Agustus 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD16,79 miliar (16,28% ), diikuti Jawa Timur USD13,36 miliar (12,95% ), dan Kalimantan Timur USD8,70 miliar (8,44%)," jelasnya.
(ind)
Lihat Juga :