Surplus 4 Juta Ton, Indonesia Setop Impor Solar Tahun Depan

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:45 WIB
loading...
Surplus 4 Juta Ton,...
Indonesia berencana menghentikan impor solar mulai 2026. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia berencana menghentikan impor solar mulai 2026 seiring bertambahnya kapasitas pengolahan kilang dalam negeri. Kebijakan tersebut disampaikan Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Bahlil menjelaskan, beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan menambah kapasitas produksi lebih dari 100.000 barel per hari (bph). Dengan tambahan itu, produksi dan konsumsi solar nasional dinilai telah seimbang, sehingga kebutuhan impor tidak lagi diperlukan. "Jadi mulai tahun depan Indonesia tidak lagi melakukan impor Solar karena antara konsumsi dan produksi kita sudah cukup," kata Bahlil.

Baca Juga: RDMP Kilang Balikpapan Siap Diresmikan Desember, Penuhi 25% Kebutuhan BBM Nasional

Proyek RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260.000 bph menjadi 360.000 barel per hari. Kilang senilai sekitar USD7,4 miliar tersebut merupakan Proyek Strategis Nasional yang ditargetkan dapat memenuhi sekitar 22–25 persen kebutuhan bahan bakar minyak nasional.

Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memanfaatkan surplus solar yang diperkirakan mencapai sekitar 4 juta ton pada 2026. Surplus tersebut direncanakan dikonversi menjadi bahan bakar pesawat atau avtur guna menekan impor produk aviasi. Bahlil juga akan mengerek bauran solar dengan biodiesel sebesar 50% pada paruh kedua 2026.



Selain itu, pemerintah juga sedang menyiapkan kebijakan mandatori pencampuran etanol 10 persen atau E10 pada bensin yang ditargetkan mulai diterapkan pada 2027. Kebijakan ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor bensin yang saat ini masih mencapai sekitar 27 juta ton per tahun.

Di sisi lain, Bahlil memastikan pasokan energi nasional menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok BBM dan LPG masih berada dalam batas standar minimum nasional meskipun sejumlah wilayah terdampak bencana alam.

Baca Juga: Pasokan BBM dan LPG Dijamin Aman Jelang Nataru 2025/2026, Begini Penjelasan Bahlil

Ia merinci ketahanan stok Pertalite sekitar 18 hari, Pertamax 22 hari, Pertamax Green 95 mencapai 28 hari, solar 15–17 hari, serta LPG sekitar 14 hari. Pemerintah juga memproyeksikan penyaluran BBM jenis bensin meningkat sekitar 3,2 persen selama periode libur akhir tahun.

Untuk kelistrikan di wilayah terdampak bencana, Bahlil menyampaikan pemulihan terus dilakukan. Listrik di Sumatra Barat telah pulih sepenuhnya, Sumatra Utara hampir seluruhnya normal, sementara pemulihan di Aceh masih berlangsung secara bertahap.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Menkop: Warga Bisa Jual...
Menkop: Warga Bisa Jual Minyak Jelantah ke Kopdes Merah Putih
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Rekomendasi
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Aturan Baru FIFA Makan...
Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved