OJK Blak-blakan Soal Penyebab Penurunan Jumlah IPO Tahun Ini
Minggu, 14 Desember 2025 - 21:23 WIB
loading...
OJK mengungkapkan sejumlah alasan turunnya jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di sepanjang tahun 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) mengungkapkan sejumlah alasan turunnya jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di sepanjang tahun 2025. Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi target jumlah perusahaan yang IPO saham tahun ini dari 66 jadi 45 perusahaan, sementara untuk perusahaan yang telah melantai di BEI hingga saat ini baru berjumlah 24.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi menyampaikan, penyesuaian target jumlah IPO oleh BEI mencerminkan fokus penguatan kualitas emiten, bukan semata mengejar jumlah.
“OJK bersama BEI menekankan agar emiten yang melakukan IPO memiliki fundamental yang kuat, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan usaha yang memadai, sehingga kredibilitas emiten tetap terjaga dan kepentingan investor terlindungi,” kata Inarno dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (14/12).
Baca Juga: IPO BUMN Mandek, OJK Bilang Begini
Selain itu, terdapat calon emiten yang memilih menunggu momentum pasar yang lebih tepat dalam merealisasikan rencana IPO-nya, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan strategi bisnis masing-masing.
“OJK memandang dinamika ini sebagai bagian dari proses pendalaman pasar yang sehat dan berorientasi jangka panjang,” imbuh Inarno.
Baca Juga: IPO per November Himpun Dana Rp15,35 Triliun, Ini Dua Terbesar
Berdasarkan data terbaru dari BEI, saat ini terdapat 13 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan IPO. Sebanyak dua perusahaan dengan aset skala kecil, empat perusahaan dengan aset skala menengah, dan tujuh perusahaan dengan aset skala besar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi menyampaikan, penyesuaian target jumlah IPO oleh BEI mencerminkan fokus penguatan kualitas emiten, bukan semata mengejar jumlah.
“OJK bersama BEI menekankan agar emiten yang melakukan IPO memiliki fundamental yang kuat, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan usaha yang memadai, sehingga kredibilitas emiten tetap terjaga dan kepentingan investor terlindungi,” kata Inarno dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (14/12).
Baca Juga: IPO BUMN Mandek, OJK Bilang Begini
Selain itu, terdapat calon emiten yang memilih menunggu momentum pasar yang lebih tepat dalam merealisasikan rencana IPO-nya, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan strategi bisnis masing-masing.
“OJK memandang dinamika ini sebagai bagian dari proses pendalaman pasar yang sehat dan berorientasi jangka panjang,” imbuh Inarno.
Baca Juga: IPO per November Himpun Dana Rp15,35 Triliun, Ini Dua Terbesar
Berdasarkan data terbaru dari BEI, saat ini terdapat 13 perusahaan berada dalam pipeline untuk melakukan IPO. Sebanyak dua perusahaan dengan aset skala kecil, empat perusahaan dengan aset skala menengah, dan tujuh perusahaan dengan aset skala besar.
(akr)
Lihat Juga :