Lelet Serap Anggaran, Banyak Kementerian Kembalikan Anggaran ke Purbaya
Rabu, 17 Desember 2025 - 09:20 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait sejumlah instansi pemerintah yang lamban merealisasikan anggaran belanjanya. Bahkan, dirinya pun telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai hal ini.
Namun, Purbaya enggan membeberkan secara rinci kementerian atau lembaga mana saja yang penyerapan anggarannya tergolong lambat. Meski begitu, Purbaya hanya membenarkan bahwa ada instansi yang realisasi belanjanya tertunda, bahkan sebagian telah mengembalikan sisa anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga: Purbaya Kucurkan Rp200 T ke Himbara, Ekonom: Esensinya Sama, Uang Belum Masuk ke Proyek Riil
Purbaya memperkirakan rata-rata penyerapan anggaran oleh kementerian dan lembaga hingga akhir 2025 hanya akan mencapai sekitar 95% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya belum lihat. Tapi ada, dan sebagian juga dibalikin. Ya tapi begitu lah, kita perkirakan biasanya memang hanya 95% dari APBN yang terserap,” ujar Purbaya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu (17/12/2025).
Menurut Purbaya, proses audit anggaran masih terus berjalan hingga akhir tahun. Ia menilai masih ada peluang penyerapan anggaran tambahan di sisa waktu 2025.
“Ini kan belum selesai nih, masih jalan terus kan, audit finalnya kita lihat kan di akhir tahun. Ini masih tanggal 15 kan, mungkin ada penyerapan penyerapan baru,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Kucurkan Rp200 T ke Himbara, Ekonom: Esensinya Sama, Uang Belum Masuk ke Proyek Riil
Sebelumnya, Purbaya juga menyampaikan bahwa nilai pengembalian anggaran dari kementerian dan lembaga telah mencapai kisaran Rp 3,5 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Namun, ia membuka kemungkinan jumlah tersebut masih akan bertambah. “Tambah lagi sedikit mungkin (dari total Rp 4,5 triliun),” lanjutnya.
Namun, Purbaya enggan membeberkan secara rinci kementerian atau lembaga mana saja yang penyerapan anggarannya tergolong lambat. Meski begitu, Purbaya hanya membenarkan bahwa ada instansi yang realisasi belanjanya tertunda, bahkan sebagian telah mengembalikan sisa anggaran ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca Juga: Purbaya Kucurkan Rp200 T ke Himbara, Ekonom: Esensinya Sama, Uang Belum Masuk ke Proyek Riil
Purbaya memperkirakan rata-rata penyerapan anggaran oleh kementerian dan lembaga hingga akhir 2025 hanya akan mencapai sekitar 95% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saya belum lihat. Tapi ada, dan sebagian juga dibalikin. Ya tapi begitu lah, kita perkirakan biasanya memang hanya 95% dari APBN yang terserap,” ujar Purbaya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu (17/12/2025).
Menurut Purbaya, proses audit anggaran masih terus berjalan hingga akhir tahun. Ia menilai masih ada peluang penyerapan anggaran tambahan di sisa waktu 2025.
“Ini kan belum selesai nih, masih jalan terus kan, audit finalnya kita lihat kan di akhir tahun. Ini masih tanggal 15 kan, mungkin ada penyerapan penyerapan baru,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Kucurkan Rp200 T ke Himbara, Ekonom: Esensinya Sama, Uang Belum Masuk ke Proyek Riil
Sebelumnya, Purbaya juga menyampaikan bahwa nilai pengembalian anggaran dari kementerian dan lembaga telah mencapai kisaran Rp 3,5 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Namun, ia membuka kemungkinan jumlah tersebut masih akan bertambah. “Tambah lagi sedikit mungkin (dari total Rp 4,5 triliun),” lanjutnya.
(nng)
Lihat Juga :