Menyejahterakan Hewan Ternak Lebih Baik, Model Bisnis Telur Bebas Sangkar
Selasa, 16 Desember 2025 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Acara ini dihadiri 63 partisipan dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Termasuk akademisi, perwakilan pemerintah, serta sejumlah yayasan nirlaba.
Global Program Director Humane Farm Animal Care, badan sertifikasi internasional, Luiz Mazzon menjelaskan peran penting sertifikasi dalam transisi menuju peternakan bebas sangkar, dengan menyatakan bahwa Menurutnya, sertifikasi itu penting, tetapi tidak cukup. Produsen harus berkomitmen pada perbaikan manajemen peternakan yang berkelanjutan dan mendedikasikan waktu untuk mengedukasi konsumen serta pemangku kepentingan lain dalam ekosistem.
HFAC memiliki metode untuk menilai dan memantau kesesuaian kesejahteraan hewan dan ketertelusuran, selain dari logo “Certified Humane®” yang merupakan alat komunikasi yang kuat. ”Humane Farm Animal Care hadir untuk mengelola proses transisi secara terukur, memastikan bahwa bisnis dapat berhasil mengadopsi model yang etis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Diskusi kemudian membahas tentang peran penting produsen dan konsultan dalam mendorong perubahan kesejahteraan hewan ini. CEO PT Inti Prima Satwa Sejahtera Roby Gandawijaya serta COO dan Co-Founder Global Food Partners Jayasimha Nuggehalli berbagi banyak informasi. Mencakup konteks sejarah peternakan unggas di Indonesia hingga mengidentifikasi hambatan ekonomi dan menyajikan solusi nyata yang efektif untuk perusahaan yang ingin beralih ke sistem bebas sangkar.
Selain diskusi teknis, acara ini menampilkan kisah sukses dari perusahaan pengguna telur bebas sangkar dalam jumlah besar, Novotel Cikini. Perusahaan yang menargetkan 100% bebas sangkar pada tahun 2026 ini memberikan testimoni rinci mengenai implementasi dan dampak positifnya, membuktikan bahwa kesejahteraan hewan adalah investasi yang krusial untuk komitmen keberlanjutan.
Global Program Director Humane Farm Animal Care, badan sertifikasi internasional, Luiz Mazzon menjelaskan peran penting sertifikasi dalam transisi menuju peternakan bebas sangkar, dengan menyatakan bahwa Menurutnya, sertifikasi itu penting, tetapi tidak cukup. Produsen harus berkomitmen pada perbaikan manajemen peternakan yang berkelanjutan dan mendedikasikan waktu untuk mengedukasi konsumen serta pemangku kepentingan lain dalam ekosistem.
HFAC memiliki metode untuk menilai dan memantau kesesuaian kesejahteraan hewan dan ketertelusuran, selain dari logo “Certified Humane®” yang merupakan alat komunikasi yang kuat. ”Humane Farm Animal Care hadir untuk mengelola proses transisi secara terukur, memastikan bahwa bisnis dapat berhasil mengadopsi model yang etis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Diskusi kemudian membahas tentang peran penting produsen dan konsultan dalam mendorong perubahan kesejahteraan hewan ini. CEO PT Inti Prima Satwa Sejahtera Roby Gandawijaya serta COO dan Co-Founder Global Food Partners Jayasimha Nuggehalli berbagi banyak informasi. Mencakup konteks sejarah peternakan unggas di Indonesia hingga mengidentifikasi hambatan ekonomi dan menyajikan solusi nyata yang efektif untuk perusahaan yang ingin beralih ke sistem bebas sangkar.
Selain diskusi teknis, acara ini menampilkan kisah sukses dari perusahaan pengguna telur bebas sangkar dalam jumlah besar, Novotel Cikini. Perusahaan yang menargetkan 100% bebas sangkar pada tahun 2026 ini memberikan testimoni rinci mengenai implementasi dan dampak positifnya, membuktikan bahwa kesejahteraan hewan adalah investasi yang krusial untuk komitmen keberlanjutan.
Lihat Juga :